AVI & Medion Perkuat Pasar Internasional Melalui VIV Asia 2025

VIV Asia adalah salah satu pameran peternakan terbesar di ASIA, yang diadakan setiap dua tahun sekali. Kali ini, VIV Asia berlangsung pada 12-14 Maret 2025 di IMPACT Arena, Exhibition Center, Bangkok, Thailand. Diikuti lebih dari 1.200 perusahaan peternakan mancanegara, untuk kesekian kalinya AVI (Arthavena International) sebagai agen ekspor Medion turut berpartisipasi dengan membuka stand pameran produk Medion.
Menghadirkan Produk Unggulan & Mempererat Hubungan dengan Pelanggan
Berbagai produk unggulan Medion dipamerkan disana, seperti Medivac, produk vaksin, Mediherba, produk herbal serta Medionpet, produk Pets (obat kutu, obat cacing untuk kucing dan anjing, pet food, dan pasir kucing). Produk-produk tersebut mendapatkan respon positif dari pengunjung, terbukti dari banyaknya permintaan informasi yang diterima, baik sebelum, selama, maupun setelah pameran.
Dalam kesempatan ini selain berpartisipasi sebagai exhibitor, AVI juga mengajak tim Medion, distributor dan pelanggan dari berbagai negara untuk mempererat hubungan baik melalui jamuan makan malam bersama. Selain bersilaturahmi, mereka juga diajak berdiskusi terkait produk baru serta tantangan di lapangan guna meningkatkan peluang kerja sama yang lebih luas.
Peluang Strategis dan Kolaborasi
Keikutsertaan dalam VIV Asia 2025 ini bersamaan juga dengan digelarnya pameran MEAT PRO dan HORTI AGRI NEXT. Hal ini memberikan kesempatan bagi Medion untuk menjajaki peluang kolaborasi yang lebih besar dan bervariasi serta menggali potensi pasar baru di luar negeri
Selain itu, tim AVI sebagai agen ekspor Medion juga mengajak para distributor dan pelanggan luar negeri, serta pengunjung pameran potensial membahas mengenai langkah-langkah strategis jangka panjang khususnya dalam pengembangan produk-produk inovatif Medion.
Melalui kegiatan pameran ini, harapannya dapat memperluas jangkauan pasar internasional dan ikut berkontribusi pada kemajuan industri peternakan global. Dalam 2-3 tahun ke depan, Medion melalui AVI menargetkan untuk merambah lebih dari 30 negara tujuan ekspor. Dengan demikian, bukan hanya membesarkan nama perusahaan di kancah pasar internasional tetapi Medion juga ikut mengharumkan nama negara Indonesia.
Medion Meraih Sertifikasi CPOIB: Bukti Kualitas Fasilitas Produksi Premiks dan Probiotik Ikan Medion

Medion sebagai perusahaan yang memproduksi bergerak dalam di bidang kesehatan hewan dan ikan, baru saja meraih sertifikasi Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik (CPOIB) untuk ruang lingkup premiks dan probiotik. Dua jenis produk tersebut memiliki peranan penting dalam mendukung kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mendongkrak produktivitas industri perikanan. Dalam mengembangkan produknya, Medion berkomitmen menghasilkan produk yang berkualitas dan memenuhi standar terbaik sesuai Pedoman CPOIB yang tercantum pada Perdirjen Perikanan Budidaya No 187 tahun 2023.
Audit CPOIB dilaksanakan tanggal 13-14 November 2024 oleh auditor Bapak Anak Agung Gede Eka Susila, S. Pi., M.Sc, dan Andriani D. E, SH dari UPT Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Bandung, serta drh. Adam Saba Anggara dari BPPMHKP Pusat. Audit diawali dengan pembukaan, pengecekan ke gudang bahan baku, fasilitas produksi, lab uji mutu, gudang produk jadi dan fasilitas pendukung berupa WTP (Water Treatment Plant), dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Hal ini dilakukan untuk memastikan proses produksi dari mulai penerimaan bahan baku hingga produk dirilis sesuai dengan standar yang berlaku, dan pengelolaan limbah yang tidak mencemari lingkungan sekitar.
Dilanjutkan dengan audit dokumen yang mencakup pemeriksaan rekam jejak produksi, dokumentasi prosedur standar operasional, dan kesesuaian antara dokumen dengan praktik di lapangan. Kemudian ditutup dengan penyampaian hasil audit. Auditor menyampaikan bahwa fasilitas produksi premiks dan probiotik Medion telah sesuai dengan standar yang diharapkan, dan menyampaikan saran-saran perbaikan ke depan.
Akhirnya sertifikat CPOIB lingkup Premiks dan Probiotik berhasil didapatkan oleh Medion dengan kategori P1 yang merupakan nilai tertinggi. Dengan diperolehnya sertifikasi CPOIB, Medion berharap dapat terus berkomitmen dalam memberikan produk yang inovatif melalui proses yang telah terstandardisasi dengan baik dan menjaga standar tinggi pada setiap produk yang dihasilkan. Melalui standar kualitas yang terus dijaga dan ditingkatkan, Medion siap untuk mendukung pertumbuhan industri perikanan Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.
Buktikan Komitmen pada Kualitas dan Standar Internasional, Medion Sukses Gelar Virtual GMP Inspection Pertama

