Medion Raih Penghargaan Indo Livestock Innovation Award 2023

Pada acara pembukaan Indo Livestock Expo & Forum 2023 di Grand City Convex, Surabaya, Indonesia, Medion sebagai perusahaan yang memproduksi produk kesehatan ternak, berhasil meraih penghargaan Indo Livestock Innovation Award 2023. Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Pengembangan Peternakan Indonesia (YAPPI) bekerjasama dengan PT Napindo Media Ashatama dan didukung Kementerian Pertanian, serta Kementerian Hukum dan HAM. Terdapat 42 peserta yang mendaftar baik perguruan tinggi, lembaga riset, lembaga pemerintah, asosiasi, maupun pelaku usaha yang berkompetisi untuk mendapatkan pengakuan atas hasil karya inovatif dalam program penghargaan di bidang peternakan dan kesehatan hewan.
Pemilihan pemenang award dilakukan melalui serangkaian proses penilaian secara ketat dan independen oleh dewan juri yang berasal dari lembaga perguruan tinggi dan pemerintah serta asosiasi profesional yang beranggotakan antara lain Prof. Dr. Ir. Erika B. Laconi, MS., Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA., Prof. Dr. drh. C.A. Nidom, MS., Dr. Ir. Tri Prartono, M.Sc., Dr. Ir. Riwantoro, MM. Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi dilanjutkan dengan tahap desk review secara kualitatif dan kuantitatif untuk memilih 10 (sepuluh) nominee untuk diproses ke tahapan selanjutnya, yaitu verifikasi lapangan terhadap 6 terbaik dari 10 nominee. Tahapan terakhir, dewan juri menetapkan 3 pemenang inovasi terbaik yang berhak menerima Indolivestock Innovation Award 2023.
Medion dengan Tim Pengembangan Produk yang handal dan solid menjawab tantangan di industri kesehatan ternak dengan terus berinovasi menciptakan produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan peternak. Salah satu inovasi yang dihasilkan yaitu produk Mediherba, rangkaian produk herbal berkualitas terbuat dari kandungan ekstrak herbal alami pilihan dengan dosis tepat melalui kajian ilmiah, uji stabilitas, uji quality control yang ketat dan terjamin efektivitasnya karena telah dibuktikan dengan pengujian pada hewan target. Medion memulai pengembangan produk herbal sejak tahun 2011 dan hingga saat ini telah menghasilkan 18 produk herbal dan masih akan terus berinovasi mengembangkan produk herbal lainnya.
Melalui produk FASBRO salah satu produk Mediherba, Medion berhasil meraih “Widhi Catha Satwa Nugraha”. FASBRO dinilai oleh Dewan Juri memenuhi kriteria produk inovatif yang meliputi kebaruan, Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI), implementasi, serta faktor keberlanjutan. Selain diuji secara internal, efektivitas FASBRO untuk meningkatkan performa ayam broiler dan kadar kolesterol daging juga telah diuji oleh Universitas Diponegoro, Jawa Tengah pada tahun 2019. Selain itu, Medion juga telah berhasil mendapatkan berbagai penghargaan antara lain sebagai Produsen Obat Herbal terbanyak dan Produsen Dalam Negeri Terproduktif dari BBPMSOH, serta meraih Peringkat Biru pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Peter Yan selaku komisaris Medion hadir untuk menerima penghargaan dan mengungkapkan latar belakang terciptanya produk inovatif, FASBRO. Menurutnya, Indonesia memiliki aneka ragam tumbuhan herbal yang dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan produktivitas ternak. FASBRO mengandung ekstrak herbal yang terbukti bermanfaat untuk menekan Feed Conversion Ratio (FCR), meningkatkan bobot badan dan meningkatkan kualitas daging (jumlah daging lebih banyak dan lebih rendah kolesterol) sehingga menguntungkan bagi peternak dan lebih sehat bagi konsumen.
Keberhasilan Medion dalam meraih Indo Livestock Innovation Award 2023 menjadi pemacu untuk terus berinovasi menghasilkan produk kesehatan ternak yang berkualitas dan bermanfaat bagi industri peternakan Indonesia di masa kini dan masa yang akan datang.
