Medion Berikan Strategi Hadapi Penyakit Parasit pada Unggas

1 3 1024x325 1

Penyakit parasit pada unggas perlu diwaspadai. Bahaya yang mengintai melalui penyakit ini dapat merugikan. Parasit seperti koksidiosis dan cacingan menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi sehingga mengganggu pertumbuhan dan penurunan berat badan. Pada ayam petelur, gangguan parasit yang berat dapat menyebabkan penurunan produksi hingga peningkatan kematian. Berdasarkan data dari BMKG, diperkirakan awal November hingga Desember telah memasuki musim penghujan di beberapa daerah. Tantangan yang dihadapi adalah penurunan sanitasi kandang dan keberadaan vektor penyakit parasit seperti lalat, nyamuk, dan serangga yang meningkat. Oleh karena itu perlu waspada terhadap resiko peningkatan penyakit parasit.

Strategi dalam penanganan dan pencegahan penyakit parasit pada unggas diperlukan untuk mengatasi hal tersebut. Oleh karena itu, diadakan seminar dengan tema “Strategi Berantas Penyakit Parasit Pada Unggas” secara online via Zoom dan Youtube pada Selasa, 24 Oktober 2023 dan diikuti 180 orang peserta. Seminar ini diselenggarakan oleh majalah Trobos dengan mengundang tiga pembicara yang ahli pada bidangnya, yakni drh. Ayu Miftahul Khasanah sebagai Technical Education and Consultation Medion, Dr.drh. Rositawati Indrati., MP selaku Dosen Fakultas Ilmu Peternakan Universitas Brawijaya, dan Bima Ambar Sogindor, S.Pt yang merupakan Manager Produksi PT. Rumput Ilalang Hijau

Dalam pemaparannya, drh. Ayu Miftahul Khasanah menyampaikan strategi pencegahan penyakit parasit yaitu melalui penerapan biosecurity yang ketat (terutama sanitasi kandang, pengapuran kandang, istirahat kandang, dan pengendalian vektor penyakit), manajemen pemeliharaan yang baik, serta monitoring uji parasit sebagai early warning. Medion juga mengembangkan feed additive herbal Optigrin untuk mengoptimalkan kerja saluran pencernaan. Optigrin bekerja dengan cara melindungi usus dan mencegah pertumbuhan protozoa (penyebab koksidiosis) di dalam usus.

Sebagai referensi tambahan atau acuan dalam mencegah serta menghadapi penyakit pada unggas, dapat juga membaca buku “Penyakit-Penyakit Penting pada Ayam” yang diterbitkan Medion. Hal ini menjadi komitmen dan bukti bagi Medion untuk terus melakukan penyebaran edukasi maupun informasi terkini mengenai dunia perunggasan.

Pernapasan aman, Produksi Nyaman

Bpk Heri Respitoran 300x267 1

Performa ayam saat ini telah berkembang pesat, salah satunya ayam pedaging (broiler). Ayam broiler unggul dalam masa pertumbuhan yang cepat dengan bobot badan tinggi dalam waktu relatif pendek dan konversi pakan kecil. Namun keunggulan tersebut tentu akan menimbulkan beberapa konsekuensi bagi ayam, diantaranya ayam akan lebih mudah stres, peka terhadap kondisi lingkungan dan rentan terhadap penyakit, apalagi di musim pancaroba seperti sekarang ini.

Seperti diungkapkan oleh Heri Irawan, S.Pt., pemilik peternakan Farm Gemilang Karya Agri (GKA) yang belokasi di Kampung Wangun Sabrang, Desa Citalahab, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kepada Infovet, pria yang akrab disapa Heri ini bercerita soal pengalamannya dalam budidaya ternak broiler.

Heri memulai usaha ternaknya pada tahun 2017 dan langsung menerapkan sistem kandang closed house. Dengan misi menjadi peternak mandiri, ia dengan penuh suka-duka menjalaninya. Beragam tantangan kerap menghampiri usaha milik Heri, namun ia tak gentar menghadapinya.