Mengutamakan mutu dan kualitas menjadi komitmen Medion dalam menghasilkan produknya. Terbukti dengan diraihnya sertifikasi GMP (Good Manufacturing Practice) baik dalam skala nasional maupun internasional.
Pada 31 Oktober 2024, untuk pertama kalinya Medion melaksanakan inspeksi GMP secara virtual dari negara Pakistan. Inspeksi yang diadakan oleh Drug Regulatory Authority of Pakistan (DRAP) ini dalam rangka sertifikasi ulang sertifikat GMP yang dimiliki Medion sebagai syarat registrasi produk ke Pakistan.
Kegiatan dimulai dengan pengenalan personil dan Company profile Medion oleh Andri Yulius sebagai Assistant Manager for International Market dan Apt. Agung Setiawan, S. Farm selaku Biological Product Quality Assurance Assistant Manager. Setelah itu, dilanjutkan dengan virtual plant tour menggunakan Live Cam untuk menunjukkan proses produksi vaksin, mulai dari penyiapan bahan baku hingga penyimpanan di gudang produk jadi, dan diakhiri dengan sesi tanya jawab dari inspektur.
Hasil inspeksi menunjukkan bahwa fasilitas produksi vaksin Medion telah memenuhi persyaratan sesuai dengan standar GMP. Tim DRAP yang diwakili oleh Dr. Qurban Ali sebagai Expert Member – Registration Board dan Mr. Muhammad Zubair Masood selaku Deputy Director (PE&R) DRAP menyampaikan bahwa mereka puas dengan fasilitas produksi vaksin yang dimiliki Medion
Medion mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Besar harapan dengan adanya pemanfaatan teknologi ini dapat menjadi ajang bagi Medion untuk membuka peluang baru dan melakukan ekspansi bisnis karena terbukti Medion sudah mumpuni untuk melakukan Virtual GMP Inspection dengan baik. Medion juga akan terus berkomitmen dalam menyediakan produk vaksin yang lengkap dan berkualitas baik sehingga mampu untuk bersaing di kancah internasional.
Kunjungan Gabungan Mahasiswa Farmasi ke Medion, Eksplorasi Industri Farmasi Veteriner

Pada 7 Oktober 2024, Medion mendapat kunjungan dari gabungan mahasiswa jurusan farmasi ke pabrik Medion, Cimareme, Bandung. Sebanyak 35 mahasiswa farmasi dari berbagai universitas di Indonesia, diantaranya Institut Teknologi Bandung, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Islam Bandung, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Islam Indonesia.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan plant tour, dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai Pharmaceutical Product oleh Annisa Novita Nurisma, S.ST dan Apt. Retno Widiastuti, S.Farm (Quality System Assurance) serta pemaparan materi mengenai Biological Product juga disampaikan oleh Apt. Agung Setiawan Yahya S.Farm (Quality System Assurance Assistant Manager). Selanjutnya, ada pemberian study case lewat studium generale oleh Apt. Haikal Arif., S.Farm (Technical Manager Ananta) dengan tema “Product Management : Revealing Pharmacist Role from Product Creation to Market Launch of Pharmaceutical Products”.
Sebagai penutup, mahasiswa dibagi ke dalam kelompok sesuai dengan almamater universitasnya untuk melakukan Campus Talk bersama para alumni yang telah bekerja di Medion. Dilakukan sharing session mengenai gambaran kerja, peluang karir, dan pengalaman semasa kuliah untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Kegiatan ini mendapat sambutan dan respon yang hangat dari peserta. Salah satunya dari Ananda Dhuhwiandri Berliandin Putri selaku mahasiswi UGM, menurutnya kunjungan ini sangat bermanfaat sangat bagi mahasiswa yang akan lulus dalam waktu dekat karena dapat membuka pengetahuan mengenai prospek kerja dan jenjang karir di industri farmasi. Ditambahkan pula oleh Mazaya Auliya Fikra dari ITB yang menyampaikan bahwa materi yang diberikan mengenai industri farmasi yang luas dan setiap pemateri sangat interaktif.
Melalui kegiatan ini, Medion berharap dapat menambah dan meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai industri farmasi veteriner serta memberikan gambaran mengenai peranan mahasiswa jurusan farmasi di Medion.
Medion Berpartisipasi dalam 67th Annual Meeting American Association ofAvian Pathologists (AAAP) di Amerika Serikat