Mutasi Virus Avian Influenza Terpantau Lewat Surveilans

Hampir 20 tahun sejak pertama kali merebak pada Agustus 2003, industri perunggasan di Indonesia belum bisa terlepas dari kasus virus Avian Influenza (AI). Bahkan selama kurun waktu 20 tahun tersebut, virus AI telah berulang kali mengalami mutasi/perubahan. Hal ini tentu menjadi tantangan bersama bagi seluruh stakeholder yang terlibat, terutama dalam pengendalian penyakit baik pada penerapan biosekuriti maupun program vaksinasi.
Mengingat kerugian akibat infeksi virus AI yang besar, tentunya diperlukan pemantauan dan deteksi sedini mungkin penyebaran maupun sirkulasi virus AI. Sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan itu, Medion, sebagai salah satu produsen vaksin AI terdepan di Indonesia, berkomitmen dan secara rutin melakukan monitoring perkembangan virus AI, salah satunya dengan kegiatan surveilans. Menurut WOAH (2018), surveillance atau surveilans merupakan suatu kegiatan pengamatan, pengumpulan data, analisis, serta interpretasi data yang dilakukan secara terus menerus dan sistematis terhadap kejadian dan distribusi penyakit serta faktor-faktor yang mempengaruhinya pada kesehatan hewan dan masyarakat, sehingga tindakan penanggulangan dan pencegahan dapat segera dilakukan dengan lebih efektif.
Kegiatan surveilans yang dilakukan Medion sendiri terdiri dari surveilans aktif dan surveilans pasif. Kegiatan surveilans aktif dilaksanakan sepanjang tahun dengan pengambilan spesimen berupa swab lingkungan kandang dan unggas di lokasi dan atau daerah berisiko, yaitu di peternakan komersial, pasar unggas hidup, serta peternakan yang mengalami dugaan kasus AI. Identifikasi virus AI kemudian dilanjutkan dengan uji biologi molekuler seperti Polymerase Chain Reaction (PCR) serta sekuensing. Sementara itu, aktivitas surveilans pasif dilakukan dengan melakukan pemantauan serologi serta insidensi penyakit sepanjang tahun di sebagian besar wilayah Indonesia.
Pelaksanaan surveilans AI secara efektif memberikan informasi persebaran virus lapang sehingga diharapkan semua pemangku kepentingan dapat meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah persebaran kasus penyakit. Salah satu contoh keberhasilan surveilans yang dilakukan tim Medion yaitu penemuan virus AI H5N1 clade 2.3.4.4b di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan pada April 2022 lalu. Sebagai bentuk tanggung jawab Medion untuk berperan aktif pada program kesehatan unggas nasional, temuan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah melalui forum Influenza Virus Monitoring (IVM) yang diselenggarakan di Yogyakarta tanggal 14 – 16 November 2022. Penemuan virus AI clade 2.3.4.4b tersebut menjadi penting karena merupakan yang pertama di Indonesia, sehingga pemerintah dan semua sektor industri terkait dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus ini di peternakan maupun ke manusia, mengingat virus ini berpotensi menjadi penyakit zoonosis.
Temuan AI H5N1 clade 2.3.4.4b ini menambah daftar panjang riwayat virus AI H5N1 di Indonesia. Pada kemunculan pertamanya di tahun 2003, virus AI H5N1 di Indonesia teridentifikasi sebagai clade 2.1 dan kemudian menjadi penyakit endemik. Perubahan karakter virus selanjutnya terjadi pada tahun 2012 saat virus AI H5N1 clade 2.3 berhasil diisolasi dari sampel ayam dan itik. Sejak saat itu, virus ini menjadi virus yang dominan bersirkulasi di seluruh wilayah Indonesia selama hampir 10 tahun, hingga akhirnya ditemukan virus AI H5N1 dari clade 2.3.4.4b di wilayah Kalimantan Selatan.
Program surveilans yang dilakukan Medion merupakan wujud komitmen Medion dalam memberikan, mengembangkan, dan memperkenalkan kreasi produk, layanan, solusi, jangkauan distribusi dan sistem penunjang yang baru, secara lengkap dan menyeluruh, dari berbagai aspek di semua sektor bisnisnya sehingga Medion mampu memberikan nilai tambah dan kontribusi yang optimal untuk semua pemangku kepentingan.