“Pada 2019 kemarin, gejolak harga jual live bird (LB) berada jauh di bawah harga pokok produksi (HPP), itu membuat kami merugi hingga miliaran rupiah, ditambah lagi harga sarana produksi ternak (sapronak) yang mahal dan performance yang kurang baik,” kata Heri mengawali perbincangan.

Kondisi tersebut kian memperparah keberlanjutan usahanya, sebab pada 2018 lalu, ternaknya terserang penyakit pernapasan, salah satunya Chronic Respiratory Disease (CRD) yang disebabkan oleh peralihan cuaca.

“Fluktuasi suhu dan kelembapan yang tinggi menyebabkan penyakit tersebut menyerang. Karena daya tahan tubuh ayam yang berbedabeda sehingga menimbulkan imunosupresi dan diperparah oleh efek sekundernya yakni CRD,” ungkap Heri.

Kala itu ia berupaya keras meminimalisir serangan penyakit dengan melakukan monitoring atau menjaga ventilasi kandang senyaman mungkin bagi ayam agar mendapat oksigen yang cukup, serta menjaga density dan litter agar tetap kering.

“Kita juga berupaya dengan memberikan antibiotik, hampir semua perusahaan obat kita coba, hasilnya yang didapat pun variatif tergantung kondisi ayam,” terang pria kelahiran Bogor tersebut.

Memasuki tahun 2019, Heri mulai mendapat pencerahan dalam menangani penyakit pernapasan, salah satunya dari personil Medion yang memperkenalkan Heri pada produk RESPITORAN.

RESPITORAN mengandung herbal yang berfungsi sebagai anti-inflamasi, menurunkan sekresi mukus dan mengencerkan dahak. Saat terjadi infeksi bakterial maka akan timbul peradangan di saluran pernapasan yang menyebabkan produksi mukus berlebih. Mukus yang berlebih akan menyebabkan saluran pernapasan lebih sempit dan ayam kesulitan bernapas.

“Sejak diperkenalkannya RESPITORAN oleh personil Medion yang selalu kunjungan tiap minggu ke farm, kerugian akibat penyakit pernapasan khususnya CRD menurun. Hal ini dibuktikan dengan data deplesi di bawah ratarata,” kata Heri.

Berawal dari trial menggunakan RESPITORAN, kini Heri semakin yakin produk tersebut memiliki banyak manfaat. “Awalnya hanya trial saat itu, digunakan setelah vaksin IBD booster dan ND. Biasanya reaksi post vaksinasinya ayam mengalami stres, bahkan kalau manajemen kurang baik ayam bisa mengalami cekrek berkepanjangan. Namun setelah saya pakai RESPITORAN sebelum vaksin, kemudian dilanjutkan kembali setelah vaksin dengan dosis 0,2 ml/kg berat badan. Hasilnya Alhamdulillah pernapasan bersih, terbebas dari cekrek dan ditambah cost-nya yang tidak terlalu tinggi dibanding pakai antibiotik,” ungkap dia.

Ia juga menambahkan, pengaplikasian RESPITORAN di lapangan sangat mudah. Apalagi ditunjang dengan sistem air minum otomatis, penggunaan RESPITORAN menjadi kian praktis. Dosis yang terpakai tepat, akurat dan mudah larut dalam air.

“Setelah penggunaan RESPITORAN ayam menjadi sehat dan terbebas dari penyakit pernapasan. Semoga produk Medion selalu konsisten dari segi kualitas dan harganya, agar banyak manfaat yang bisa dirasakan peternak,” pungkasnya.

Mahasiswa Farmasi Kunjungi Medion untuk Lebih Mengenal Industri Veteriner

ID1

Medion sebagai perusahaan kesehatan hewan aktif memberikan edukasi untuk lebih mengenal dunia peternakan, salah satunya mengenai industri farmasi veteriner. Kegiatan ini diwujudkan dalam kunjungan gabungan mahasiswa jurusan farmasi ke pabrik Medion, Cimareme, Bandung pada Rabu, 11 Oktober 2023. Sebanyak 32 mahasiswa dari 8 perguruan tinggi terkemuka hadir, diantaranya Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Islam Bandung, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

Pada sesi pertama, Apt. Bambang Irawan M.Si sebagai Regulatory Affair Assistant Manager Medion menyampaikan materi mengenai Pharmaceutical Product. Lalu dilanjut kegiatan studium generale oleh Apt. Haikal Arif S.Farm sebagai Product Management Assistant Manager Medion dengan materi “Product Management: Revealing Pharmacist Role from Product Creation to Market Launch of Pharmaceutical Products”. Materi terakhir disampaikan oleh Apt. Agung Setiawan Yahya S.Farm sebagai Quality System Assurance Assistant Manager Medion mengenai Biological Product. Tidak hanya mendengarkan, mahasiswa diberi case study agar lebih interaktif dan mengasah analytical thinking para mahasiswa.