Medion kembali berpartisipasi dalam konferensi skala internasional pada 67th Annual Meeting American Association of Avian Pathologists (AAAP) dengan tema “Maintaining Intestinal Health with Non-Antibiotic Compounds”. Diselenggarakan pada 9-11 Juli 2024 di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat. Dihadiri oleh lebih dari 700 peserta yang berasal dari berbagai universitas, institusi riset, perusahaan, dan pemerintah.
Perwakilan Medion, Elly Setiawaty berkesempatan untuk menjadi salah satu pembicara dan membawakan topik mengenai “Cross-Protection Study of Inactivated H5N1 2.3.2.1c Vaccine against Novel H5N1 2.3.4.4b Virus Circulating in Indonesia”. Selain itu, Beliau juga membagikan pengalaman Medion dalam melakukan pengembangan vaksin AI (Avian Influenza) yang menjadi solusi bagi wabah AI H5N1 2.3.4.4b
Titer HI yang diinduksi oleh vaksin 2.3.2.1c pada 3 minggu pasca vaksinasi lebih rendah dibandingkan titer vaksin 2.3.4.4b (3.8 vs 8.2). Antibodi yang dihasilkan oleh vaksin 2.3.2.1c saja tidak mampu menekan viral shedding. Pemakaian vaksin 2.3.2.1c pada 1 dosis dapat melindungi terhadap kematian, tetapi tidak dapat menekan penyebaran virus 2.3.4.4b. Hasil studi Medion menunjukkan tingkat imunitas silang yang rendah antara H5N1 2.3.2.1c dan 2.3.4.4b. Hal ini dapat digunakan untuk surveilans berbasis seroprevalens untuk mengindikasi adanya tantangan H5N1 2.3.4.4b pada ayam yang hanya divaksinasi H5N1 2.3.2.1c.
Saat ini, wabah virus HPAI clade 2.3.4.4b sudah menjadi isu global. Virus HPAI dari clade baru tersebut ditemukan di Indonesia pada akhir 2022 sampai 2023. Medion memberikan studi perbandingan mengenai protektivitas vaksin H5N1 clade 2.3.2.1c dan 2.3.4.4b terhadap tantangan isolat lapang baru dari clade 2.3.4.4b. Vaksin homolog dari clade 2.3.4.4b menunjukkan tingkat proteksi PD50 yang lebih tinggi dibandingkan vaksin heterolog dari clade 2.3.2.1c. Pemberian 1 dosis vaksin 2.3.2.1c pada ayam SPF (Specific Pathogen Free) memberikan proteksi sub-optimal terhadap tantangan 2.3.4.4b. Vaksin tersebut mampu menekan mortalitas dan gejala klinis, tetapi menunjukkan serokonversi.
Kasus H5N1 2.3.4.4b yang tidak banyak ditemukan di Indonesia pada tahun ini, sebagai efek penggunaan vaksin 2.3.2.1c yang masih mampu menekan mortalitas dan gejala klinis. Maka dari itu, pentingnya pemakaian vaksin homolog yang mampu memberikan proteksi utuh terhadap tantangan clade 2.3.4.4b. Adapun setelah pemaparan materi, sesi dilanjutkan dengan QnA dari audiens.
Medion sebagai produsen vaksin unggas di Indonesia terus berkomitmen untuk dapat memberikan manfaat bagi dunia peternakan dan mendukung kemajuan kesehatan hewan di Indonesia maupun skala global. Hal ini sejalan dengan misi Medion untuk memberikan kontribusi kepada seluruh pemangku kepentingan.
Medion Kembali Hadir di Indo Livestock