Medion Meraih Sertifikat Akreditasi ISO 17025 (Kompetensi Uji Laboratorium)

PT Medion Farma Jaya khususnya Laboratorium Serologi divisi Animal and Agriculture Laboratory & Testing (AALT) secara resmi meraih Sertifikat ISO 17025 sebagai lembaga pengujian dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor akreditasi LP-1809-IDN. Hal itu disampaikan KAN melalui Surat Keputusan Akreditasi bernomor 646/3.a.1/LAB/06.2023 pada tanggal 7 Juni 2023. Dengan terbitnya sertifikat ini, maka PT Medion Farma Jaya berhasil mendapatkan pengakuan KAN sebagai laboratorium penguji yang kompeten dan telah secara konsisten menerapkan SNI ISO/IEC 17025 : 2017 (ISO/IEC 17025 : 2017).
Medion mengajukan proses akreditasi pada bulan Januari 2023 dengan ruang lingkup uji serologi utamanya metode HA/HI Test. Sebagai tindak lanjut pengajuan tersebut, kemudian KAN melakukan serangkaian kegiatan asesmen lapangan pada tanggal 9 – 10 Februari 2023 di Laboratorium Serologi divisi AALT, Bandung.
Pencapaian ini menjadi bukti komitmen Medion dalam menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas bagi konsumen. Hal ini sejalan dengan misi perusahaan yakni menyediakan solusi yang inovatif dan menyeluruh melalui penelitian, teknologi, serta tim yang profesional dalam memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Medion Kembali Meraih Penghargaan Wajib Pajak

Pada tanggal 14 Juni 2023 bertempat di The Trans Hotel, Bandung, Medion menghadiri acara Tax Gathering 2023 yang diselenggarakan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Bandung. Acara ini merupakan bentuk apresiasi negara kepada perusahaan, baik BUMN maupun swasta yang sudah taat berkontribusi dalam pelaporan dan pembayaran pajak. Ketaatan dalam pembayaran pajak dinilai menjadi salah satu bentuk penyokong pembangunan bangsa dan negara yang nyata.
Acara dihadiri oleh 72 wajib pajak, dimana 10 diantaranya menerima penghargaan sebagai wajib pajak yang patuh menjalankan kewajiban perpajakan. PT Medion Farma Jaya dan PT Medion Ardhika Bhakti menjadi 2 diantara perusahaan yang menerima penghargaan tersebut. Penghargaan diberikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat I Erna Sulistyowati dan Kepala KPP Madya Bandung Nandang Hidayat.
Keberhasilan dalam meraih penghargaan ini menjadi bukti komitmen Medion dalam memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk kepada negara. Kepatuhan dalam kewajiban pembayaran pajak merupakan aksi nyata yang dilakukan Medion untuk mendukung program kerja pemerintah.
Medion Kembali Raih PROPER Biru

Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup atau disingkat PROPER kembali diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Program ini bertujuan mendorong ketaatan sektor industri untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dalam menjalankan usahanya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Peraturan lingkungan hidup yang digunakan sebagai dasar penilaian saat ini adalah peraturan yang berkaitan dengan persyaratan dokumen lingkungan dan pelaporannya, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, serta pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Program PROPER yang rutin dilaksanakan setiap tahun dan sudah berlangsung selama 25 tahun ini mengalami peningkatan jumlah peserta di tahun 2021-2022. Tercatat ada kenaikan sebesar 23% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 3200 perusahaan yang tercatat sebagai peserta, 1.180 diantaranya merupakan perusahaan agro industri, 1.356 perusahaan manufaktur prasarana jasa, dan 664 perusahaan pertambangan energi migas.