Terdapat juga kegiatan sharing alumni dari lulusan apoteker yang bekerja di Medion. Dalam sesi ini, tim Medion berbagi pengalaman seputar lingkup pekerjaan, peluang karir, serta persiapan memasuki dunia kerja. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk berbagi cerita dengan sesama rekannya yang lain. Selain itu, mereka diajak plant tour ke bagian Animal Health Research Center dan Pharmaceutical Product untuk menambah pengetahuan mengenai proses produksi di Medion.

Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari mahasiswa karena memberikan perspektif baru mengenai industri farmasi dimana para mahasiswa sebelumnya mayoritas hanya mengenal industri farmasi manusia tetapi dalam acara ini mahasiswa diperkenalkan mengenai industri farmasi veteriner di Indonesia. Rangkaian acaranya pun sangat beragam dan bermanfaat, mulai dari penyampaian materi hingga diskusi terbuka yang dapat mengeksplor kemampuan para mahasiswa. Medion senantiasa mendukung kegiatan dalam dunia pendidikan melalui berbagai kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Hal tersebut sejalan dengan nilai-nilai Medioncare yaitu, continuous learning, open minded attitude, enthusiastic, dan equal opportunity.

Medion Raih Sertifikasi Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik (CPOIB)

Foto untuk Artikel Dinding Acem

Pada tanggal 21 September 2023, PT Medion Farma Jaya berhasil memperoleh Sertifikat Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik (CPOIB) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sertifikasi ini sejalan dengan upaya KKP dalam menerapkan peraturan baru, yakni Peraturan Dirjen Perikanan Budaya No. 187 tahun 2023 tentang Pedoman Umum Sertifikasi CPOIB. Tujuan dari peraturan tersebut adalah memberikan pedoman yang jelas bagi produsen untuk selalu menghasilkan obat ikan yang senantiasa memenuhi kualitas, keamanan dan efektivitasnya.

Inspeksi lapangan dilaksanakan di pabrik Medion, Cimareme, Ngamprah, Bandung Barat pada 30 Agustus 2023. Tim auditor diwakili oleh Ir. Asmaniah dan Nunik Nurwijayanti, S.Si., M.Si. dari Direktorat Pakan dan Obat KKP, serta Didik Santoso, S.Pi. dari BPKIL. Proses inspeksi dimulai dari pembukaan, dilanjutkan dengan kunjungan ke fasilitas produksi dan diakhiri dengan pemeriksaan dokumen. Inspeksi lapangan menunjukkan hasil yang memuaskan.

Sertifikasi CPOIB menjadi bukti nyata komitmen dan inovasi Medion dalam menghasilkan solusi kesehatan ikan sesuai dengan standar terbaik. Medion berharap dapat terus berkembang dan menjaga standar kualitas terbaik serta mendukung keberlanjutan industri perikanan di Indonesia.

Efektivitas yang Menumbuhkan Loyalitas

Bapak Budi CV Johnson Farm Bandung 600x900 1

Mengendalikan mikotoksin melalui penerapan standar penyimpanan bahan pakan yang baik dengan dukungan produk premiks berkualitas.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal ini merupakan prinsip yang digunakan Budi dalam mengelola peternakannya. Budi merupakan Manager Farm di CV Johson Farm Bandung, peternakan ayam petelur (layer) komersial di daerah Bandung Selatan, Jawa Barat. Ia menyatakan, tindakan pencegahan ini cukup sukses menghindari terjadi outbreak penyakit di kandangnya.