Pada Senin, 24 November 2025, Medion menerima kunjungan mahasiswa dari 13 perguruan tinggi, yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Islam Bandung, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Islam Indonesia, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Jember. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman langsung mengenai industri farmasi veteriner melalui sesi pemaparan company profile, plant tour, dan Studium Generale terkait peran farmasis dalam pengembangan produk kesehatan hewan.
Para peserta menyampaikan bahwa agenda ini informatif dan relevan, terutama karena topik farmasi veteriner belum banyak dibahas di perkuliahan. Semua rangkaian acara mendapat apresiasi tinggi karena masing-masing memberikan gambaran dan pengalaman berbeda mengenai jalur karier, dinamika kerja, dan lingkungan industri.
Kunjungan ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa farmasi mengenai peluang profesi di sektor veteriner dan sekaligus memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri. Medion berharap inisiatif ini terus menjadi wadah pengembangan talenta baru yang siap berkontribusi dalam menjawab kebutuhan kesehatan hewan di masa yang akan datang.
Medion Mendapatkan Apresiasi Eksportir dari Kedutaan Besar Republik Indonesia Manila

Medion terus berkomitmen untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan juga inovatif untuk memenuhi kebutuhan seluruh peternak. Melalui jaringan distribusi yang luas, Medion secara aktif terus memperluas distribusi ke berbagai negara, mulai dari Asia hingga Afrika.
Pada tanggal 9 Juli 2024, Kedutaan Besar RI Manila mengadakan jamuan makan dalam acara “Familiarization Trip for Specialty Coffee dan Cacao Filipino Buyers”, di De Paviljoen Hotel. Kegiatan tersebut terlaksana guna memperkuat potensi ekspor ke Filipina. Medion sebagai salah satu eksportir diundang untuk hadir dalam acara tersebut. Dalam kegiatan ini Duta besar Manila memberikan apresiasi kepada Medion sebagai perusahaan yang aktif memberikan kontribusinya sebagai eksportir produk kesehatan hewan yang lengkap dan berkualitas.
Selain melakukan ekspor, Medion juga secara aktif memberikan edukasi skala internasional baik itu teknis maupun non teknis. Medion juga turut memberikan sumbangsih hasil riset dalam kegiatan konferensi internasional serta kerja sama dengan instansi/lembaga internasional.
Medion berharap dengan diberikanya apresiasinya ini mampu mengembangkan pasar dan bisa mempererat hubungan bilateral antara dua negara. Untuk informasi mengenai kerja sama dengan Medion dalam skala internasional, dapat diakses melalui: https://www.medionfarma.co.id/kemitraan/.
Medion Resmikan Gedung Bacterial Production

Dalam rangka menambah kapasitas produksi, pengembangan produk baru, dan pemenuhan fasilitas produksi sesuai regulasi, maka pada tanggal 7 Mei 2024, Medion meresmikan bangunan baru untuk fasilitas produksi Bacterial Production yang berlokasi di Cimareme, Padalarang, Bandung. Gedung yang dibangun sesuai syarat GMP ini juga menambah mesin produksi yaitu Fermenter, agar dapat meningkatkan kapasitas serta menunjang lini produksi baru, yaitu enzim dan probiotik.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Jonas Jahja dan Amalia Jonas selaku founder Medion serta Melina Jonas selaku Biological Product Director Medion. Dihadiri oleh lebih dari 50 orang meliputi Board of Directors, Top Management, serta tim project Medion. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Project Leader dan Project Coordinator, lalu peserta diajak plant tour fasilitas gedung dan diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama.
Medion juga menambahkan dua fitur baru pada gedung ini. Pertama, dilengkapi dengan building management system untuk menarik data lebih up to date terkait parameter produksi utama dan utility (water, steam, compressed air, dan lainnya). Kedua, adanya fermenter dengan fitur lebih up to date yang mengakomodir kebutuhan produk bakterial, enzym dan probiotik
Medion berharap melalui Gedung Bacterial Production ini, dapat menghasilkan produk-produk inovatif sehingga dapat menjawab kebutuhan kesehatan ternak di Indonesia. Didukung dengan komitmen untuk mengembangkan ide dan inovasi agar dapat bermanfaat bagi perusahaan dan masyarakat luas.
Libas Habis Kolibasilosis

