Generated by Rank Math SEO, this is an llms.txt file designed to help LLMs better understand and index this website. # PT Medion Farma Jaya: One Health Solution ## Sitemaps [XML Sitemap](https://www.medionfarma.co.id/sitemap_index.xml): Includes all crawlable and indexable pages. ## Posts - [Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik (CPOIB) – Obat Ikan Alami](https://www.medionfarma.co.id/cara-pembuatan-obat-ikan-yang-baik-cpoib-obat-ikan-alami/) - [Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik (CPOIB) – Premiks](https://www.medionfarma.co.id/cara-pembuatan-obat-ikan-yang-baik-cpoib-premiks/) - [Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik (CPOIB) – Probiotik](https://www.medionfarma.co.id/cara-pembuatan-obat-ikan-yang-baik-cpoib-probiotik/) - [Medion Dukung Pengembangan Pendidikan dan Industri Perikanan melalui Kerja Sama dengan FPIK Universitas Padjadjaran](https://www.medionfarma.co.id/medion-dukung-pengembangan-pendidikan-dan-industri-perikanan-melalui-kerja-sama-dengan-fpik-universitas-padjadjaran/): Pada Selasa, 7 Juli 2026, Medion turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-21 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang diselenggarakan di Aula Gedung 3 FPIK UNPAD, Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Partisipasi ini merupakan wujud komitmen Medion dalam memperluas kontribusi di sektor perikanan melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan. - [Medion Perkuat Kolaborasi melalui Kunjungan Gabungan Mahasiswa Kedokteran Hewan](https://www.medionfarma.co.id/medion-perkuat-kolaborasi-melalui-kunjungan-gabungan-mahasiswa-kedokteran-hewan/): Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan hewan, pada 29 Juni 2026, Medion kembali menyelenggarakan Kunjungan Gabungan Mahasiswa Kedokteran Hewan dari berbagai universitas di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Cimareme, Padalarang, Bandung ini diikuti oleh mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Airlangga (UNAIR), dan Universitas Padjadjaran (UNPAD). - [Rayakan Usia Emas, Medion Raih Penghargaan Stan Terbaik di Indo Livestock 2026 Expo & Forum](https://www.medionfarma.co.id/rayakan-usia-emas-medion-raih-penghargaan-stan-terbaik-di-indo-livestock-2026-expo-forum/): Merayakan hari jadinya yang ke-50 pada 1 Juni 2026 lalu, Medion menandai usia emas tersebut dengan berpartisipasi dalam pameran peternakan internasional bergengsi, Indo Livestock 2026 Expo & Forum yang diselenggarakan pada tanggal 16-18 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 Tangerang. - [Ministry of Agriculture of Republic of Iraq](https://www.medionfarma.co.id/veterinary-department-ministry-of-agriculture-republic-of-iraq/) - [Inspeksi GMP Irak Perkuat Langkah Medion di Pasar Timur Tengah](https://www.medionfarma.co.id/inspeksi-gmp-irak-perkuat-langkah-medion-di-pasar-timur-tengah/): Langkah Medion dalam memperluas jangkauan pasar internasional semakin terbuka dengan diperolehnya sertifikat Good Manufacturing Practice (GMP) dari Veterinary Department, Ministry of Agriculture, Republic of Iraq. Sertifikasi ini menjadi salah satu syarat penting dalam proses registrasi produk agar vaksin dan obat kesehatan hewan Medion dapat dipasarkan di negara tersebut. Sebelumnya, pada 16 Februari 2026, auditor dari kementerian tersebut melakukan inspeksi GMP di fasilitas produksi PT Medion Farma Jaya. - [Medion Raih Sertifikasi Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik (Obat Alami)](https://www.medionfarma.co.id/medion-raih-sertifikasi-cara-pembuatan-obat-ikan-yang-baik-obat-alami/): PT Medion Farma Jaya berhasil memperoleh Sertifikasi Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik (CPOIB) untuk ruang lingkup Obat Alami dengan hasil Memuaskan (P1 – Tingkat Satu). Sertifikasi ini diberikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan setelah pelaksanaan audit pada 20 Januari 2026. - [Medion Farma Jaya Lepas Ekspor Perdana Produk Farmasetik ke Taiwan, Zambia, dan Mesir](https://www.medionfarma.co.id/medion-farma-jaya-lepas-ekspor-perdana-produk-farmasetik-ke-taiwan-zambia-dan-mesir/): Medion Farma Jaya kembali memperluas jangkauan pasar internasional melalui ekspor produk farmasetik ke beberapa negara tujuan baru - [Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik (CPOIB)](https://www.medionfarma.co.id/cpoib/) - [SNI ISO/IEC 17025:2017](https://www.medionfarma.co.id/sni-iso-iec-170252017/) - [Vitesel C Peningkat Fertilitas, Produktivitas, dan Daya Tahan Tubuh](https://www.medionfarma.co.id/vitesel-c-peningkat-fertilitas-produktivitas-dan-daya-tahan-tubuh/) - [Anti Radang Efektif Untuk Unggas](https://www.medionfarma.co.id/iklan-inflagrin-template/) - [Western Poultry Disease Conference (WPDC)](https://www.medionfarma.co.id/western-poultry-disease-conference-wpdc/) - [ISO 9001:2015](https://www.medionfarma.co.id/iso-90012015/) - [ISO 14001:2015](https://www.medionfarma.co.id/iso-140012015/) - [Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik (CPOHB)](https://www.medionfarma.co.id/cara-pembuatan-obat-hewan-yang-baik-cpohb/) - [PT Medion Farma Jaya Meraih Penghargaan Outstanding Service Excellent Award](https://www.medionfarma.co.id/pt-medion-farma-jaya-meraih-penghargaan-outstanding-service-excellent-award/): Pada 14 November 2025, PT Medion Farma Jaya meraih penghargaan “Outstanding Service Excellent” untuk kategori Perusahaan dengan Pelayanan Kerja Sama Terbaik dalam kegiatan Forum Kerja Sama Industri (FOKERSI) di SMKN 1 Cimahi. Sebagai mitra industri, PT Medion Farma Jaya telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung pengembangan kompetensi siswa melalui berbagai program seperti rekrutmen lulusan, kegiatan PKL, dan program CSR. - [Eksplorasi Industri Farmasi Veteriner: Kunjungan Mahasiswa Farmasi ke Medion](https://www.medionfarma.co.id/eksplorasi-industri-farmasi-veteriner-kunjungan-mahasiswa-farmasi-ke-medion/): Pada Senin, 24 November 2025, Medion menerima kunjungan mahasiswa dari 13 perguruan tinggi, yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Islam Bandung, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Islam Indonesia, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Jember. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman langsung mengenai industri farmasi veteriner melalui sesi pemaparan company profile, plant tour, dan Studium Generale terkait peran farmasis dalam pengembangan produk kesehatan hewan. Para peserta menyampaikan bahwa agenda ini informatif dan relevan, terutama karena topik farmasi veteriner belum banyak dibahas di perkuliahan. Semua rangkaian acara mendapat apresiasi tinggi karena masing-masing memberikan gambaran dan pengalaman berbeda mengenai jalur karier, dinamika kerja, dan lingkungan industri. Kunjungan ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa farmasi mengenai peluang profesi di sektor veteriner dan sekaligus memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri. Medion berharap inisiatif ini terus menjadi wadah pengembangan talenta baru yang siap berkontribusi dalam menjawab kebutuhan kesehatan hewan di masa yang akan datang. - [PT Medion Farma Jaya Raih 3 Penghargaan dari BBPMSOH](https://www.medionfarma.co.id/pt-medion-farma-jaya-raih-3-penghargaan-dari-bbpmsoh/): Pada Rabu, 15 Oktober 2025, Balai Besar Pengujian Mutu Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) menyelenggarakan Forum Komunikasi Pelayanan Publik yang digelar di Gedung Semeru, BBPPMVP Bisnis dan Pariwisata, Depok. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan serta mengevaluasi standar pelayanan publik yang telah ditetapkan dan menjadi wadah strategis bagi stakeholder untuk berdiskusi dan meningkatkan kolaborasinya. - [Penerimaan Sampel Terbanyak BBPMSOH (2025)](https://www.medionfarma.co.id/penghargaan-penerimaan-sampel-terbanyak-bbpmsoh-2025/) - [Penerimaan Negara Terbanyak BBPMSOH (2025)](https://www.medionfarma.co.id/penerimaan-negara-terbanyak-bbpmsoh-2025/) - [GMP Inspection secara Virtual dari Drug Regulatory Authority of Pakistan (DRAP) ke PT Medion Farma Jaya](https://www.medionfarma.co.id/virtual-gmp-inspection-by-pakistans-drug-regulatory-authority-drap-at-pt-medion-farma-jaya/): Pada 4 September 2025, Medion menjalani inspeksi secara virtual lagi dari Drug Regulatory Authority of Pakistan (DRAP) untuk fasilitas produksi Vaksin Inaktif. Kegiatan ini sebagai bagian dari proses perpanjangan registrasi produk Medion yang existing maupun untuk registrasi produk baru di Pakistan, yang mensyaratkan kelulusan inspeksi Good Manufacturing Practice (GMP) dari otoritas terkait. Inspeksi ini melibatkan Dr. Muhammad Zubair Masood (Deputy Director BE&R) dan Dr. Muhammad Ashfaq (Deputy Director MDMC) sebagai inspektor dari DRAP, juga hadir tim distributor Medion di Pakistan dan tim AVI (Arthavena International Pte Ltd.) sebagai agen ekspor produk Medion serta tim internal Medion. Agenda dimulai dengan pemaparan company profile Medion dan produk biologik, dilanjutkan dengan tur virtual ke area produksi, mulai dari fasilitas penyiapan bahan baku dan peralatan produksi, lanjut ke proses produksi vaksin, quality control, packaging, storage hingga ke fasilitas laboratorium dan animal testing. Inspektor terlihat sangat puas dengan kelancaran jalannya inspeksi dan waktu selesainya inspeksi, dan inspektor berkesimpulan bahwa fasilitas dan ruang produksi vaksin yang dimiliki oleh Medion tertata dengan baik, bersih, dan memenuhi standar kualifikasi internasional. Inspektor sangat mengapresiasi kerjasama dari tim Medion yang bisa memberikan penjelasan secara jelas, tegas dan terstruktur sehingga proses inspeksinya bisa berjalan lancar. Sebelumnya, DRAP telah mengakui dan mensertifikasi fasilitas produksi Vaksin Aktif Medion pada tahun 2024 lalu. Dengan kelanjutan inspeksi fasilitas Vaksin Inaktif ini bisa menjadi peluang yang lebih luas bagi Medion sebagai perusahaan kesehatan hewan dalam meningkatkan ekspor produk vaksinnya ke Pakistan dan menjadi solusi bagi permasalahan kesehatan unggas di Pakistan serta memperkuat posisi Medion di pasar internasional. - [Medion Sambut Kunjungan dari UNITAR International University dan Universitas Kristen Maranatha](https://www.medionfarma.co.id/medion-sambut-kunjungan-dari-unitar-international-university-dan-universitas-kristen-maranatha/): Pada 28 Agustus 2025, untuk pertama kalinya Medion menerima kunjungan akademik dari UNITAR International University (Malaysia) dan Universitas Kristen Maranatha. Selain mempererat kerja sama akademik dan industri antar keduanya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Short Course dari pihak akademisi yang bertujuan memberikan pengalaman praktis tentang dunia industri, khususnya dalam bidang bisnis dan kesehatan hewan serta menjadi pengembangan wawasan lintas negara. Kegiatan yang berlangsung di Medion, Cimareme, Bandung ini diawali dengan pemaparan Company Profile Medion oleh Alia Samsiah, S.M. selaku HRD Assistant Manager. Kemudian, dilanjutkan sesi pengenalan bisnis dari PT Sarwada Parna Ananta yang merupakan salah satu satu sister company Medion yang disampaikan oleh Apt. Haikal Arif, S.Farm selaku Marketing Manager PT Sarwada Parna Ananta. Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 18 peserta, yang terdiri dari mahasiswa dan dosen dari kedua universitas. Para peserta yang hadir berinteraksi aktif dan hangat dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Medion berharap kegiatan ini dapat menjadi pintu awal bagi terjalinnya kemitraan yang lebih strategis antara Medion dan institusi pendidikan, sekaligus mendorong penguatan kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi tantangan profesional di masa depan. - [Medion Ajak Mahasiswa Kedokteran Hewan Kenali Industri Farmasi Veteriner](https://www.medionfarma.co.id/medion-ajak-mahasiswa-kedokteran-hewan-kenali-industri-farmasi-veteriner/): Medion kembali mengadakan kunjungan gabungan untuk mahasiswa kedokteran hewan. Sebanyak 37 mahasiswa dari berbagai universitas hadir, diantaranya Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Acara yang berlangsung pada 19 Mei 2025 kemarin, dimulai dengan pengenalan Company Profile Medion, lalu dilanjutkan dengan pemutaran video dan plant tour Pharmaceutical Product. Setelah itu, terdapat pemaparan materi bertema “Langkah Strategis Medion terhadap Pengembangan Industri Peternakan di Indonesia” yang disampaikan oleh drh. Astuti Cipardani selaku Technical Education & Consultation Medion. Kegiatan diakhiri dengan sesi campus talk yang memberi ruang diskusi interaktif antara peserta dengan para alumni. Pengalaman Berkesan dan Edukatif Bersama Medion Salah satu perwakilan peserta, M. Ridwan dari Universitas Gadjah Mada menyampaikan bahwa “Kegiatan ini sangat luar biasa—komprehensif, informatif, dan memberikan pengalaman yang berkesan. Saya mendapatkan wawasan mendalam mengenai sejarah dan kontribusi Medion di industri veteriner. Mulai dari produk-produk unggulan hingga peran strategisnya di bidang kesehatan hewan. Kegiatan plant tour benar-benar membuka pandangan saya terhadap proses produksi di industri farmasi veteriner. Ditambah, para pembicara yang responsif serta fasilitas yang nyaman membuat suasana belajar sangat interaktif dan menyenangkan. Semoga kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan. Jika ada kesempatan berikutnya, saya ingin menjadi yang pertama mendaftar dan sangat berharap bisa menjadi bagian dari Medion di masa depan.” Para peserta lainnya pun sangat antusias dan menyampaikan bahwa mereka mendapatkan wawasan baru yang inspiratif dan konkret mengenai peran dokter hewan dalam industri farmasi veteriner serta memahami lebih dalam berbagai peluang karier yang bisa dijajaki di masa depan. Kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen Medion dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan dunia pendidikan. Melalui sinergi ini, diharapkan dapat memperoleh gambaran langsung tentang dunia industri serta memberikan gambaran nyata mengenai peran dan prospek karir di industri farmasi veteriner. - [Medion Menerima Penghargaan PROPER BIRU](https://www.medionfarma.co.id/medion-menerima-penghargaan-proper-biru/): Medion berkomitmen untuk menerapkan salah satu nilainya dalam Medion Care, yaitu Noble Organization. Dimana kegiatan operasional perusahaan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Melalui surat Keputusan Kementerian Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 129 Tahun 2025, Medion kembali meraih penghargaan PROPER Peringkat Biru Periode 2023-2024. Diikuti oleh 4.495 perusahaan, penghargaan ini bertujuan agar perusahaan lebih bertanggung jawab dalam melakukan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Terdapat tantangan baru dalam proses penilaian PROPER kali ini. Perubahan peraturan dan persyaratan memacu perusahaan untuk memenuhinya melalui inovasi serta perbaikan berkesinambungan dalam kegiatan pengelolaan lingkungan hidup. Namun melalui komitmennya, Medion berhasil menjawab tantangan tersebut dengan melaksanaan pengelolaan lingkungan hidup sesuai peraturan dan persyaratan yang berlaku secara efektif dan efisien. Selain itu, Medion juga memenuhi ketaatan semua kriteria dalam Pengelolaan & Pemantauan Lingkungan Hidup, Pengendalian Pencemaran Air, Pengendalian Pencemaran Udara, dan Pengelolaan Limbah B3. - [Peringkat Biru PROPER KLHK Republik Indonesia (2023 – 2024)​](https://www.medionfarma.co.id/peringkat-biru-proper-klhk-republik-indonesia-2023-2024/) - [AVI & Medion Perkuat Pasar Internasional Melalui VIV Asia 2025](https://www.medionfarma.co.id/avi-medion-perkuat-pasar-internasional-melalui-viv-asia-2025/): VIV Asia adalah salah satu pameran peternakan terbesar di ASIA, yang diadakan setiap dua tahun sekali. Kali ini, VIV Asia berlangsung pada 12-14 Maret 2025 di IMPACT Arena, Exhibition Center, Bangkok, Thailand. Diikuti lebih dari 1.200 perusahaan peternakan mancanegara, untuk kesekian kalinya AVI (Arthavena International) sebagai agen ekspor Medion turut berpartisipasi dengan membuka stand pameran produk Medion. Menghadirkan Produk Unggulan & Mempererat Hubungan dengan Pelanggan Berbagai produk unggulan Medion dipamerkan disana, seperti Medivac, produk vaksin, Mediherba, produk herbal serta Medionpet, produk Pets (obat kutu, obat cacing untuk kucing dan anjing, pet food, dan pasir kucing). Produk-produk tersebut mendapatkan respon positif dari pengunjung, terbukti dari banyaknya permintaan informasi yang diterima, baik sebelum, selama, maupun setelah pameran. Dalam kesempatan ini selain berpartisipasi sebagai exhibitor, AVI juga mengajak tim Medion, distributor dan pelanggan dari berbagai negara untuk mempererat hubungan baik melalui jamuan makan malam bersama. Selain bersilaturahmi, mereka juga diajak berdiskusi terkait produk baru serta tantangan di lapangan guna meningkatkan peluang kerja sama yang lebih luas. Peluang Strategis dan Kolaborasi Keikutsertaan dalam VIV Asia 2025 ini bersamaan juga dengan digelarnya pameran MEAT PRO dan HORTI AGRI NEXT. Hal ini memberikan kesempatan bagi Medion untuk menjajaki peluang kolaborasi yang lebih besar dan bervariasi serta menggali potensi pasar baru di luar negeri Selain itu, tim AVI sebagai agen ekspor Medion juga mengajak para distributor dan pelanggan luar negeri, serta pengunjung pameran potensial membahas mengenai langkah-langkah strategis jangka panjang khususnya dalam pengembangan produk-produk inovatif Medion. Melalui kegiatan pameran ini, harapannya dapat memperluas jangkauan pasar internasional dan ikut berkontribusi pada kemajuan industri peternakan global. Dalam 2-3 tahun ke depan, Medion melalui AVI menargetkan untuk merambah lebih dari 30 negara tujuan ekspor. Dengan demikian, bukan hanya membesarkan nama perusahaan di kancah pasar internasional tetapi Medion juga ikut mengharumkan nama negara Indonesia. - [Medion Meraih Sertifikasi CPOIB: Bukti Kualitas Fasilitas Produksi Premiks dan Probiotik Ikan Medion](https://www.medionfarma.co.id/medion-meraih-sertifikasi-cpoib-bukti-kualitas-fasilitas-produksi-premiks-dan-probiotik-ikan-medion/): Medion sebagai perusahaan yang memproduksi bergerak dalam di bidang kesehatan hewan dan ikan, baru saja meraih sertifikasi Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik (CPOIB) untuk ruang lingkup premiks dan probiotik. Dua jenis produk tersebut memiliki peranan penting dalam mendukung kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mendongkrak produktivitas industri perikanan. Dalam mengembangkan produknya, Medion berkomitmen menghasilkan produk yang berkualitas dan memenuhi standar terbaik sesuai Pedoman CPOIB yang tercantum pada Perdirjen Perikanan Budidaya No 187 tahun 2023. Audit CPOIB dilaksanakan tanggal 13-14 November 2024 oleh auditor Bapak Anak Agung Gede Eka Susila, S. Pi., M.Sc, dan Andriani D. E, SH dari UPT Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Bandung, serta drh. Adam Saba Anggara dari BPPMHKP Pusat. Audit diawali dengan pembukaan, pengecekan ke gudang bahan baku, fasilitas produksi, lab uji mutu, gudang produk jadi dan fasilitas pendukung berupa WTP (Water Treatment Plant), dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Hal ini dilakukan untuk memastikan proses produksi dari mulai penerimaan bahan baku hingga produk dirilis sesuai dengan standar yang berlaku, dan pengelolaan limbah yang tidak mencemari lingkungan sekitar. Dilanjutkan dengan audit dokumen yang mencakup pemeriksaan rekam jejak produksi, dokumentasi prosedur standar operasional, dan kesesuaian antara dokumen dengan praktik di lapangan. Kemudian ditutup dengan penyampaian hasil audit. Auditor menyampaikan bahwa fasilitas produksi premiks dan probiotik Medion telah sesuai dengan standar yang diharapkan, dan menyampaikan saran-saran perbaikan ke depan. Akhirnya sertifikat CPOIB lingkup Premiks dan Probiotik berhasil didapatkan oleh Medion dengan kategori P1 yang merupakan nilai tertinggi. Dengan diperolehnya sertifikasi CPOIB, Medion berharap dapat terus berkomitmen dalam memberikan produk yang inovatif melalui proses yang telah terstandardisasi dengan baik dan menjaga standar tinggi pada setiap produk yang dihasilkan. Melalui standar kualitas yang terus dijaga dan ditingkatkan, Medion siap untuk mendukung pertumbuhan industri perikanan Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan. - [Buktikan Komitmen pada Kualitas dan Standar Internasional, Medion Sukses Gelar Virtual GMP Inspection Pertama](https://www.medionfarma.co.id/buktikan-komitmen-pada-kualitas-dan-standar-internasional-medion-sukses-gelar-virtual-gmp-inspection-pertama/): Mengutamakan mutu dan kualitas menjadi komitmen Medion dalam menghasilkan produknya. Terbukti dengan diraihnya sertifikasi GMP (Good Manufacturing Practice) baik dalam skala nasional maupun internasional. Pada 31 Oktober 2024, untuk pertama kalinya Medion melaksanakan inspeksi GMP secara virtual dari negara Pakistan. Inspeksi yang diadakan oleh Drug Regulatory Authority of Pakistan (DRAP) ini dalam rangka sertifikasi ulang sertifikat GMP yang dimiliki Medion sebagai syarat registrasi produk ke Pakistan. Kegiatan dimulai dengan pengenalan personil dan Company profile Medion oleh Andri Yulius sebagai Assistant Manager for International Market dan Apt. Agung Setiawan, S. Farm selaku Biological Product Quality Assurance Assistant Manager. Setelah itu, dilanjutkan dengan virtual plant tour menggunakan Live Cam untuk menunjukkan proses produksi vaksin, mulai dari penyiapan bahan baku hingga penyimpanan di gudang produk jadi, dan diakhiri dengan sesi tanya jawab dari inspektur. Hasil inspeksi menunjukkan bahwa fasilitas produksi vaksin Medion telah memenuhi persyaratan sesuai dengan standar GMP. Tim DRAP yang diwakili oleh Dr. Qurban Ali sebagai Expert Member – Registration Board dan Mr. Muhammad Zubair Masood selaku Deputy Director (PE&R) DRAP menyampaikan bahwa mereka puas dengan fasilitas produksi vaksin yang dimiliki Medion Medion mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Besar harapan dengan adanya pemanfaatan teknologi ini dapat menjadi ajang bagi Medion untuk membuka peluang baru dan melakukan ekspansi bisnis karena terbukti Medion sudah mumpuni untuk melakukan Virtual GMP Inspection dengan baik. Medion juga akan terus berkomitmen dalam menyediakan produk vaksin yang lengkap dan berkualitas baik sehingga mampu untuk bersaing di kancah internasional. - [Drug Regulatory Authority of Pakistan](https://www.medionfarma.co.id/drug-regulatory-authority-of-pakistan/) - [Kunjungan Gabungan Mahasiswa Farmasi ke Medion, Eksplorasi Industri Farmasi