Salah satu pencegahan yang dilakukannya adalah menambahkan premiks berkualitas untuk campuran pakannya. Pakan yang disimpan di tempat lembap dapat ditumbuhi jamur dan jika diberikan kepada ayam dapat menyebabkan kondisi imunosupresif. Kondisi imunosupresif tersebut membuat ayam rentan terserang penyakit dan hasil vaksinasi tidak optimal. Sudah setahun belakangan, ia mempercayakan produk premiks FREETOX G dari Medion sebagai campuran pakan. Ia mengenal produk ini dari technical sales Medion. Kemudian, FREETOX G diuji coba di kandangnya. Setelah diamati dan dievaluasi ternyata hasilnya sangat memuaskan. Mortalitas dan morbiditas jauh menurun. Akhirnya ia memutuskan untuk beralih ke produk FREETOX G dari Medion.

FREETOX G merupakan sediaan serbuk mengandung kombinasi mineral silikat dan yeast cell wall yang berperan dalam mengikat mikotoksin (racun jamur), terutama aflatoksin secara kuat. Yeast cell wall berperan dalam melindungi membran usus dan meningkatkan daya tahan tubuh. Produk ini efektif mengatasi mikotoksin dan kerusakan hati.

“Berdasarkan hasil pengamatan kami, produk ini menunjukkan hasil yang memuaskan. Sebelum menggunakan FREETOX G, angka mortalitas dan morbiditasnya tinggi. Setelah menggunakannya, mortalitas ayam per bulannya jauh menurun bahkan pernah nihil. Kalau dulu kematian 30 ekor per bulan, sekarang turun jadi 5 ekor. Kami juga membandingkan dengan beberapa produk lain, menurut saya FREETOX G memberikan hasil yang lebih baik,” papar Budi.

Untuk dosis yang digunakan di kandangnya adalah 1 kg FREETOX G untuk 1 ton pakan. Diberikan rutin untuk ayam umur produksi. Keunggulan lain dari FREETOX G menurut Budi adalah aplikasinya di lapangan lebih mudah dan nyaman, karena kemasannya praktis dalam bentuk 1 kg. Jadi tidak perlu ditimbang lagi. Berbeda dengan produk lain, kemasannya dalam bentuk karung, jadi perlu penimbangan lagi.

Untuk menjaga performa pakan dan ternaknya, tentu saja Budi tidak semata mengandalkan produk FREETOX G. Ia juga sangat memperhatikan penyimpanan bahan baku pakannya. Proses penyimpanan harus sesuai dengan standar. Contohnya menjaga kelembapan gudang penyimpanan agar tidak tumbuh jamur dan mikotoksin yang menyebabkan penyakit pada ayam. Sejauh ini upayanya berhasil, karena setiap dilakukan pengecekan kandungan mikotoksin, hasilnya masih bagus dan sesuai standar.

Selain FREETOX G, ternyata Budi juga menggunakan produkproduk Medion lainnya. “Hampir 99 % produk-produk yang kami gunakan di farm adalah produk Medion seperti vaksin, obat-obatan, premiks, dan peralatan kandang. Kami sangat puas dengan kualitas dan pelayanannnya. Tim Medion dengan sigap menolong kami jika ada masalah di kandang, tidak kenal malam atau hujan mereka siap membantu,” tutur Budi. Ia juga berharap Medion semakin maju ke depannya dan tetap menjaga kualitasnya.

Medion Integrasikan ISO 9001, ISO 14001 dan ISO 17025

4 1 1

Setelah mendapatkan sertifikat akreditasi ISO 17025:2017 pada Juni 2023, PT. Medion Farma Jaya kembali mendapatkan pengakuan untuk komitmen serta usaha berkelanjutan dalam memenuhi standar internasional tentang Quality Management System (ISO 9001:2015) dan Environmental Management System (ISO 14001:2015). Sebelumnya, Medion telah mendapatkan sertifikat pertama kali untuk sertifikasi ISO 9001 pada Juli 2007, dan ISO 14001 pada Juni 2014.

Kegiatan audit berlangsung di dua lokasi, yakni di Head Office dan Plant Cimareme. Kedua lokasi tersebut merupakan bagian dari lingkup operasional Medion khususnya pada lingkup desain, pengembangan dan pembuatan produk kesehatan hewan, produk plastik, serta pengujian laboratorium. (Design, Development and Manufacture of Animal Health Products, Plastic Products, and Laboratory Testing).