Beni Ludianto, manager plasma peternakan ayam pedaging Agus Black Hoe Farm membagikan pengalamannya dalam mengatasi serangan bakteri E. coli saat dihubungi Infovet.
Lebih dari tiga tahun, Beni berkecimpung dalam bidang peternakan ayam pedaging. “Awalnya hanya satu kandang closed house berlantai tiga dengan kapasitas 60.000 ekor. Kemudian, menambah satu kandang lagi dengan kapasitas yang sama,” papar peternak yang tinggal di kota Ngawi itu.
Kini, Beni sedang dalam proses untuk menambah satu kandang closed house lagi berkapasitas 75.000 ekor. “Jadi dua kandang sudah ada di Kecamatan Kasreman dan satu tambahan di Kecamatan Pitu, Desa Kali Kangkung, semuanya ada di Kabupaten Ngawi,” imbuh Beni yang sebelumya justru berpengalaman bekerja di bidang pertanian.
Lulusan STM tahun 2008 itu, memulai usahanya dari nol dan tak ada pengalaman sebelumnya sehingga ia bingung ketika ayam peliharaannya yang berumur dua minggu banyak mengalami kematian. “Ayam lesu, tak mau makan, pertumbuhan berhenti dan kematian lebih dari 8.000 ekor dari populasi 60.000 ekor atau hampir 14%,” ceritanya.
Dalam menghadapi masalah pada ternaknya ia selalu berkonsultasi dengan pihak kemitraan dan dipertemukan dengan personil dari Medion. Setelah ada kunjungan ke farm dari personil Medion, akhirnya Beni memahami faktor penyebab bakteri E. coli sampai berkembang biak di farm-nya. Outbreak kolibasilosis terjadi akibat rendahnya sanitasi dan kebersihan kandang dikarenakan bakteri E. coli sangat mudah mencemari lingkungan kandang. Penularannya dapat terjadi secara vertikal melalui saluran reproduksi induk ayam. Telur yang menetas kemudian akan menghasilkan DOC yang tercemar bakteri E. coli di dalam ususnya. Sedangkan penularan horizontal, salah satunya dapat melalui kontak dengan bahan atau peralatan kandang yang tercemar. Penularan biasanya terjadi secara oral melalui ransum atau air minum yang terkontaminasi feses yang mengandung E. coli atau melalui debu yang tercemar E. coli.
Ia juga menjadi paham cara untuk mengatasi penyakit kolibasilosis di peternakannya. Seperti yang ia lakukan yaitu memberikan treatment pada air minum dengan menggunakan klorin dan melakukan desinfeksi kandang dua hari sekali secara rutin. Selain itu penting juga melakukan manajemen litter supaya tidak basah atau lembab dan mengatur sirkulasi di dalam kadang dengan baik.
Penanganan kolibasilosis dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik seperti REMISIN. Penggunaan REMISIN dengan dosis 0,2 gr/kg berat badan yang diberikan dua kali sehari, sore dan malam hari terbukti mampu menekan kematian akibat kasus kolibasilosis hingga 3%. Dalam melakukan penanganan penyakit bakterial seperti kolibasilosis, Beni melakukan rolling dari penggunaan REMISIN ke obat antibiotika lain dari golongan yang berbeda, misalnya antibiotik golongan Fluoroquinolon setelah tiga kali periode pengobatan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotika.
“Untuk mengatasi kolibasilosis yang bisa menyerang ayam di semua umur, saya menggunakan REMISIN pada air minum ayam yang sakit sejak DOC chick-in di kandang. Saya berharap kasus kematian terus turun dengan kualitas obat yang terjaga dan ditingkatkan,” tukasnya.
Selain itu, ia juga akan terus fokus menambah populasi ayamnya karena dengan begitu akan menambah lapangan pekerjaan di daerah kelahirannya. Kegigihan dan pengalaman serta kinerjanya patut diapresiasi, seperti ketika Beni tuntas melibas habis kasus kolibasilosis melalui manajemen pemeliharaan yang ketat. (ADV)