Veteriner](https://www.medionfarma.co.id/kunjungan-gabungan-mahasiswa-farmasi-ke-medion-eksplorasi-industri-farmasi-veteriner/): Pada 7 Oktober 2024, Medion mendapat kunjungan dari gabungan mahasiswa jurusan farmasi ke pabrik Medion, Cimareme, Bandung. Sebanyak 35 mahasiswa farmasi dari berbagai universitas di Indonesia, diantaranya Institut Teknologi Bandung, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Islam Bandung, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Islam Indonesia. Rangkaian kegiatan dimulai dengan plant tour, dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai Pharmaceutical Product oleh Annisa Novita Nurisma, S.ST dan Apt. Retno Widiastuti, S.Farm (Quality System Assurance) serta pemaparan materi mengenai Biological Product juga disampaikan oleh Apt. Agung Setiawan Yahya S.Farm (Quality System Assurance Assistant Manager). Selanjutnya, ada pemberian study case lewat studium generale oleh Apt. Haikal Arif., S.Farm (Technical Manager Ananta) dengan tema “Product Management : Revealing Pharmacist Role from Product Creation to Market Launch of Pharmaceutical Products”. Sebagai penutup, mahasiswa dibagi ke dalam kelompok sesuai dengan almamater universitasnya untuk melakukan Campus Talk bersama para alumni yang telah bekerja di Medion. Dilakukan sharing session mengenai gambaran kerja, peluang karir, dan pengalaman semasa kuliah untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Kegiatan ini mendapat sambutan dan respon yang hangat dari peserta. Salah satunya dari Ananda Dhuhwiandri Berliandin Putri selaku mahasiswi UGM, menurutnya kunjungan ini sangat bermanfaat sangat bagi mahasiswa yang akan lulus dalam waktu dekat karena dapat membuka pengetahuan mengenai prospek kerja dan jenjang karir di industri farmasi. Ditambahkan pula oleh Mazaya Auliya Fikra dari ITB yang menyampaikan bahwa materi yang diberikan mengenai industri farmasi yang luas dan setiap pemateri sangat interaktif. Melalui kegiatan ini, Medion berharap dapat menambah dan meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai industri farmasi veteriner serta memberikan gambaran mengenai peranan mahasiswa jurusan farmasi di Medion. - [Medion Berpartisipasi dalam 67th Annual Meeting American Association ofAvian Pathologists (AAAP) di Amerika Serikat](https://www.medionfarma.co.id/medion-berpartisipasi-dalam-67th-annual-meeting-american-association-ofavian-pathologists-aaap-di-amerika-serikat/): Medion kembali berpartisipasi dalam konferensi skala internasional pada 67th Annual Meeting American Association of Avian Pathologists (AAAP) dengan tema “Maintaining Intestinal Health with Non-Antibiotic Compounds”. Diselenggarakan pada 9-11 Juli 2024 di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat. Dihadiri oleh lebih dari 700 peserta yang berasal dari berbagai universitas, institusi riset, perusahaan, dan pemerintah. Perwakilan Medion, Elly Setiawaty berkesempatan untuk menjadi salah satu pembicara dan membawakan topik mengenai “Cross-Protection Study of Inactivated H5N1 2.3.2.1c Vaccine against Novel H5N1 2.3.4.4b Virus Circulating in Indonesia”. Selain itu, Beliau juga membagikan pengalaman Medion dalam melakukan pengembangan vaksin AI (Avian Influenza) yang menjadi solusi bagi wabah AI H5N1 2.3.4.4b Titer HI yang diinduksi oleh vaksin 2.3.2.1c pada 3 minggu pasca vaksinasi lebih rendah dibandingkan titer vaksin 2.3.4.4b (3.8 vs 8.2). Antibodi yang dihasilkan oleh vaksin 2.3.2.1c saja tidak mampu menekan viral shedding. Pemakaian vaksin 2.3.2.1c pada 1 dosis dapat melindungi terhadap kematian, tetapi tidak dapat menekan penyebaran virus 2.3.4.4b. Hasil studi Medion menunjukkan tingkat imunitas silang yang rendah antara H5N1 2.3.2.1c dan 2.3.4.4b. Hal ini dapat digunakan untuk surveilans berbasis seroprevalens untuk mengindikasi adanya tantangan H5N1 2.3.4.4b pada ayam yang hanya divaksinasi H5N1 2.3.2.1c. Saat ini, wabah virus HPAI clade 2.3.4.4b sudah menjadi isu global. Virus HPAI dari clade baru tersebut ditemukan di Indonesia pada akhir 2022 sampai 2023. Medion memberikan studi perbandingan mengenai protektivitas vaksin H5N1 clade 2.3.2.1c dan 2.3.4.4b terhadap tantangan isolat lapang baru dari clade 2.3.4.4b. Vaksin homolog dari clade 2.3.4.4b menunjukkan tingkat proteksi PD50 yang lebih tinggi dibandingkan vaksin heterolog dari clade 2.3.2.1c. Pemberian 1 dosis vaksin 2.3.2.1c pada ayam SPF (Specific Pathogen Free) memberikan proteksi sub-optimal terhadap tantangan 2.3.4.4b. Vaksin tersebut mampu menekan mortalitas dan gejala klinis, tetapi menunjukkan serokonversi. Kasus H5N1 2.3.4.4b yang tidak banyak ditemukan di Indonesia pada tahun ini, sebagai efek penggunaan vaksin 2.3.2.1c yang masih mampu menekan mortalitas dan gejala klinis. Maka dari itu, pentingnya pemakaian vaksin homolog yang mampu memberikan proteksi utuh terhadap tantangan clade 2.3.4.4b. Adapun setelah pemaparan materi, sesi dilanjutkan dengan QnA dari audiens. Medion sebagai produsen vaksin unggas di Indonesia terus berkomitmen untuk dapat memberikan manfaat bagi dunia peternakan dan mendukung kemajuan kesehatan hewan di Indonesia maupun skala global. Hal ini sejalan dengan misi Medion untuk memberikan kontribusi kepada seluruh pemangku kepentingan. - [Medion Kembali Hadir di Indo Livestock](https://www.medionfarma.co.id/medion-kembali-hadir-di-indo-livestock/): Pada Senin, 24 November 2025, Medion menerima kunjungan mahasiswa dari 13 perguruan tinggi, yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Islam Bandung, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Islam Indonesia, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Jember. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman langsung mengenai industri farmasi veteriner melalui sesi pemaparan company profile, plant tour, dan Studium Generale terkait peran farmasis dalam pengembangan produk kesehatan hewan. Para peserta menyampaikan bahwa agenda ini informatif dan relevan, terutama karena topik farmasi veteriner belum banyak dibahas di perkuliahan. Semua rangkaian acara mendapat apresiasi tinggi karena masing-masing memberikan gambaran dan pengalaman berbeda mengenai jalur karier, dinamika kerja, dan lingkungan industri. Kunjungan ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa farmasi mengenai peluang profesi di sektor veteriner dan sekaligus memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri. Medion berharap inisiatif ini terus menjadi wadah pengembangan talenta baru yang siap berkontribusi dalam menjawab kebutuhan kesehatan hewan di masa yang akan datang. - [Medion Mendapatkan Apresiasi Eksportir dari Kedutaan Besar Republik Indonesia Manila](https://www.medionfarma.co.id/medion-mendapatkan-apresiasi-eksportir-dari-kedutaan-besar-republik-indonesia-manila/): Medion terus berkomitmen untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan juga inovatif untuk memenuhi kebutuhan seluruh peternak. Melalui jaringan distribusi yang luas, Medion secara aktif terus memperluas distribusi ke berbagai negara, mulai dari Asia hingga Afrika. Pada tanggal 9 Juli 2024, Kedutaan Besar RI Manila mengadakan jamuan makan dalam acara “Familiarization Trip for Specialty Coffee dan Cacao Filipino Buyers”, di De Paviljoen Hotel. Kegiatan tersebut terlaksana guna memperkuat potensi ekspor ke Filipina. Medion sebagai salah satu eksportir diundang untuk hadir dalam acara tersebut. Dalam kegiatan ini Duta besar Manila memberikan apresiasi kepada Medion sebagai perusahaan yang aktif memberikan kontribusinya sebagai eksportir produk kesehatan hewan yang lengkap dan berkualitas. Selain melakukan ekspor, Medion juga secara aktif memberikan edukasi skala internasional baik itu teknis maupun non teknis. Medion juga turut memberikan sumbangsih hasil riset dalam kegiatan konferensi internasional serta kerja sama dengan instansi/lembaga internasional. Medion berharap dengan diberikanya apresiasinya ini mampu mengembangkan pasar dan bisa mempererat hubungan bilateral antara dua negara. Untuk informasi mengenai kerja sama dengan Medion dalam skala internasional, dapat diakses melalui: https://www.medionfarma.co.id/kemitraan/. - [Medion Resmikan Gedung Bacterial Production](https://www.medionfarma.co.id/medion-resmikan-gedung-bacterial-production/): Dalam rangka menambah kapasitas produksi, pengembangan produk baru, dan pemenuhan fasilitas produksi sesuai regulasi, maka pada tanggal 7 Mei 2024, Medion meresmikan bangunan baru untuk fasilitas produksi Bacterial Production yang berlokasi di Cimareme, Padalarang, Bandung. Gedung yang dibangun sesuai syarat GMP ini juga menambah mesin produksi yaitu Fermenter, agar dapat meningkatkan kapasitas serta menunjang lini produksi baru, yaitu enzim dan probiotik. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Jonas Jahja dan Amalia Jonas selaku founder Medion serta Melina Jonas selaku Biological Product Director Medion. Dihadiri oleh lebih dari 50 orang meliputi Board of Directors, Top Management, serta tim project Medion. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Project Leader dan Project Coordinator, lalu peserta diajak plant tour fasilitas gedung dan diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama. Medion juga menambahkan dua fitur baru pada gedung ini. Pertama, dilengkapi dengan building management system untuk menarik data lebih up to date terkait parameter produksi utama dan utility (water, steam, compressed air, dan lainnya). Kedua, adanya fermenter dengan fitur lebih up to date yang mengakomodir kebutuhan produk bakterial, enzym dan probiotik Medion berharap melalui Gedung Bacterial Production ini, dapat menghasilkan produk-produk inovatif sehingga dapat menjawab kebutuhan kesehatan ternak di Indonesia. Didukung dengan komitmen untuk mengembangkan ide dan inovasi agar dapat bermanfaat bagi perusahaan dan masyarakat luas. - [Libas Habis Kolibasilosis](https://www.medionfarma.co.id/libas-habis-kolibasilosis/): Beni Ludianto, manager plasma peternakan ayam pedaging Agus Black Hoe Farm membagikan pengalamannya dalam mengatasi serangan bakteri E. coli saat dihubungi Infovet. Lebih dari tiga tahun, Beni berkecimpung dalam bidang peternakan ayam pedaging. “Awalnya hanya satu kandang closed house berlantai tiga dengan kapasitas 60.000 ekor. Kemudian, menambah satu kandang lagi dengan kapasitas yang sama,” papar peternak yang tinggal di kota Ngawi itu. Kini, Beni sedang dalam proses untuk menambah satu kandang closed house lagi berkapasitas 75.000 ekor. “Jadi dua kandang sudah ada di Kecamatan Kasreman dan satu tambahan di Kecamatan Pitu, Desa Kali Kangkung, semuanya ada di Kabupaten Ngawi,” imbuh Beni yang sebelumya justru berpengalaman bekerja di bidang pertanian. Lulusan STM tahun 2008 itu, memulai usahanya dari nol dan tak ada pengalaman sebelumnya sehingga ia bingung ketika ayam peliharaannya yang berumur dua minggu banyak mengalami kematian. “Ayam lesu, tak mau makan, pertumbuhan berhenti dan kematian lebih dari 8.000 ekor dari populasi 60.000 ekor atau hampir 14%,” ceritanya. Dalam menghadapi masalah pada ternaknya ia selalu berkonsultasi dengan pihak kemitraan dan dipertemukan dengan personil dari Medion. Setelah ada kunjungan ke farm dari personil Medion, akhirnya Beni memahami faktor penyebab bakteri E. coli sampai berkembang biak di farm-nya. Outbreak