Pada kegiatan re-sertifikasi tahun 2023, untuk pertama kalinya Medion bekerjasama dengan lembaga sertifikasi yang telah terakreditasi United Kingdom Accreditation Service (UKAS) yaitu SGS sebagai perusahaan ternama di dunia pada bidang jasa sertifikasi. Berdasarkan audit yang dilakukan oleh SGS pada tanggal 22-25 Mei 2023, Medion dinyatakan memenuhi seluruh aspek penilaian dalam mempertahankan implementasi Quality Management System dan Environmental Management System. Sertifikat terbit pada tanggal 19 Juli 2023 dengan nomor sertifikat ID23/00000150 untuk ISO 9001 dan nomor setifikat ID23/00000151 untuk ISO 14001.

Dengan diraihnya sertifikat ISO 9001, ISO 14001 dan ISO 17025, maka Medion telah mengintegrasikan sistem manajemen kualitas, lingkungan dan laboratorium sebagai wujud nyata Medion dalam menghasilkan produk dan jasa yang bermutu untuk memuaskan konsumen.

Self Mixing, Formulasi Ransum Maksimal dan Efisien

Image 1

Ransum merupakan komponen utama yang mendukung pemeliharaan ternak bahkan menjadi salah satu faktor keberhasilan usaha ternak. Jika kualitas, jumlah pemberian, dan teknik pemberiannya tidak diperhatikan oleh peternak, maka akan menyebabkan target performa tidak tercapai dan tentunya juga menyebabkan kerugian ekonomi. Maka dari itu, self mixing menjadi salah satu cara yang bisa digunakan agar hasil produksi bisa maksimal, dan inilah yang mendasari Medion bersama Majalah Trobos memberikan pengetahuan yang mumpuni dalam melakukan self mixing ransum bagi peternak layer melalui edukasi webinar “Mimbar Trobos Edisi ke-37”.

Kegiatan edukasi ini diselenggarakan pada 27 Juli 2023 via daring (Zoom) dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Dengan menghadirkan pembicara ahli yakni Prof. Dr. Ir. Nahrowi Ramli M.Sc (Konsultan Nutrisi Pakan Ternak), Ir. Yahya Munirudin, Spt, MP, IPM (Technical Consultant, Animal Protein U.S Soybean Export Council, Indonesia), Prof. Dr. Muhammad Halim Natsir, S.Pt,MP.IPM. ASEAN Eng (Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya 2023 – 2028), dan Neneng Arofah, S.Pt (Technical Education & Consultation Medion) dan mengangkat tema “Formulasi Ransum Self Mixing Peternak Layer”.

Dalam pemaparan materi disampaikan bahwa pemilihan mencampur pakan sendiri (self mixing) atau menggunakan konsentrat atau pakan komplit, menjadi pertimbangan antara keuntungan dan risiko. Kunci keberhasilan dalam mencampur pakan, yaitu 4P. Mulai dari penerimaan bahan, perhitungan formulasi, pencampuran, dan pemberian pakan pada ternak. Materi yang disampaikan menjadi informasi sekaligus wawasan baru bagi peserta. Terlihat dari antusiasme lebih dari 300 peserta yang hadir selama sesi berlangsung.

Selain membahas mengenai formulasi ransum self mixing, Medion juga pernah memberikan edukasi di Mimbar Trobos sebelumnya mengenai Efektivitas Herbal untuk Kesehatan Unggas, Penyakit Bakterial pada Unggas, dan Waspada AI Kembali Mengancam. Ini merupakan bukti nyata Medion terus aktif dalam memberikan informasi dan edukasi terkini mengenai dunia peternakan.