PT Medion Farma Jaya sebagai salah satu peserta PROPER 2021-2022 kembali meraih peringkat Biru. Ini merupakan penghargaan ke-2 yang berhasil diraih setelah sebelumnya mendapat peringkat yang sama untuk periode tahun 2020-2021. Dalam acara penganugerahan PROPER 2021-2022, wakil Presiden RI, K.H. Ma’ruf Amin menyampaikan harapannya agar semakin banyak perusahaan yang menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Medion terbukti konsisten dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup sejalan dengan pengembangan usahanya. Medion pun berkomitmen untuk terus melanjutkan inovasi dan juga kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya melaksanakan pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kendalikan Serangan Penyakit Koksidiosis

Melalui pengelolaan manajemen kandang yang baik dan pemberian obat yang tepat dapat menjaga ternak terhindar dari koksidiosis
Salah satu ancaman yang sering dihadapi peternak dan dapat mengakibatkan kerugian besar adalah munculnya serangan penyakit koksidiosis. Koksidiosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit protozoa yang termasuk dalam genus Eimeria. Koksidiosis dapat menyebabkan kerusakan saluran pencernaan terutama usus halus dan sekum. Hal ini berdampak terhadap proses pencernaan dan penyerapan nutrisi yang tidak optimal. Serangan koksidiosis juga akan menimbulkan efek imunosupresif sehingga ayam menjadi rentan terhadap infeksi penyakit lainnya.
Adanya penyakit koksidiosis ini menjadi perhatian Khanif Winarno selaku Koordinator Idaman KL, salah satu peternakan yang berlokasi di Batulawang, Sukamukti, Kota Banjar, Jawa Barat. Khanif menceritakan pengalamannya dalam beternak ayam pejantan yang telah ia mulai sejak tahun 2008. Ia mengatakan bahwa peternakannya telah berkembang sangat pesat dalam 14 tahun terakhir ini. Berawal dari ribuan ekor ayam. Saat ini telah mencapai ratusan ribu ekor ayam pejantan dan telah tersebar mitra di berbagai wilayah Banjar.
Khanif menambahkan bahwa Kota Banjar merupakan wilayah yang strategis untuk melakukan usaha budi daya ayam pejantan. “Disini mobilisasi sangat strategis, kita dapat memasarkan ayam ke wilayah Jawa Tengah maupun Jawa Barat. Selain itu, akses mobilitas mudah sehingga dapat menjangkau pasar DKIJakarta,” tambah Khanif.
Namun, munculnya serangan penyakit koksidiosis sangat mengganggu proses budi daya ayam penjantan di Idaman KL. “Penyakit ini menyerang saluran cerna sehingga penyerapan nutrisi tidak optimal Hal ini sangat berdampak secara ekonomi karena bobot ayam yang diharapkan tidak tercapai,” ujar Khanif.
Perlunya manajemen kandang yang baik
Khanif menjelaskan bahwa jenis kandang yang dikelolanya menggunakan kandang postal yang langsung berada di permukaan tanah.
“Jenis kandang kami masih terbilang tradisional, peternakannya saling berdekatan dengan peternakan lainnya dan banyak ayam liar milik warga yang sering datang ke kandang menyebabkan penyakit koksidiosis dan E.coli kerap terjadi di peternakan kami,” jelas Khanif.
Ia pun menambahkan bahwa penyakit koksidiosis ini rentan terjadi pada ayam umur di bawah 30 hari. Gejala yang terlihat berupa diare, lesu, penyerapan nutrisi rendah, target performa tidak tercapai, feses berubah warnadan berdarah.
Selain itu, ketika terjadi kasus kokdisiosis ayam akan rentan terkena penyakit lainnya. Khanif mengatakan bahwa peternakannya pernah terkena koksidiosis bersamaan dengan munculnya penyakit Gumboro sehingga mengakibatkan tingkat kematian yang sangat tinggi.
“Kondisi kandang yang masih tradisional mengakibatkan frekuensi ter-serang koksidiosis cukup tinggi, yakni 3-4 kali dalam satu tahun. Kejadian koksidiosis di kandang kami dan mitra bisa menyerang sekitar 30% – 50% dari total populasi. Hal ini tentu menjadi perhatian kami untuk melakukan perbaikan manajemen pemeliharaan dan kandang dengan memperbaiki sistem sanitasi, penggantian sekam, sistem ventilasi dan lainnya,” terang Khanif.