kolibasilosis terjadi akibat rendahnya sanitasi dan kebersihan kandang dikarenakan bakteri E. coli sangat mudah mencemari lingkungan kandang. Penularannya dapat terjadi secara vertikal melalui saluran reproduksi induk ayam. Telur yang menetas kemudian akan menghasilkan DOC yang tercemar bakteri E. coli di dalam ususnya. Sedangkan penularan horizontal, salah satunya dapat melalui kontak dengan bahan atau peralatan kandang yang tercemar. Penularan biasanya terjadi secara oral melalui ransum atau air minum yang terkontaminasi feses yang mengandung E. coli atau melalui debu yang tercemar E. coli. Ia juga menjadi paham cara untuk mengatasi penyakit kolibasilosis di peternakannya. Seperti yang ia lakukan yaitu memberikan treatment pada air minum dengan menggunakan klorin dan melakukan desinfeksi kandang dua hari sekali secara rutin. Selain itu penting juga melakukan manajemen litter supaya tidak basah atau lembab dan mengatur sirkulasi di dalam kadang dengan baik. Penanganan kolibasilosis dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik seperti REMISIN. Penggunaan REMISIN dengan dosis 0,2 gr/kg berat badan yang diberikan dua kali sehari, sore dan malam hari terbukti mampu menekan kematian akibat kasus kolibasilosis hingga 3%. Dalam melakukan penanganan penyakit bakterial seperti kolibasilosis, Beni melakukan rolling dari penggunaan REMISIN ke obat antibiotika lain dari golongan yang berbeda, misalnya antibiotik golongan Fluoroquinolon setelah tiga kali periode pengobatan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotika. “Untuk mengatasi kolibasilosis yang bisa menyerang ayam di semua umur, saya menggunakan REMISIN pada air minum ayam yang sakit sejak DOC chick-in di kandang. Saya berharap kasus kematian terus turun dengan kualitas obat yang terjaga dan ditingkatkan,” tukasnya. Selain itu, ia juga akan terus fokus menambah populasi ayamnya karena dengan begitu akan menambah lapangan pekerjaan di daerah kelahirannya. Kegigihan dan pengalaman serta kinerjanya patut diapresiasi, seperti ketika Beni tuntas melibas habis kasus kolibasilosis melalui manajemen pemeliharaan yang ketat. (ADV) - [Medion Raih Dua Penghargaan di Awal Maret 2024](https://www.medionfarma.co.id/medion-raih-dua-penghargaan-di-awal-maret-2024/): Dalam rangka sinkronisasi program dan kegiatan bidang peternakan dan perikanan di wilayah Bandung Barat, DISPERNAKAN (Dinas Perternakan & Perikanan) Kabupaten Bandung Barat menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah. Acara yang berlangsung di Hotel Novena tanggal 7 Maret 2024 ini mengundang peternak, anggota koperasi, serta perusahaan farmasi ternak. Agenda utama dari acara ini adalah pemberian penghargaan kepada pihak – pihak yang telah berkontribusi positif bagi pembangunan di sektor peternakan dan atau perikanan di Kabupaten Bandung Barat. Terdapat total 21 penerima penghargaan baik perorangan, kelompok peternak, koperasi maupun perusahaan. Medion menjadi salah satu perusahaan yang menerima penghargaan atas kontribusi melalui program Kampanye Makan Telur di Sekolah Dasar dan juga Posyandu di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Bandung Barat, Drs. Arsan Latif, M.Si dan diterima oleh Bapak Ripin selaku perwakilan dari Medion. Selain itu diselenggarakan juga Sosialisasi Gerakan Minum Susu Bagi Usia Sekolah (GERIMIS BAGUS), Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), penjualan produk-produk UMKM, serta pemberian vaksin gratis bagi hewan kesayangan. Melalui acara ini DISPERNAKAN berharap perekonomian sektor peternakan dan perikanan di wilayah Kabupaten Bandung Barat semakin maju dan berkembang. Pada kesempatan lainnya, Medion menerima penghargaan PROPER 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada Medion atas tanggung jawab dan keterlibatan perusahaan secara langsung dalam menjaga kelestarian serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Acara penghargaan tahun ini berlangsung di Gedung Sate, Bandung dan diserahkan secara simbolis oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat. Dengan diraihnya kedua penghargaan ini, menjadi bukti nyata dari komitmen Medion dalam memberikan added value tidak hanya bagi seluruh stakeholder namun juga bagi kelestarian lingkungan. - [Kendalikan Infectious Bronchitis, Cegah “Petelur Palsu”](https://www.medionfarma.co.id/kendalikan-infectious-bronchitis-cegah-petelur-palsu/): Industri perunggasan saat ini menghadapi tantangan besar dengan meningkatnya kasus Infectious Bronchitis (IB) yang disebabkan oleh virus Infectious Bronchitis (IB) dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Virus Infectious Bronchitis (IB) termasuk ke dalam genus γ-Coronavirus, famili Coronaviridae, dan ordo Nidovirales. Infeksi IB menyebabkan timbulnya penyakit pernapasan bagian atas pada ayam (Bhuiyan et al., 2023). Selain itu, IB juga dapat mempengaruhi sistem urogenital dan mengakibatkan suatu kondisi yang disebut sebagai “Sindrom Petelur Palsu”. Fenomena ini terjadi karena infeksi IB menyebabkan cystic oviduct (timbunan cairan pada saluran reproduksi) sehingga saluran reproduksi tertutup sebagian. Akibatnya kuning telur yang diproduksi oleh ovarium tidak bisa memasuki saluran reproduksi dan keluar menuju ruang abdomen. Adanya kuning telur pada ruang abdomen menjadi media pertumbuhan bakteri yang mengakibatkan radang peritoneum (peritonitis) (Najimudeen et al., 2020). Keadaan tersebut menyebabkan penurunan produksi telur hingga 70%, abnormalitas telur, penurunan berat badan ayam dan peningkatan jumlah kematian mencapai 60% (Abozeid, 2023). Kerugian yang ditimbulkan akibat penyakit ini menjadi masalah utama ekonomi pada peternakan ayam komersil. Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1930 hingga kini penyakit IB masih ditemukan. Hal ini karena virus penyebab penyakit IB tidak memiliki mekanisme proof-reading sehingga mudah bermutasi. Saat ini, terdapat 3 jenis virus IB yang masih bersirkulasi yaitu IB Klasik (contoh: Massachusetts (M41); Connecticut), IB Variant (793b (4/91); A2 (QX-like)) dan IB Nefrotropik (Gray; Holte; Australian T). Diantara ketiga jenis virus tersebut, IB Variant strain QX-like menjadi penyebab utama kasus IB pada ayam petelur, pedaging dan pembibit. Pengendalian penyakit IB paling efektif adalah melalui vaksinasi dan biosekuriti yang tepat. Vaksinasi IB dengan vaksin IB Klasik strain Massachusetts umum digunakan di seluruh dunia. Namun vaksin IB strain Massachusetts saja tidak dapat memberikan protektivitas yang cukup terhadap strain 4/91 dan QX-like karena perlindungan silang yang rendah (Wibowo et al., 2019). Medion berkomitmen membantu peternak dalam upaya pencegahan Infectious Bronchitis dengan menyediakan berbagai vaksin mengandung IB klasik dan variant, dalam bentuk vaksin aktif dan inaktif. Vaksinasi dengan vaksin IB klasik dan variant secara simultan memberikan perlindungan silang yang luas terhadap berbagai tantangan di lapangan, termasuk memberikan perlindungan dari gejala klinis yang parah (A.A.M. Eid et al, 2024). Medivac IB Variant dan Medivac ND G7-IB Variant Emulsion Terbukti Memberikan Stimulasi Titer Antibodi Tinggi dan Protektivitas Maksimal terhadap Tantangan Virus IB QX-like Medivac IB Variant merupakan vaksin IB Variant aktif mengandung strain M02 (793b). Medivac ND G7-IB Variant Emulsion mengandung kombinasi virus IB Klasik strain Massachusetts 41 sekaligus IB Variant mengandung virus yang homolog dengan isolat lapangan terkini yaitu strain M02 (793b) dan strain M01 (QX-like). Hasil trial menunjukkan vaksinasi pada DOC ayam menggunakan Medivac IB Variant 1 dosis secara tetes mata menunjukkan hasil titer antibodi yang konsisten berada di atas standar (Grafik 1). Ketika diaplikasikan secara spray, reaksi post vaksinasi yang ditimbulkan juga lebih ringan dibandingkan dengan produk serupa lainnya (Grafik 2). Medivac ND G7-IB Variant Emulsion terbukti memberikan protektivitas 100% terhadap tantangan virus IB QX-like lapang (Grafik 3). Vaksinasi kombinasi Medivac IB Variant dan Medivac ND G7-IB Variant Emulsion pada ayam pembibit pedaging membentuk titer antibodi yang konsisten di atas standar protektif dan durasi imunitas yang panjang (Grafik 4). Dalam sebuah wawancara oleh majalah Trobos, drh. Chrisna Harianto, Manajer Kesehatan Hewan PT. Berau Unggas Sejahtera, Kalimantan Timur, menyatakan “Kami menggunakan Medivac ND G7-IB Variant Emulsion sejak awal, karena memang prinsip kehati-hatian yang diterapkan terkait pencegahan penyakit. Vaksin homolog dengan isolat lapang terkini sehingga hasil vaksinasi efektif dan dapat menghasilkan DOC yang berkualitas, dibuktikan dengan kepuasan peternak akan DOC kami”. Kesehatan ayam merupakan pondasi kesuksesan suatu peternakan. Pengambilan langkah preventif dengan vaksinasi menggunakan Medivac IB Variant dan Medivac ND G7-IB Variant Emulsion adalah keputusan yang tepat. Selain dapat melindungi ternak dari penyakit IB, penggunaan vaksin yang tepat dapat meningkatkan produktivitas dan profitabilitas peternakan secara keseluruhan. - [Ayam Sehat dan Produktif dengan VITESEL C](https://www.medionfarma.co.id/ayam-sehat-dan-produktif-dengan-vitesel-c/): Memasuki awal tahun 2024, para peternak dihadapkan dengan fenomena kenaikan harga pakan unggas yang melonjak dengan kualitas yang bervariasi. Berdasarkan catatan Badan Pangan Nasional (Bapanas), jagung menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan di atas 10 persen dari harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan penjualan (HAP). Hal ini menyebabkan kerugian, seperti pada peternak kecil karena harga jual ayam dan telur tak sebanding dengan harga pokok produksi yang dikeluarkan. Hal inilah yang memicu Medion untuk memberikan edukasi dan strategi menghadapi lonjakan harga pakan unggas melalui Mimbar Trobos ke – 42 dengan topik “Optimalisasi Nutrisi Pakan Unggas”. Diselenggarakan pada Senin, 29 Januari 2024 via Live Streaming Youtube dan Zoom. Menghadirkan Imam Wahyudi, S.Pt (Technical Education & Consultation Medion) sebagai narasumber. Topik yang diangkat berkaitan erat dengan kondisi terkini para peternak sehingga tak heran jika banyak peserta yang mengikuti seminar ini. Hal ini terbukti dari jumlah peserta yang mencapai lebih dari 200 orang. Selain itu, para peserta turut aktif dalam sesi tanya jawab. Dalam pemaparan materi oleh Imam Wahyudi, disampaikan bahwa tren kualitas nutrisi jagung sebagai pakan unggas, masih banyak yang tidak sesuai standar. Terutama kandungan energi metabolisme yang rendah. Kunci optimalisasi nutrisi ditunjang dari kualitas bahan baku, formulasi tepat, dan kesehatan saluran pencernaan yang terjaga. Salah satunya dengan menggunakan bahan baku alternatif yang ditambahkan Prozyme, Freetox G dan Optigrin untuk mengoptimalkan nutrisi. Saat menggunakan bahan baku alternatif, perlu diperhatikan: 1. Mempelajari detail bahan baku alternatif yang akan digunakan 2. Formulasi harus seimbang 3. Penggunaan/pengaplikasian secara bertahap 4. Diberikan untuk ayam yang sudah lewat puncak terlebih dahulu 5. Penggabungan beberapa bahan alternatif 6. Pemantauan dan evaluasi Besar harapan, kontribusi edukasi Medion dapat membantu peternak dalam menghadapi kondisi saat ini. Selain itu, para peternak juga dapat memberikan informasi tersebut kepada orang banyak sehingga terwujudnya nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. - [Awali Tahun 2024, Medion Berikan Strategi Optimalkan Nutrisi Pakan Unggas](https://www.medionfarma.co.id/avi-medion-perkuat-pasar-internasional-melalui-viv-asia-2025awali-tahun-2024-medion-berikan-strategi-optimalkan-nutrisi-pakan-unggasavi-medion-perkuat-pasar-internasional-melalui-viv-asia/): Memasuki awal tahun 2024, para peternak dihadapkan dengan fenomena kenaikan harga pakan unggas yang melonjak dengan kualitas yang bervariasi. Berdasarkan catatan Badan Pangan Nasional (Bapanas), jagung menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan di atas 10 persen dari harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan penjualan (HAP). Hal ini menyebabkan kerugian, seperti pada peternak kecil karena harga jual ayam dan telur tak sebanding dengan harga pokok produksi yang dikeluarkan. Hal inilah yang memicu Medion untuk memberikan edukasi dan strategi menghadapi lonjakan harga pakan unggas melalui Mimbar Trobos ke – 42 dengan topik “Optimalisasi Nutrisi Pakan Unggas”. Diselenggarakan pada Senin, 29 Januari 2024 via Live Streaming Youtube dan Zoom. Menghadirkan Imam Wahyudi, S.Pt (Technical Education & Consultation Medion) sebagai narasumber. Topik yang diangkat berkaitan erat dengan kondisi terkini para peternak sehingga tak heran jika banyak peserta yang mengikuti seminar ini. Hal ini terbukti dari jumlah peserta yang mencapai lebih dari 200 orang. Selain itu, para peserta turut aktif dalam sesi tanya jawab. Dalam pemaparan materi oleh Imam Wahyudi, disampaikan bahwa tren kualitas nutrisi jagung sebagai pakan unggas, masih banyak yang tidak sesuai standar. Terutama kandungan energi metabolisme yang rendah. Kunci optimalisasi nutrisi ditunjang dari kualitas bahan baku, formulasi tepat, dan kesehatan saluran pencernaan yang terjaga. Salah satunya dengan menggunakan bahan baku alternatif yang ditambahkan Prozyme, Freetox G dan Optigrin untuk mengoptimalkan nutrisi. Saat menggunakan bahan baku alternatif, perlu diperhatikan: 1. Mempelajari detail bahan baku alternatif yang akan digunakan 2. Formulasi harus seimbang 3. Penggunaan/pengaplikasian secara bertahap 4. Diberikan untuk ayam yang sudah lewat puncak terlebih dahulu 5. Penggabungan beberapa bahan alternatif 6. Pemantauan dan evaluasi Besar harapan, kontribusi edukasi Medion dapat membantu peternak dalam menghadapi kondisi saat ini. Selain itu, para peternak juga dapat memberikan informasi tersebut kepada orang banyak sehingga terwujudnya nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. - [Eksplorasi Industri Veteriner, Mahasiswa Teknik Kunjungi Pabrik Medion](https://www.medionfarma.co.id/meminimalisir-kerugian-di-awal-pemeliharaan/): Pada Kamis, 30 November 2023 mahasiswa teknik dari berbagai universitas mengunjungi pabrik Medion di Cimareme, Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh 32 mahasiswa dari 8 universitas ternama, yaitu Politeknik Manufaktur Bandung, Politeknik Negeri Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Negeri Semarang, Universitas Jenderal Achmad Yani, dan Universitas Telkom. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan mahasiswa serta memberikan gambaran mengenai peran lulusan teknik dalam industri veteriner. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa diajak plant tour ke bagian Biological Product (Freeze Drying dan HVAC), Power House, dan Engineering Procurement Construction. Saat plant tour para mahasiswa diperlihatkan langsung bagaimana pemanfaatan teknologi di Medion. Selain itu, mereka juga diberikan penjelasan singkat mengenai proses produksi di Biological Product yang disampaikan oleh Apt. Agung Setiawan Yahya, S.Farm. sebagai Quality System Assurance Assistant Manager Medion. Selanjutnya Hermawanto Proanto, A.Md. sebagai Product & Services Management Assistant Manager Medion memaparkan materi “Transformasi Teknologi & Digitalisasi Industri Perunggasan”. Kegiatan diakhiri dengan sharing alumni dari lulusan teknik yang bekerja di Medion. Tim Medion berbagi pengalaman seputar lingkup pekerjaan, peluang karir, serta apa saja yang perlu dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja. Disisi lain, para peserta aktif dalam diskusi dan tanya jawab baik seputar materi edukasi maupun sharing session. Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa terlihat sangat antusias dan memberikan respon positif. Mereka berharap Medion dapat terus mengadakan program-program yang menambah wawasan dan mendukung mahasiswa untuk semakin terampil. Medion senantiasa mendukung kegiatan dalam dunia pendidikan melalui berbagai program yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Hal tersebut sejalan dengan nilai-nilai Medion Care yaitu, continuous learning, open minded attitude, enthusiastic, dan equal opportunity. - [Kolaborasi Medion dan UGM untuk Dunia Peternakan](https://www.medionfarma.co.id/kolaborasi-medion-dan-ugm-untuk-dunia-peternakan/): Medion sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan hewan secara aktif terus mendukung dunia pendidikan. Salah satunya dengan kolaborasi bersama Universitas Gadjah Mada. Pada 1 Desember 2023, Peter Yan selaku Komisaris Medion menandatangani perjanjian kerjasama dengan Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) untuk mendukung keterampilan mahasiswa dalam program pendidikan dan juga kerjasama terkait penelitian. Acara dihadiri oleh 31 orang perwakilan UGM, diantaranya Dekan dan Wakil Dekan 1,2,3 FKH UGM, seluruh Ketua Departemen, Staff Departemen Farmakologi, Kepala Kantor Administrasi dan pihak terkait, serta 3 orang tim Medion yaitu, Peter Yan, Sugiyantoro sebagai District Assistant Manager Medion, dan Cherri David Trisunu sebagai Technical Sales Representative Medion. Selain itu, pada kesempatan yang sama dilaksanakan juga kegiatan Studium Generale, yaitu salah satu program edukasi Medion bekerjasama dengan universitas-universitas ternama yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan mengembangkan kreativitas mahasiswa. Prof. Dr. drh. Aris Haryanto, M.Si. selaku Wakil Dekan 3 FKH UGM memberikan kata sambutan sekaligus menjadi pembuka kegiatan tersebut. Mengangkat topik “Bisnis Peternakan dan Peran Dokter Hewan di Industri Farmasi Veteriner”, Studium Generale kali ini disampaikan langsung oleh Peter Yan dan diikuti sebanyak 130 mahasiswa. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan semakin membangun kolaborasi yang inovatif dan holistik antar kedua belah pihak sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Ini merupakan bentuk dukungan Medion dalam rangka memajukan serta meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) para mahasiswa. - [Medion Experiential Learning Program, Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Mahasiswa](https://www.medionfarma.co.id/eksplorasi-industri-farmasi-veteriner-kunjungan-mahasiswa-farmasi-ke-medion-2/): Pada 20 Mei hingga 25 November 2023, Medion melaksanakan kegiatan Experiential Learning Program (ELP). ELP merupakan program edukasi yang diselenggarakan secara kolaboratif dengan beberapa universitas ternama di Indonesia. Tujuannya untuk memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa mengenai penyakit viral pada unggas serta vaksin & vaksinasi melalui kombinasi antara teori dan praktik. Materi edukasi dalam program ini berfokus pada 2 topik, yang pertama mengenai penyakit viral yang menyerang unggas. Topik ini mencakup identifikasi dan penjelasan berbagai penyakit viral pada unggas, pencegahan dan penanganan, serta teknis bedah (nekropsi) yang digunakan dalam mendiagnosis penyakit yang menyerang unggas. Topik kedua mengenai vaksin & vaksinasi yang mencakup pentingnya vaksin dan vaksinasi, penyusunan program, pengukuran keberhasilan, serta praktik vaksinasi. Tahun ini ELP dilaksanakan di 8 universitas, antara lain Universitas Padjajaran, Universitas Jendral Soedirman, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, dan Universitas Sebelas Maret. Terdapat 872 mahasiswa yang mengikuti program ELP Medion. Berdasarkan tanggapan peserta, program ini dinilai positif dan sangat bermanfaat. Selama kegiatan berlangsung peserta nampak antusias dan berpartisipasi secara aktif. Para peserta pun merasa mendapatkan manfaat yang cukup signifikan dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Mereka berharap agar program ELP dapat tetap terlaksana secara berkelanjutan di tahun mendatang. Melalui Experiential Learning Program, Medion berharap dapat memberikan dampak positif serta nilai tambah bagi dunia akademis Indonesia. Dengan meningkatnya kualitas SDM peternakan dan dokter hewan, diharapkan dapat menjadi modal utama bagi kemajuan industri peternakan Indonesia di masa yang akan datang. - [Cara siasati permasalahan penyakit pada ayam tanpa antibiotik](https://www.medionfarma.co.id/cara-siasati-permasalahan-penyakit-pada-ayam-tanpa-antibiotik/): Surya Bintang Sejati Kudus Farm merupakan salah satu peternakan broiler (ayam pedaging) yang berlokasi di Kudus, Jawa Tengah. Dirintis sejak 2014, Surya Bintang Sejati Kudus Farm terus berkembang dan kini populasi mencapai ratusan ribu ekor. Sugito, pemilik farm bercerita berawal dari keisengan dan ia menyadari bahwa usaha peternakan broiler cukup mempunyai prospek. “Dari situ saya semakin tertarik dan hingga saat ini masih terjun berbisnis di dunia peternakan,” terangnya. Pria yang kerap disapa Gito ini, mengungkapkan sangat tertantang untuk terus mengembangkan peternakannya menjadi lebih baik ke depan. Awalnya Gito mengakui masih kurang memahami manajemen peternakan di kandang yang tepat apalagi latar belakangnya bukan dari peternakan. Namun setelah sering berdiskusi, berbagi informasi dengan tim lapangan Medion ia mulai mendapat pencerahan. Gito mulai membangun manajemen yang baru di kandang dengan tujuan untuk performa ayam yang lebih optimal. Selama 6 tahun beternak, Surya Bintang Sejati Kudus Farm tidak luput dari permasalahan yang dialami. Salah satunya penyakit koksidiosis yang menyerang ayam milik Gito di kandang. “Semenjak pelarangan penggunaan AGP (Antibiotic Growth Promotor) di awal tahun 2018, ayam di kandang saya sering terkena penyakit koksidiosis,” ungkapnya. Penyakit koksidiosis diduga Gito akibat kandang lembab. “Biasanya kalau kandang basah dan sirkulasi kandang kurang baik penyakit ini cenderung muncul, apabila musim penghujan. Namun saat ini kurang bisa diprediksi peningkatannya karena perubahan musim yang tidak menentu,” paparnya. Produk Herbal Andalan Sejak larangan penggunaan AGP, Gito selalu melakukan berbagai cara untuk mensiasati permasalahan penyakit pada ayam peliharaannya di kandang tanpa obat kimia. Sebelum mengenal produk herbal dari Medion, ia masih menggunakan racikan sendiri dari bahan-bahan herbal yang dicampurkan dan diberikan ke ayam peliharaannya. Setelah mengetahui Medion menghadirkan produk FITHERA, Gito tanpa berpikir panjang langsung beralih ke produk tersebut untuk peternakannya. FITHERA adalah produk herbal produksi Medion berbentuk cair, diformulasikan untuk membantu penyembuhan infeksi bakteri seperti Chronic Respiratory Disease (CRD), Coryza, Colibacilosis, dan koksidiosis pada unggas. Produk ini aman digunakan pada unggas dan tidak menghasilkan residu pada hasil ternak. Sudah satu tahun Gito menggunakan produk FITHERA. Ia