Medion Raih Penghargaan Indo Livestock Innovation Award 2023

FOto 1 e1765955534646

Pada acara pembukaan Indo Livestock Expo & Forum 2023 di Grand City Convex, Surabaya, Indonesia, Medion sebagai perusahaan yang memproduksi produk kesehatan ternak, berhasil meraih penghargaan Indo Livestock Innovation Award 2023. Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Pengembangan Peternakan Indonesia (YAPPI) bekerjasama dengan PT Napindo Media Ashatama dan didukung Kementerian Pertanian, serta Kementerian Hukum dan HAM. Terdapat 42 peserta yang mendaftar baik perguruan tinggi, lembaga riset, lembaga pemerintah, asosiasi, maupun pelaku usaha yang berkompetisi untuk mendapatkan pengakuan atas hasil karya inovatif dalam program penghargaan di bidang peternakan dan kesehatan hewan.

Pemilihan pemenang award dilakukan melalui serangkaian proses penilaian secara ketat dan independen oleh dewan juri yang berasal dari lembaga perguruan tinggi dan pemerintah serta asosiasi profesional yang beranggotakan antara lain Prof. Dr. Ir. Erika B. Laconi, MS., Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA., Prof. Dr. drh. C.A. Nidom, MS., Dr. Ir. Tri Prartono, M.Sc., Dr. Ir. Riwantoro, MM. Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi dilanjutkan dengan tahap desk review secara kualitatif dan kuantitatif untuk memilih 10 (sepuluh) nominee untuk diproses ke tahapan selanjutnya, yaitu verifikasi lapangan terhadap 6 terbaik dari 10 nominee. Tahapan terakhir, dewan juri menetapkan 3 pemenang inovasi terbaik yang berhak menerima Indolivestock Innovation Award 2023.

Medion dengan Tim Pengembangan Produk yang handal dan solid menjawab tantangan di industri kesehatan ternak dengan terus berinovasi menciptakan produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan peternak. Salah satu inovasi yang dihasilkan yaitu produk Mediherba, rangkaian produk herbal berkualitas terbuat dari kandungan ekstrak herbal alami pilihan dengan dosis tepat melalui kajian ilmiah, uji stabilitas, uji quality control yang ketat dan terjamin efektivitasnya karena telah dibuktikan dengan pengujian pada hewan target. Medion memulai pengembangan produk herbal sejak tahun 2011 dan hingga saat ini telah menghasilkan 18 produk herbal dan masih akan terus berinovasi mengembangkan produk herbal lainnya.

Melalui produk FASBRO salah satu produk Mediherba, Medion berhasil meraih “Widhi Catha Satwa Nugraha”. FASBRO dinilai oleh Dewan Juri memenuhi kriteria produk inovatif yang meliputi kebaruan, Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI), implementasi, serta faktor keberlanjutan. Selain diuji secara internal, efektivitas FASBRO untuk meningkatkan performa ayam broiler dan kadar kolesterol daging juga telah diuji oleh Universitas Diponegoro, Jawa Tengah pada tahun 2019. Selain itu, Medion juga telah berhasil mendapatkan berbagai penghargaan antara lain sebagai Produsen Obat Herbal terbanyak dan Produsen Dalam Negeri Terproduktif dari BBPMSOH, serta meraih Peringkat Biru pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Peter Yan selaku komisaris Medion hadir untuk menerima penghargaan dan mengungkapkan latar belakang terciptanya produk inovatif, FASBRO. Menurutnya, Indonesia memiliki aneka ragam tumbuhan herbal yang dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan produktivitas ternak. FASBRO mengandung ekstrak herbal yang terbukti bermanfaat untuk menekan Feed Conversion Ratio (FCR), meningkatkan bobot badan dan meningkatkan kualitas daging (jumlah daging lebih banyak dan lebih rendah kolesterol) sehingga menguntungkan bagi peternak dan lebih sehat bagi konsumen.

Keberhasilan Medion dalam meraih Indo Livestock Innovation Award 2023 menjadi pemacu untuk terus berinovasi menghasilkan produk kesehatan ternak yang berkualitas dan bermanfaat bagi industri peternakan Indonesia di masa kini dan masa yang akan datang.