Cocok gunakan TOLTRADEX
“Sebelumnya untuk mengatasi penyakit tersebut saya menggunakan produk lain, namun hasilnya kurang efektif dan membutuhkan waktu pengobatan yang lama. Produk tersebut membutuhkan waktu dan biaya yang cukup tinggi. Saya pun beralih untuk menggunakan produk dari Medion. Atas arahan personil Medion di lapangan, saya melakukan pengobatan koksidiosis dengan menggunakan TOLTRADEX. Berbeda dengan produk lain, jika menggunakan TOLTRADEX dengan dosis 0,14 ml per kg bobot ayam selama 2 hari berturut-turut, koksidiosis pun dapat teratasi,” ungkap Khanif. Selain itu, ia juga mendapat saran untuk melakukan perbaikan manajemen di kandangnya.
Khanif telah menggunakan TOLTRADEX selama satu tahun terakhir. Menurutnya, TOLTRADEX efektif mengatasi koksidiosis dan penggunaannya sangat efisien. Hal ini menjadi pertimbangan Khanif untuk beralih menggunakan produk dari Medion.
“Saya mengamati bahwa menjaga kesehatan sistem pencernaan sangat penting. Jika sistem pencernaan diperbaiki maka semua penyakit bisa sembuh. Setelah menggunakan TOLTRADEX dan melakukan perbaikan manajemen kandang, ayam kami semakin terjaga dan terhindar dari koksidiosis serta penyakit lainnya,” ungkap Khanif.
“Kami sangat merekomendasikan penggunaan TOLTRADEX untuk mengatasi koksidiosis. Dengan TOLTRADEX ayam menjadi sehat dan bobot badan ayam tercapai optimal,” ujarnya.
Ia melanjutkan bahwa pelayanan personil Medion sangat baik, rajin, dan cepat tanggap serta selalu memberikan informasi perkembangan penyakit dan riset yang telah dilakukan Medion. Selain itu, ketersediaan produk-produk Medion sangat mudah didapatkan. Ia berharap, Medion dapat terus membuat produk-produk yang berkualitas dan inovatif untuk membantu peternak mengatasi penyakit yang sering menyerang di peternakan.
Medion Berikan Edukasi Penyakit Terkini pada Peternak di Sukabumi

On Monday, 24 November 2025, Medion welcomed pharmacy students from 13 universities, including Bandung Institute of Technology (Institut Teknologi Bandung), Padjadjaran University (Universitas Padjadjaran), Jenderal Soedirman University (Universitas Jenderal Soedirman), Universitas Jenderal Achmad Yani, Bandung Islamic University (Universitas Islam Bandung), Ahmad Dahlan University (Universitas Ahmad Dahlan), Muhammadiyah University of Yogyakarta (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Muhammadiyah University of Surakarta (Universitas Muhammadiyah Surakarta), Islamic University of Indonesia (Universitas Islam Indonesia), Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Diponegoro University (Universitas Diponegoro), Universitas Sebelas Maret, and Jember University (Universitas Jember). The initiative was designed to provide comprehensive, first-hand exposure to the veterinary pharmaceutical industry through a company profile presentation, a guided plant tour, and a Studium Generale outlining the strategic role of pharmacists in the development of animal-health products.
Participants noted that the program was highly informative and relevant, particularly because veterinary pharmacy is rarely covered in academic curricula. Each segment of the agenda received strong appreciation for offering distinct perspectives on potential career paths, workplace dynamics, and the industrial working environment.
The visit broadened students’ understanding of professional opportunities within the veterinary sector and further strengthened collaborative ties between academic institutions and industry. Medion hopes this initiative will continue to serve as a strategic platform for cultivating future-ready talent capable of contributing to evolving needs in the animal health industry.
Medion Terima Kunjungan Kementerian Pertanian Malaysia

Pada tanggal 5 Mei 2023 Medion menerima kunjungan YB Datuk Dr. Abdul Rahman bin Ismail bersama timnya dari Ministry of Food Industry, Commodity and Regional Development (M-FICORD), dan Department of Veterinary Services (DVS) Sarawak, Malaysia. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung berbagai fasilitas juga teknologi yang dimiliki oleh Medion, serta produk-produk yang dihasilkan terutama vaksin Avian Influenza (AI). Medivac, produk vaksin Medion sudah teregistrasi di Sarawak dan digunakan oleh peternak – peternak di wilayah Malaysia Timur.
