Penggunaan antibiotik secara terus-menerus dapat mengakibatkan resistensi antimikroba dan menimbulkan residu pada daging dan telur yang dihasilkan. Maka dari itu, penggunaan produk herbal terstandar menjadi alternatif untuk menghasilkan pangan yang aman.

Pemberian produk herbal sebagai pengobatan alternatif memiliki banyak manfaat bagi kesehatan ternak. Produk herbal dimanfaatkan untuk mengurangi penggunaan antibiotik atau obat-obatan kimia yang berlebihan pada ayam. Hal tersebut dikhawatirkan akan mengakibatkan resistensi bila pemberiannya tidak sesuai aturan secara terus menerus dan menimbulkan residu pada hasil ternak yang dihasilkan.

Produk herbal dikenal memiliki berbagai kandungan zat bioaktif yang dihasilkan dari ekstraksi tumbuhan yang berkhasiat dan mampu berfungsi sebagai suplemen, antibakteri, antiparasit, maupun antiprotozoa.

Dalam menjaga kualitas produk ternak, penggunaan produk herbal juga dilakukan oleh H. Asrul Saleh, pemilik Puncak Ternak KK, Peternak layer asal Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Keluarga H. Asrul memulai beternak sejak tahun 1989 dengan populasi yang terus bertambah hingga mencapai ratusan ribu ekor saat ini. Ia menceritakan bahwa kondisi lingkungan menjadi tantangan tersendiri baginya. Penyakit CRD, Coryza dan Colibacillosis menjadi penyakit yang seringkali muncul di peternakannya.

“Frekuensi terkena penyakit ini sangat sering terjadi dikarenakan kandang kami menggunaan kandang terbuka yang mengakibatkan rentan terkena penyakit. Munculnya penyakit ini sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan lingkungan sekitar. Kami dulu sering menggunakan obat-obatan kimia atau antibiotik untuk pengobatan,” jelasnya.

Seiring dengan berkembangnya ilmu kesehatan di peternakan dan adanya pelarangan penggunaan AGP oleh pemerintah, sejak itu H. Asrul sudah mulai mewaspadai penggunaan antibiotik karena bahaya resistensi antimikroba jika terus-menerus digunakan. Oleh karena itu, H. Asrul pun kemudian berkonsultasi dengan personel Medion untuk mengatasi hal tersebut.

“Kami sangat terbantu karena direkomendasikan menggunakan produk herbal dari Medion untuk mengatasi penyakit-penyakit yang muncul, dan ternyata sama efektifnya dengan penggunaan obat kimia,” tuturnya.

Sejak hadirnya produk FITHERA, H. Asrul beralih menggunakan produk tersebut karena sudah terjamin mutunya dengan bahan baku pilihan dan telah terstandar melalui pengujian pra klinis. FITHERA merupakan obat alami cair mengandung ekstrak herbal yang bekerja mempercepat penyembuhan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

“Penggunaannya pun sangat mudah, dengan menggunakan dosis 0,4 ml/kg bobot badan untuk penyakit CRD, Coryza, dan Colibacillosis. FITHERA dapat diberikan selama 7 hari berturut-turut. Kemudian untuk penanganan lainnya dengan menerapkan biosekuriti yang ketat agar ternak lebih terjaga,” terang Asrul.

Selama menggunakan FITHERA, H. Asrul merasakan efektivitas produk yang memang terbukti. Penggunaan produk-produk Medion lainnya pun sangat membantu menjaga kesehatan ternaknya. Menurutnya, sejak pertama beternak dirinya sudah menggunakan produk-prroduk Medion untuk melindungi peternakan layer miliknya.

Berdasarkan pengalamannya selama ini, FITHERA dapat mendukung pengobatan yang diberikan, membuat nafsu makan ayam kembali normal, dan produksi pun dapat tercapai. Keuntungan lainnnya yang didapatkan adalah telur yang dihasilkan bebas dari residu obat-obatan sehingga lebih berkualitas dan aman untuk dikonsumsi.

H. Asrul pun sangat terbantu dengan mudah didapatkannya produk-produk Medion khususnya FITHERA. Ia selalu merekomendasikan FITHERA kepada sesama rekan peternak lainnya di Sidrap. “Tidak ada yang mengharapkan adanya penyakit. Namun semoga Medion selalu menghadirkan produk berkualitas bagi ternak-ternak kami, teruslah berinovasi untuk menghasilkan produk-produk herbal yang bermanfaat bagi para peternak Indonesia,” pungkasnya.

Sumber : Majalah Poultry Indonesia, Februari 2021

Produk Herbal Tuntas Atasi Penyakit Bakteri

Leave a Reply

Your email address will not be published.

three − 3 =