Mutasi Virus Avian Influenza Terpantau Lewat Surveilans

Foto untuk Artikel Dinding Acem 3 q8zt2c9f7rqmdhb14tl2ltm71auqgfsy2838l0216y e1765955588163

Hampir 20 tahun sejak pertama kali merebak pada Agustus 2003, industri perunggasan di Indonesia belum bisa terlepas dari kasus virus Avian Influenza (AI). Bahkan selama kurun waktu 20 tahun tersebut, virus AI telah berulang kali mengalami mutasi/perubahan. Hal ini tentu menjadi tantangan bersama bagi seluruh stakeholder yang terlibat, terutama dalam pengendalian penyakit baik pada penerapan biosekuriti maupun program vaksinasi.

Mengingat kerugian akibat infeksi virus AI yang besar, tentunya diperlukan pemantauan dan deteksi sedini mungkin penyebaran maupun sirkulasi virus AI. Sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan itu, Medion, sebagai salah satu produsen vaksin AI terdepan di Indonesia, berkomitmen dan secara rutin melakukan monitoring perkembangan virus AI, salah satunya dengan kegiatan surveilans. Menurut WOAH (2018), surveillance atau surveilans merupakan suatu kegiatan pengamatan, pengumpulan data, analisis, serta interpretasi data yang dilakukan secara terus menerus dan sistematis terhadap kejadian dan distribusi penyakit serta faktor-faktor yang mempengaruhinya pada kesehatan hewan dan masyarakat, sehingga tindakan penanggulangan dan pencegahan dapat segera dilakukan dengan lebih efektif.

Kegiatan surveilans yang dilakukan Medion sendiri terdiri dari surveilans aktif dan surveilans pasif. Kegiatan surveilans aktif dilaksanakan sepanjang tahun dengan pengambilan spesimen berupa swab lingkungan kandang dan unggas di lokasi dan atau daerah berisiko, yaitu di peternakan komersial, pasar unggas hidup, serta peternakan yang mengalami dugaan kasus AI. Identifikasi virus AI kemudian dilanjutkan dengan uji biologi molekuler seperti Polymerase Chain Reaction (PCR) serta sekuensing. Sementara itu, aktivitas surveilans pasif dilakukan dengan melakukan pemantauan serologi serta insidensi penyakit sepanjang tahun di sebagian besar wilayah Indonesia.

Pelaksanaan surveilans AI secara efektif memberikan informasi persebaran virus lapang sehingga diharapkan semua pemangku kepentingan dapat meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah persebaran kasus penyakit. Salah satu contoh keberhasilan surveilans yang dilakukan tim Medion yaitu penemuan virus AI H5N1 clade 2.3.4.4b di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan pada April 2022 lalu. Sebagai bentuk tanggung jawab Medion untuk berperan aktif pada program kesehatan unggas nasional, temuan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah melalui forum Influenza Virus Monitoring (IVM) yang diselenggarakan di Yogyakarta tanggal 14 – 16 November 2022. Penemuan virus AI clade 2.3.4.4b tersebut menjadi penting karena merupakan yang pertama di Indonesia, sehingga pemerintah dan semua sektor industri terkait dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus ini di peternakan maupun ke manusia, mengingat virus ini berpotensi menjadi penyakit zoonosis.

Temuan AI H5N1 clade 2.3.4.4b ini menambah daftar panjang riwayat virus AI H5N1 di Indonesia. Pada kemunculan pertamanya di tahun 2003, virus AI H5N1 di Indonesia teridentifikasi sebagai clade 2.1 dan kemudian menjadi penyakit endemik. Perubahan karakter virus selanjutnya terjadi pada tahun 2012 saat virus AI H5N1 clade 2.3 berhasil diisolasi dari sampel ayam dan itik. Sejak saat itu, virus ini menjadi virus yang dominan bersirkulasi di seluruh wilayah Indonesia selama hampir 10 tahun, hingga akhirnya ditemukan virus AI H5N1 dari clade 2.3.4.4b di wilayah Kalimantan Selatan.

Program surveilans yang dilakukan Medion merupakan wujud komitmen Medion dalam memberikan, mengembangkan, dan memperkenalkan kreasi produk, layanan, solusi, jangkauan distribusi dan sistem penunjang yang baru, secara lengkap dan menyeluruh, dari berbagai aspek di semua sektor bisnisnya sehingga Medion mampu memberikan nilai tambah dan kontribusi yang optimal untuk semua pemangku kepentingan.