Kegiatan yang berlangsung di Cimareme, Bandung, Bandung, diawali dengan sambutan dari Peter Yan, Komisaris Medion dan perkenalan perwakilan dari M-FICORD dan DVS. Kemudian disampaikan presentasi “Control Strategies of Avian Influenza H9N2 in Indonesia” oleh drh. Debby Saraswati, Biological Product Technical Support Medion. Pada sesi kedua drh. Ernawati, staf Pengawasan Obat Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia mempresentasikan “AI Situation and The Registration of Animal Drugs in Indonesia.”
Kegiatan dilanjutkan dengan plant tour ke beberapa fasilitas terbaru Medion, yakni Animal Health Research Center (AHRC) yang menjadi pusat riset dan pengembangan produk terbaru. Para tamu sangat terkesan dengan produk-produk Medion, karena menggunakan bahan baku berkualitas serta memiliki fasilitas laboratorium yang canggih. Selain itu penerapan manajemen cold chain yang baik memastikan kualitas vaksin tetap terjaga sampai ke tangan konsumen.
Plant tour diakhiri dengan kunjungan ke lantai produksi poultry equipment. Para tamu menyaksikan secara langsung proses produksi berbagai produk berbahan dasar plastik seperti tempat pakan dan minum ayam, juga produksi botol vaksin. Selain itu diperlihatkan pula proses pengemasan produk hingga siap dikirim kepada konsumen.
Perwakilan M-FICORD menyampaikan kesan yang positif selama berkunjung. Medion dinilai sudah memiliki fasilitas produksi berbasis riset, serta proses quality control yang ketat sehingga seluruh produk yang dihasilkan berkualitas tinggi. Dengan adanya kunjungan ini diharapkan produk-produk Medion semakin terpercaya dan lebih dikenal khususnya oleh para peternak Malaysia dan sekitarnya. Medion berkomitmen untuk menghasilkan produk-produk berkualitas dan inovatif yang dapat menjawab kebutuhan seluruh peternak serta secara aktif akan terus memperluas cakupan distribusi ke lebih banyak negara.
Medion Berikan Edukasi Wabah HPAI Terkini

H5N1 merupakan salah satu subtipe dari penyakit Avian Influenza yang masuk dalam golongan HPAI (Highly Pathogenic Avian Influenza). Istilah ini menjadi semakin sering terdengar seiring makin maraknya berita terkait penyebaran wabah AI di berbagai wilayah di dunia. Selain itu Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) memperingatkan bahwa virus H5N1 memiliki kecenderungan untuk menjadi infeksi zoonosis yang berarti memiliki potensi untuk menyebar kepada manusia.
Berdasarkan hasil surveilans dan uji yang dilakukan oleh tim Medion, pada tahun 2022 didapati bahwa virus AI isolat H5N1 clade 2.3.4.4b pertama kali terdeteksi di peternakan itik di Kalimantan Selatan. Data menunjukkan dalam kurun waktu 1 minggu angka morbiditas mencapai kisaran 70-90% dan mortalitas 40-60%. Tak berhenti hanya sampai disitu tim Medion tetap melanjutkan monitoring kejadian-kejadian yang ada di lapangan hingga saat ini.
Melalui data yang terkumpul tim Medion menyusun materi edukasi bagi para peternak agar lebih waspada dan siap dalam menghadapi serangan AI. Materi disampaikan oleh drh. Melinda Puspitasari, Biological Product Technical Support Medion dalam acara Mimbar Trobos. drh. Melinda menyampaikan dalam usaha pencegahan penyakit AI, penting untuk memperketat biosecurity, menghindari penyakit imunosupresan, serta pemberian vaksin dan multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak.
Acara berlangsung pada tanggal 17 April 2023 dan diikuti oleh 249 peserta secara daring. Peserta berasal dari berbagai kalangan seperti peternak, praktisi hingga akademisi. Melalui berbagai program edukasi, Medion terus menjalankan komitmennya untuk menghadirkan solusi kesehatan ternak yang inovatif dan holistik.