mengenal FITHERA dari personil lapangan Medion dan setelah mencobanya merasa sangat cocok. “Awalnya saya coba pemakaian FITHERA hanya di satu kandang, dan mencoba dibandingkan dengan kandang yang tidak memakai produk FITHERA. Hasilnya, kandang yang menggunakan produk FITHERA dengan dosis pemberian yaitu 0,2 ml per kilogram berat badan ayam atau 1 ml per liter dalam air minum dapat menurunkan permasalahan koksidiosis. Akhirnya saya memutuskan untuk memakai produk ini di seluruh kandang yang terkena koksidiosis,” jelasnya. Selain itu, penggunaan FITHERA lebih simpel dibandingkan herbal racikan sendiri. Pemberian FITHERA selama 5 hari berturut – turut di kandang dapat mengatasi penyakit koksidiosis secara tuntas tanpa atau dikombinasi dengan obat kimia lainnya. “Nafsu makan ayam di kandang kembali normal sehingga bertambahnya berat badan dan produktivitas menjadi optimal,” ucap Gito. Menurut Gito produk FITHERA sudah cukup bagus dan sangat efektif. Ia berharap, agar kualitas FITHERA tetap terjaga dengan baik dan dapat ditingkatkan. Sehingga peternak tetap merasa aman dari berbagai penyakit yang menyerang ayam khususnya di era setelah larangan penggunaan AGP. “Tidak hanya itu, saya juga merasa sangat puas dengan pelayanan yang diberikan selama ini dari tim Medion, mereka selalu cepat dan siap kapanpun saya butuhkan,” jelasnya. - [Inovatif dan Holistik : Kontribusi Medion Bagi Dunia Peternakan](https://www.medionfarma.co.id/inovatif-dan-holistik-kontribusi-medion-bagi-dunia-peternakan/): Dinamika industri peternakan yang terus bergerak maju menuntut para pelakunya untuk bisa tetap relevan dari waktu ke waktu. Jika tak mampu mengikuti percepatan laju perubahan tersebut tentu saja akan tertinggal dan tak akan bertahan lama. Dengan pengalaman, fondasi inovasi serta nilai komitmen yang kuat, Medion selama lebih dari empat dekade dapat terus berkontribusi bagi dunia peternakan hingga saat ini. Inovatif Perkembangan dunia kesehatan ternak membutuhkan pendekatan yang tepat bagi perusahaan agar tetap bisa menghadirkan solusi kesehatan yang tepat pula. Pembaharuan pengetahuan dan teknologi terkini serta implementasi yang berkelanjutan di seluruh sektor, merupakan pendekatan inovatif yang terus dilakukan oleh Medion. Beragam solusi kesehatan ternak berhasil dikembangkan, bukan hanya produk namun juga layanan, sistem penunjang, hingga distribusi. Hasil dari inovasi Medion telah mendapatkan beragam pencapaian dan pengakuan, salah satunya adalah rangkaian produk herbal berkualitas Mediherba. Melalui rangkaian produk Mediherba, Medion berhasil mendapatkan penghargaan BBPMSOH Award atas kontribusinya sebagai produsen obat hewan berbahan herbal dalam negeri. Serta penghargaan Indo Livestock Innovation Award 2023 untuk produk Fasbro yang memanfaatkan tanaman herbal untuk meningkatkan performa dan kualitas daging ayam. Penghargaan – penghargaan ini menjadi bukti nyata keberhasilan inovasi yang didukung oleh pengetahuan, teknologi, serta tim ahli yang solid. Selain produk, Medion juga menerapkan inovasi pada sistem distribusi produk dengan teknologi AIDC (Automatic Identification & Data Capture). Teknologi AIDC memungkinkan proses pelacakan atau penelusuran kembali riwayat lengkap pembuatan vaksin, end-to-end, mulai dari tahap produksi, yang menjadikan proses pengawasan dan distribusi identifikasi data dan riwayat produk lebih cepat, mudah dan akurat. Layanan Medion pun tak luput dari perkembangan dan inovasi. Program – program edukasi yang rutin dilaksanakan untuk menambah pengetahuan dan kemampuan peternak tetap berjalan meski sempat terkendala oleh adanya pandemi di tahun 2020 sampai 2022 lalu. Inovasi diterapkan dengan mengalihkan program edukasi yang sebelumnya diadakan secara on-site menjadi online melalui aplikasi. Semangat dan komitmen Medion dalam mengedukasi peternak ini pun mendapat apresiasi dari beragam pihak, sehingga berkembang menjadi program kolaboratif. Hasilnya lebih banyak lagi audience yang dapat menerima manfaat edukatif dari Medion. Holistik Penerapan inovasi di setiap sektor bisnis tersebut merupakan bukti nyata usaha Medion dalam menyediakan solusi kesehatan hewan yang lengkap dan komprehensif. Usaha ini dilengkapi pula dengan dedikasi dan komitmen yang kuat dari seluruh pihak sehingga Medion dapat terus berkembang dan dipercaya hingga saat ini. Produk yang lengkap, pelayanan yang prima, jangkauan distribusi yang luas, hingga penerapan kualitas yang terstandar secara internasional menjadi nilai tambah yang selalu diperjuangkan oleh Medion agar bisa memberikan solusi yang inovatif dan menyeluruh bagi peternak di dalam dan luar negeri. - [Medion Berikan Strategi Hadapi Penyakit Parasit pada Unggas](https://www.medionfarma.co.id/medion-berikan-strategi-hadapi-penyakit-parasit-pada-unggas/): Penyakit parasit pada unggas perlu diwaspadai. Bahaya yang mengintai melalui penyakit ini dapat merugikan. Parasit seperti koksidiosis dan cacingan menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi sehingga mengganggu pertumbuhan dan penurunan berat badan. Pada ayam petelur, gangguan parasit yang berat dapat menyebabkan penurunan produksi hingga peningkatan kematian. Berdasarkan data dari BMKG, diperkirakan awal November hingga Desember telah memasuki musim penghujan di beberapa daerah. Tantangan yang dihadapi adalah penurunan sanitasi kandang dan keberadaan vektor penyakit parasit seperti lalat, nyamuk, dan serangga yang meningkat. Oleh karena itu perlu waspada terhadap resiko peningkatan penyakit parasit. Strategi dalam penanganan dan pencegahan penyakit parasit pada unggas diperlukan untuk mengatasi hal tersebut. Oleh karena itu, diadakan seminar dengan tema “Strategi Berantas Penyakit Parasit Pada Unggas” secara online via Zoom dan Youtube pada Selasa, 24 Oktober 2023 dan diikuti 180 orang peserta. Seminar ini diselenggarakan oleh majalah Trobos dengan mengundang tiga pembicara yang ahli pada bidangnya, yakni drh. Ayu Miftahul Khasanah sebagai Technical Education and Consultation Medion, Dr.drh. Rositawati Indrati., MP selaku Dosen Fakultas Ilmu Peternakan Universitas Brawijaya, dan Bima Ambar Sogindor, S.Pt yang merupakan Manager Produksi PT. Rumput Ilalang Hijau Dalam pemaparannya, drh. Ayu Miftahul Khasanah menyampaikan strategi pencegahan penyakit parasit yaitu melalui penerapan biosecurity yang ketat (terutama sanitasi kandang, pengapuran kandang, istirahat kandang, dan pengendalian vektor penyakit), manajemen pemeliharaan yang baik, serta monitoring uji parasit sebagai early warning. Medion juga mengembangkan feed additive herbal Optigrin untuk mengoptimalkan kerja saluran pencernaan. Optigrin bekerja dengan cara melindungi usus dan mencegah pertumbuhan protozoa (penyebab koksidiosis) di dalam usus. Sebagai referensi tambahan atau acuan dalam mencegah serta menghadapi penyakit pada unggas, dapat juga membaca buku “Penyakit-Penyakit Penting pada Ayam” yang diterbitkan Medion. Hal ini menjadi komitmen dan bukti bagi Medion untuk terus melakukan penyebaran edukasi maupun informasi terkini mengenai dunia perunggasan. - [Pernapasan aman, Produksi Nyaman](https://www.medionfarma.co.id/pernapasan-aman-produksi-nyaman/): Performa ayam saat ini telah berkembang pesat, salah satunya ayam pedaging (broiler). Ayam broiler unggul dalam masa pertumbuhan yang cepat dengan bobot badan tinggi dalam waktu relatif pendek dan konversi pakan kecil. Namun keunggulan tersebut tentu akan menimbulkan beberapa konsekuensi bagi ayam, diantaranya ayam akan lebih mudah stres, peka terhadap kondisi lingkungan dan rentan terhadap penyakit, apalagi di musim pancaroba seperti sekarang ini. Seperti diungkapkan oleh Heri Irawan, S.Pt., pemilik peternakan Farm Gemilang Karya Agri (GKA) yang belokasi di Kampung Wangun Sabrang, Desa Citalahab, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kepada Infovet, pria yang akrab disapa Heri ini bercerita soal pengalamannya dalam budidaya ternak broiler. Heri memulai usaha ternaknya pada tahun 2017 dan langsung menerapkan sistem kandang closed house. Dengan misi menjadi peternak mandiri, ia dengan penuh suka-duka menjalaninya. Beragam tantangan kerap menghampiri usaha milik Heri, namun ia tak gentar menghadapinya. “Pada 2019 kemarin, gejolak harga jual live bird (LB) berada jauh di bawah harga pokok produksi (HPP), itu membuat kami merugi hingga miliaran rupiah, ditambah lagi harga sarana produksi ternak (sapronak) yang mahal dan performance yang kurang baik,” kata Heri mengawali perbincangan. Kondisi tersebut kian memperparah keberlanjutan usahanya, sebab pada 2018 lalu, ternaknya terserang penyakit pernapasan, salah satunya Chronic Respiratory Disease (CRD) yang disebabkan oleh peralihan cuaca. “Fluktuasi suhu dan kelembapan yang tinggi menyebabkan penyakit tersebut menyerang. Karena daya tahan tubuh ayam yang berbedabeda sehingga menimbulkan imunosupresi dan diperparah oleh efek sekundernya yakni CRD,” ungkap Heri. Kala itu ia berupaya keras meminimalisir serangan penyakit dengan melakukan monitoring atau menjaga ventilasi kandang senyaman mungkin bagi ayam agar mendapat oksigen yang cukup, serta menjaga density dan litter agar tetap kering. “Kita juga berupaya dengan memberikan antibiotik, hampir semua perusahaan obat kita coba, hasilnya yang didapat pun variatif tergantung kondisi ayam,” terang pria kelahiran Bogor tersebut. Memasuki tahun 2019, Heri mulai mendapat pencerahan dalam menangani penyakit pernapasan, salah satunya dari personil Medion yang memperkenalkan Heri pada produk RESPITORAN. RESPITORAN mengandung herbal yang berfungsi sebagai anti-inflamasi, menurunkan sekresi mukus dan mengencerkan dahak. Saat terjadi infeksi bakterial maka akan timbul peradangan di saluran pernapasan yang menyebabkan produksi mukus berlebih. Mukus yang berlebih akan menyebabkan saluran pernapasan lebih sempit dan ayam kesulitan bernapas. “Sejak diperkenalkannya RESPITORAN oleh personil Medion yang selalu kunjungan tiap minggu ke farm, kerugian akibat penyakit pernapasan khususnya CRD menurun. Hal ini dibuktikan dengan data deplesi di bawah ratarata,” kata Heri. Berawal dari trial menggunakan RESPITORAN, kini Heri semakin yakin produk tersebut memiliki banyak manfaat. “Awalnya hanya trial saat itu, digunakan setelah vaksin IBD booster dan ND. Biasanya reaksi post vaksinasinya ayam mengalami stres, bahkan kalau manajemen kurang baik ayam bisa mengalami cekrek berkepanjangan. Namun setelah saya pakai RESPITORAN sebelum vaksin, kemudian dilanjutkan kembali setelah vaksin dengan dosis 0,2 ml/kg berat badan. Hasilnya Alhamdulillah pernapasan bersih, terbebas dari cekrek dan ditambah cost-nya yang tidak terlalu tinggi dibanding pakai antibiotik,” ungkap dia. Ia juga menambahkan, pengaplikasian RESPITORAN di lapangan sangat mudah. Apalagi ditunjang dengan sistem air minum otomatis, penggunaan RESPITORAN menjadi kian praktis. Dosis yang terpakai tepat, akurat dan mudah larut dalam air. “Setelah penggunaan RESPITORAN ayam menjadi sehat dan terbebas dari penyakit pernapasan. Semoga produk Medion selalu konsisten dari segi kualitas dan harganya, agar banyak manfaat yang bisa dirasakan peternak,” pungkasnya. - [Mahasiswa Farmasi Kunjungi Medion untuk Lebih Mengenal Industri Veteriner](https://www.medionfarma.co.id/mahasiswa-farmasi-kunjungi-medion-untuk-lebih-mengenal-industri-veteriner/): Medion sebagai perusahaan kesehatan hewan aktif memberikan edukasi untuk lebih mengenal dunia peternakan, salah satunya mengenai industri farmasi veteriner. Kegiatan ini diwujudkan dalam kunjungan gabungan mahasiswa jurusan farmasi ke pabrik Medion, Cimareme, Bandung pada Rabu, 11 Oktober 2023. Sebanyak 32 mahasiswa dari 8 perguruan tinggi terkemuka hadir, diantaranya Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Islam Bandung, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Pada sesi pertama, Apt. Bambang Irawan M.Si sebagai Regulatory Affair Assistant Manager Medion menyampaikan materi mengenai Pharmaceutical Product. Lalu dilanjut kegiatan studium generale oleh Apt. Haikal Arif S.Farm sebagai Product Management Assistant Manager Medion dengan materi “Product Management: Revealing Pharmacist Role from Product Creation to Market Launch of Pharmaceutical Products”. Materi terakhir disampaikan oleh Apt. Agung Setiawan Yahya S.Farm sebagai Quality System Assurance Assistant Manager Medion mengenai Biological Product. Tidak hanya mendengarkan, mahasiswa diberi case study agar lebih interaktif dan mengasah analytical thinking para mahasiswa. Terdapat juga kegiatan sharing alumni dari lulusan apoteker yang bekerja di Medion. Dalam sesi ini, tim Medion berbagi pengalaman seputar lingkup pekerjaan, peluang karir, serta persiapan memasuki dunia kerja. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk berbagi cerita dengan sesama rekannya yang lain. Selain itu, mereka diajak plant tour ke bagian Animal Health Research Center dan Pharmaceutical Product untuk menambah pengetahuan mengenai proses produksi di Medion. Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari mahasiswa karena memberikan perspektif baru mengenai industri farmasi dimana para mahasiswa sebelumnya mayoritas hanya mengenal industri farmasi manusia tetapi dalam acara ini mahasiswa diperkenalkan mengenai industri farmasi veteriner di Indonesia. Rangkaian acaranya pun sangat beragam dan bermanfaat, mulai dari penyampaian materi hingga diskusi terbuka yang dapat mengeksplor kemampuan para mahasiswa. Medion senantiasa mendukung kegiatan dalam dunia pendidikan melalui berbagai kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Hal tersebut sejalan dengan nilai-nilai Medioncare yaitu, continuous learning, open minded attitude, enthusiastic, dan equal opportunity. - [Medion Raih Sertifikasi Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik (CPOIB)](https://www.medionfarma.co.id/medion-raih-sertifikasi-cara-pembuatan-obat-ikan-yang-baik-cpoib/): Pada tanggal 21 September 2023, PT Medion Farma Jaya berhasil memperoleh Sertifikat Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik (CPOIB) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sertifikasi ini sejalan dengan upaya KKP dalam menerapkan peraturan baru, yakni Peraturan Dirjen Perikanan Budaya No. 187 tahun 2023 tentang Pedoman Umum Sertifikasi CPOIB. Tujuan dari peraturan tersebut adalah memberikan pedoman yang jelas bagi produsen untuk selalu menghasilkan obat ikan yang senantiasa memenuhi kualitas, keamanan dan efektivitasnya. Inspeksi lapangan dilaksanakan di pabrik Medion, Cimareme, Ngamprah, Bandung Barat pada 30 Agustus 2023. Tim auditor diwakili oleh Ir. Asmaniah dan Nunik Nurwijayanti, S.Si., M.Si. dari Direktorat Pakan dan Obat KKP, serta Didik Santoso, S.Pi. dari BPKIL. Proses inspeksi dimulai dari pembukaan, dilanjutkan dengan kunjungan ke fasilitas produksi dan diakhiri dengan pemeriksaan dokumen. Inspeksi lapangan menunjukkan hasil yang memuaskan. Sertifikasi CPOIB menjadi bukti nyata komitmen dan inovasi Medion dalam menghasilkan solusi kesehatan ikan sesuai dengan standar terbaik. Medion berharap dapat terus berkembang dan menjaga standar kualitas terbaik serta mendukung keberlanjutan industri perikanan di Indonesia. - [Efektivitas yang Menumbuhkan Loyalitas](https://www.medionfarma.co.id/efektivitas-yang-menumbuhkan-loyalitas/): Mengendalikan mikotoksin melalui penerapan standar penyimpanan bahan pakan yang baik dengan dukungan produk premiks berkualitas. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal ini merupakan prinsip yang digunakan Budi dalam mengelola peternakannya. Budi merupakan Manager Farm di CV Johson Farm Bandung, peternakan ayam petelur (layer) komersial di daerah Bandung Selatan, Jawa Barat. Ia menyatakan, tindakan pencegahan ini cukup sukses menghindari terjadi outbreak penyakit di kandangnya. Salah satu pencegahan yang dilakukannya adalah menambahkan premiks berkualitas untuk campuran pakannya. Pakan yang disimpan di tempat lembap dapat ditumbuhi jamur dan jika diberikan kepada ayam dapat menyebabkan kondisi imunosupresif. Kondisi imunosupresif tersebut membuat ayam rentan terserang penyakit dan hasil vaksinasi tidak optimal. Sudah setahun belakangan, ia mempercayakan produk premiks FREETOX G dari Medion sebagai campuran pakan. Ia mengenal produk ini dari technical sales Medion. Kemudian, FREETOX G diuji coba di kandangnya. Setelah diamati dan dievaluasi ternyata hasilnya sangat memuaskan. Mortalitas dan morbiditas jauh menurun. Akhirnya ia memutuskan untuk beralih ke produk FREETOX G dari Medion. FREETOX G merupakan sediaan serbuk mengandung kombinasi mineral silikat dan yeast cell wall yang berperan dalam mengikat mikotoksin (racun jamur), terutama aflatoksin secara kuat. Yeast cell wall berperan dalam melindungi membran usus dan meningkatkan daya tahan tubuh. Produk ini efektif mengatasi mikotoksin dan kerusakan hati. “Berdasarkan hasil pengamatan kami, produk ini menunjukkan hasil yang memuaskan. Sebelum menggunakan FREETOX G, angka mortalitas dan morbiditasnya tinggi. Setelah menggunakannya, mortalitas ayam per bulannya jauh menurun bahkan pernah nihil. Kalau dulu kematian 30 ekor per bulan, sekarang turun jadi 5 ekor. Kami juga membandingkan dengan beberapa produk lain, menurut saya FREETOX G memberikan hasil yang lebih baik,” papar Budi. Untuk dosis yang digunakan di kandangnya adalah 1 kg FREETOX G untuk 1 ton pakan. Diberikan rutin untuk ayam umur produksi. Keunggulan lain dari FREETOX G menurut Budi adalah aplikasinya di lapangan lebih mudah dan nyaman, karena kemasannya praktis dalam bentuk 1 kg. Jadi tidak perlu ditimbang lagi. Berbeda dengan produk lain, kemasannya dalam bentuk karung, jadi perlu penimbangan lagi. Untuk menjaga performa pakan dan ternaknya, tentu saja Budi tidak semata mengandalkan produk FREETOX G. Ia juga sangat memperhatikan penyimpanan bahan baku pakannya. Proses penyimpanan harus sesuai dengan standar. Contohnya menjaga kelembapan gudang penyimpanan agar tidak tumbuh jamur dan mikotoksin yang menyebabkan penyakit pada ayam. Sejauh ini upayanya berhasil, karena setiap dilakukan pengecekan kandungan mikotoksin, hasilnya masih bagus dan sesuai standar. Selain FREETOX G, ternyata Budi juga menggunakan produkproduk Medion lainnya. “Hampir 99 % produk-produk yang kami gunakan di farm adalah produk Medion seperti vaksin, obat-obatan, premiks, dan peralatan kandang. Kami sangat puas dengan kualitas dan pelayanannnya. Tim Medion dengan sigap menolong kami jika ada masalah di kandang, tidak kenal malam atau hujan mereka siap membantu,” tutur Budi. Ia juga berharap Medion semakin maju ke depannya dan tetap menjaga kualitasnya. - [Medion Integrasikan ISO 9001, ISO 14001 dan ISO 17025](https://www.medionfarma.co.id/medion-integrasikan-iso-9001-iso-14001-dan-iso-17025/): Setelah mendapatkan sertifikat akreditasi ISO 17025:2017 pada Juni 2023, PT. Medion Farma Jaya kembali mendapatkan pengakuan untuk komitmen serta usaha berkelanjutan dalam memenuhi standar internasional tentang Quality Management System (ISO 9001:2015) dan Environmental Management System (ISO 14001:2015). Sebelumnya, Medion telah mendapatkan sertifikat pertama kali untuk sertifikasi ISO 9001 pada Juli 2007, dan ISO 14001 pada Juni 2014. Kegiatan audit berlangsung di dua lokasi, yakni di Head Office dan Plant Cimareme. Kedua lokasi tersebut merupakan bagian dari lingkup operasional Medion khususnya pada lingkup desain, pengembangan dan pembuatan produk kesehatan hewan, produk plastik, serta pengujian laboratorium. (Design, Development and Manufacture of Animal Health Products, Plastic Products, and Laboratory Testing). Pada kegiatan re-sertifikasi tahun 2023, untuk pertama kalinya Medion bekerjasama dengan lembaga sertifikasi yang telah terakreditasi United Kingdom Accreditation Service (UKAS) yaitu SGS sebagai perusahaan ternama di dunia pada bidang jasa sertifikasi. Berdasarkan audit yang dilakukan oleh SGS pada tanggal 22-25 Mei 2023, Medion dinyatakan memenuhi seluruh aspek penilaian dalam mempertahankan implementasi Quality Management System dan Environmental Management System. Sertifikat terbit pada tanggal 19 Juli 2023 dengan nomor sertifikat ID23/00000150 untuk ISO 9001 dan nomor setifikat ID23/00000151 untuk ISO 14001. Dengan diraihnya sertifikat ISO 9001, ISO 14001 dan ISO 17025, maka Medion telah mengintegrasikan sistem manajemen kualitas, lingkungan dan laboratorium sebagai wujud nyata Medion dalam menghasilkan produk dan jasa yang bermutu untuk memuaskan konsumen. - [Self Mixing, Formulasi Ransum Maksimal dan Efisien](https://www.medionfarma.co.id/self-mixing-formulasi-ransum-maksimal-dan-efisien/): Ransum merupakan komponen utama yang mendukung pemeliharaan ternak bahkan menjadi salah satu faktor keberhasilan usaha ternak. Jika kualitas, jumlah pemberian, dan teknik pemberiannya tidak diperhatikan oleh peternak, maka akan menyebabkan target performa tidak tercapai dan tentunya juga menyebabkan kerugian ekonomi. Maka dari itu, self mixing menjadi salah satu cara yang bisa digunakan agar hasil produksi bisa maksimal, dan inilah yang mendasari Medion bersama Majalah Trobos memberikan pengetahuan yang mumpuni dalam melakukan self mixing ransum bagi peternak layer melalui edukasi webinar “Mimbar Trobos Edisi ke-37”. Kegiatan edukasi ini diselenggarakan pada 27 Juli 2023 via daring (Zoom) dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Dengan menghadirkan pembicara ahli yakni Prof. Dr. Ir. Nahrowi Ramli M.Sc (Konsultan Nutrisi Pakan Ternak), Ir. Yahya Munirudin, Spt, MP, IPM (Technical Consultant, Animal Protein U.S Soybean Export Council, Indonesia), Prof. Dr. Muhammad Halim Natsir, S.Pt,MP.IPM. ASEAN Eng (Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya 2023 – 2028), dan Neneng Arofah, S.Pt (Technical Education & Consultation Medion) dan mengangkat tema “Formulasi Ransum Self Mixing Peternak Layer”. Dalam pemaparan materi disampaikan bahwa pemilihan mencampur pakan sendiri (self mixing) atau menggunakan konsentrat atau pakan komplit, menjadi pertimbangan antara keuntungan dan risiko. Kunci keberhasilan dalam mencampur pakan, yaitu 4P. Mulai dari penerimaan bahan, perhitungan formulasi, pencampuran, dan pemberian pakan pada ternak. Materi yang disampaikan menjadi informasi sekaligus wawasan baru bagi peserta. Terlihat dari antusiasme lebih dari 300 peserta yang hadir selama sesi berlangsung. Selain membahas mengenai formulasi ransum self mixing, Medion juga pernah memberikan edukasi di Mimbar Trobos sebelumnya mengenai Efektivitas Herbal untuk Kesehatan Unggas, Penyakit Bakterial pada Unggas, dan Waspada AI Kembali Mengancam. Ini merupakan bukti nyata Medion terus aktif dalam memberikan informasi dan edukasi terkini mengenai dunia peternakan. - [Medion Raih Penghargaan Indo Livestock Innovation Award 2023](https://www.medionfarma.co.id/medion-raih-penghargaan-indo-livestock-innovation-award-2023/): Pada acara pembukaan Indo Livestock Expo & Forum 2023 di Grand City Convex, Surabaya, Indonesia, Medion sebagai perusahaan yang memproduksi produk kesehatan ternak, berhasil meraih penghargaan Indo Livestock Innovation Award 2023. Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Pengembangan Peternakan Indonesia (YAPPI) bekerjasama dengan PT Napindo Media Ashatama dan didukung Kementerian Pertanian, serta Kementerian Hukum dan HAM. Terdapat 42 peserta yang mendaftar baik perguruan tinggi, lembaga riset, lembaga pemerintah, asosiasi, maupun pelaku usaha yang berkompetisi untuk mendapatkan pengakuan atas hasil karya inovatif dalam program penghargaan di bidang peternakan dan kesehatan hewan. Pemilihan pemenang award dilakukan melalui serangkaian proses penilaian secara ketat dan independen oleh dewan juri yang berasal dari lembaga perguruan tinggi dan pemerintah serta asosiasi profesional yang beranggotakan antara lain Prof. Dr. Ir. Erika B. Laconi, MS., Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA., Prof. Dr. drh. C.A. Nidom, MS., Dr. Ir. Tri Prartono, M.Sc., Dr. Ir. Riwantoro, MM. Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi dilanjutkan dengan tahap desk review secara kualitatif dan kuantitatif untuk memilih 10 (sepuluh) nominee untuk diproses ke tahapan selanjutnya, yaitu verifikasi lapangan terhadap 6 terbaik dari 10 nominee. Tahapan terakhir, dewan juri menetapkan 3 pemenang inovasi terbaik yang berhak menerima Indolivestock Innovation Award 2023. Medion dengan Tim Pengembangan Produk yang handal dan solid menjawab tantangan di industri kesehatan ternak dengan terus berinovasi menciptakan produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan peternak. Salah satu inovasi yang dihasilkan yaitu produk Mediherba, rangkaian produk herbal berkualitas terbuat dari kandungan ekstrak herbal alami pilihan dengan dosis tepat melalui kajian ilmiah, uji stabilitas, uji quality control yang ketat dan terjamin efektivitasnya karena telah dibuktikan dengan pengujian pada hewan target. Medion memulai pengembangan produk herbal sejak tahun 2011 dan hingga saat ini telah menghasilkan 18 produk herbal dan masih akan terus berinovasi mengembangkan produk herbal lainnya. Melalui produk FASBRO salah satu produk Mediherba, Medion berhasil meraih “Widhi Catha Satwa Nugraha”. FASBRO dinilai oleh Dewan Juri memenuhi kriteria produk inovatif yang meliputi kebaruan, Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI), implementasi, serta faktor keberlanjutan. Selain diuji secara internal, efektivitas FASBRO untuk meningkatkan performa ayam broiler dan kadar kolesterol daging juga telah diuji oleh Universitas Diponegoro, Jawa Tengah pada tahun 2019. Selain itu, Medion juga telah berhasil mendapatkan berbagai penghargaan antara lain sebagai Produsen Obat Herbal terbanyak dan Produsen Dalam Negeri Terproduktif dari BBPMSOH, serta meraih Peringkat Biru pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Peter Yan selaku komisaris Medion hadir untuk menerima penghargaan dan mengungkapkan latar belakang terciptanya produk inovatif, FASBRO. Menurutnya, Indonesia memiliki aneka ragam tumbuhan herbal yang dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan produktivitas ternak. FASBRO mengandung ekstrak herbal yang terbukti bermanfaat untuk menekan Feed Conversion Ratio (FCR), meningkatkan bobot badan dan meningkatkan kualitas daging (jumlah daging lebih banyak dan lebih rendah kolesterol) sehingga menguntungkan bagi peternak dan lebih sehat bagi konsumen. Keberhasilan Medion dalam meraih Indo Livestock Innovation Award 2023 menjadi pemacu untuk terus berinovasi menghasilkan produk kesehatan ternak yang berkualitas dan bermanfaat bagi industri peternakan Indonesia di masa kini dan masa yang akan datang. - [Widhi Catha Satwa Nugraha Indo Livestock Innovation Award (2023)](https://www.medionfarma.co.id/penghargaan-4/) - [Mutasi Virus Avian Influenza Terpantau Lewat Surveilans](https://www.medionfarma.co.id/mutasi-virus-avian-influenza-terpantau-lewat-surveilans/): Hampir 20 tahun sejak pertama kali merebak pada Agustus 2003, industri perunggasan di Indonesia belum bisa terlepas dari kasus virus Avian Influenza (AI). Bahkan selama kurun waktu 20 tahun tersebut, virus AI telah berulang kali mengalami mutasi/perubahan. Hal ini tentu menjadi tantangan bersama bagi seluruh stakeholder yang terlibat, terutama dalam pengendalian penyakit baik pada penerapan biosekuriti maupun program vaksinasi. Mengingat kerugian akibat infeksi virus AI yang besar, tentunya diperlukan pemantauan dan deteksi sedini mungkin penyebaran maupun sirkulasi virus AI. Sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan itu, Medion, sebagai salah satu produsen vaksin AI terdepan di Indonesia, berkomitmen dan secara rutin melakukan monitoring perkembangan virus AI, salah satunya dengan kegiatan surveilans. Menurut WOAH (2018), surveillance atau surveilans merupakan suatu kegiatan pengamatan, pengumpulan data, analisis, serta interpretasi data yang dilakukan secara terus menerus dan sistematis terhadap kejadian dan distribusi penyakit serta faktor-faktor yang mempengaruhinya pada kesehatan hewan dan masyarakat, sehingga tindakan penanggulangan dan pencegahan dapat segera dilakukan dengan lebih efektif. Kegiatan surveilans yang dilakukan Medion sendiri terdiri dari surveilans aktif dan surveilans pasif. Kegiatan surveilans aktif dilaksanakan sepanjang tahun dengan pengambilan spesimen berupa swab lingkungan kandang dan unggas di lokasi dan atau daerah berisiko, yaitu di peternakan komersial, pasar unggas hidup, serta peternakan yang mengalami dugaan kasus AI. Identifikasi virus AI kemudian dilanjutkan dengan uji biologi molekuler seperti Polymerase Chain Reaction (PCR) serta sekuensing. Sementara itu, aktivitas surveilans pasif dilakukan dengan melakukan pemantauan serologi serta insidensi penyakit sepanjang tahun di sebagian besar wilayah Indonesia. Pelaksanaan surveilans AI secara efektif memberikan informasi persebaran virus lapang sehingga diharapkan semua pemangku kepentingan dapat meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah persebaran kasus penyakit. Salah satu contoh keberhasilan surveilans yang dilakukan tim Medion yaitu penemuan virus AI H5N1 clade 2.3.4.4b di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan pada April 2022 lalu. Sebagai bentuk tanggung jawab Medion untuk berperan aktif pada program kesehatan unggas nasional, temuan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah melalui forum Influenza Virus Monitoring (IVM) yang diselenggarakan di Yogyakarta tanggal 14 – 16 November 2022. Penemuan virus AI clade 2.3.4.4b tersebut menjadi penting karena merupakan yang pertama di Indonesia, sehingga pemerintah dan semua sektor industri terkait dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus ini di peternakan maupun ke manusia, mengingat virus ini berpotensi menjadi penyakit zoonosis. Temuan AI H5N1 clade 2.3.4.4b ini menambah daftar panjang riwayat virus AI H5N1 di Indonesia. Pada kemunculan pertamanya di tahun 2003, virus AI H5N1 di Indonesia teridentifikasi sebagai clade 2.1 dan kemudian menjadi penyakit endemik. Perubahan karakter virus selanjutnya terjadi pada tahun 2012 saat virus AI H5N1 clade 2.3 berhasil diisolasi dari sampel ayam dan itik. Sejak saat itu, virus ini menjadi virus yang dominan bersirkulasi di seluruh wilayah Indonesia selama hampir 10 tahun, hingga akhirnya ditemukan virus AI H5N1 dari clade 2.3.4.4b di wilayah Kalimantan Selatan. Program surveilans yang dilakukan Medion merupakan wujud komitmen Medion dalam memberikan, mengembangkan, dan memperkenalkan kreasi produk, layanan, solusi, jangkauan distribusi dan sistem penunjang yang baru, secara lengkap dan menyeluruh, dari berbagai aspek di semua sektor bisnisnya sehingga Medion mampu memberikan nilai tambah dan kontribusi yang optimal untuk semua pemangku kepentingan. - [Medion Meraih Sertifikat Akreditasi ISO 17025 (Kompetensi Uji Laboratorium)](https://www.medionfarma.co.id/medion-meraih-sertifikat-akreditasi-iso-17025-kompetensi-uji-laboratorium/): PT Medion Farma Jaya khususnya Laboratorium Serologi divisi Animal and Agriculture Laboratory & Testing (AALT) secara resmi meraih Sertifikat ISO 17025 sebagai lembaga pengujian dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor akreditasi LP-1809-IDN. Hal itu disampaikan KAN melalui Surat Keputusan Akreditasi bernomor 646/3.a.1/LAB/06.2023 pada tanggal 7 Juni 2023. Dengan terbitnya sertifikat ini, maka PT Medion Farma Jaya berhasil mendapatkan pengakuan KAN sebagai laboratorium penguji yang kompeten dan telah secara konsisten menerapkan SNI ISO/IEC 17025 : 2017 (ISO/IEC 17025 : 2017). Medion mengajukan proses akreditasi pada bulan Januari 2023 dengan ruang lingkup uji serologi utamanya metode HA/HI Test. Sebagai tindak lanjut pengajuan tersebut, kemudian KAN melakukan serangkaian kegiatan asesmen lapangan pada tanggal 9 – 10 Februari 2023 di Laboratorium Serologi divisi AALT, Bandung. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen Medion dalam menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas bagi konsumen. Hal ini sejalan dengan misi perusahaan yakni menyediakan solusi yang inovatif dan menyeluruh melalui penelitian, teknologi, serta tim yang profesional dalam memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. - [Medion Kembali Meraih Penghargaan Wajib Pajak](https://www.medionfarma.co.id/medion-kembali-meraih-penghargaan-wajib-pajak/): Pada tanggal 14 Juni 2023 bertempat di The Trans Hotel, Bandung, Medion menghadiri acara Tax Gathering 2023 yang diselenggarakan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Bandung. Acara ini merupakan bentuk apresiasi negara kepada perusahaan, baik BUMN maupun swasta yang sudah taat berkontribusi dalam pelaporan dan pembayaran pajak. Ketaatan dalam pembayaran pajak dinilai menjadi salah satu bentuk penyokong pembangunan bangsa dan negara yang nyata. Acara dihadiri oleh 72 wajib pajak, dimana 10 diantaranya menerima penghargaan sebagai wajib pajak yang patuh menjalankan kewajiban perpajakan. PT Medion Farma Jaya dan PT Medion Ardhika Bhakti menjadi 2 diantara perusahaan yang menerima penghargaan tersebut. Penghargaan diberikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat I Erna Sulistyowati dan Kepala KPP Madya Bandung Nandang Hidayat. Keberhasilan dalam meraih penghargaan ini menjadi bukti komitmen Medion dalam memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk kepada negara. Kepatuhan dalam kewajiban pembayaran pajak merupakan aksi nyata yang dilakukan Medion untuk mendukung program kerja pemerintah. - [Medion Kembali Raih PROPER Biru](https://www.medionfarma.co.id/medion-kembali-raih-proper-biru/): Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup atau disingkat PROPER kembali diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Program ini bertujuan mendorong ketaatan sektor industri untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dalam menjalankan usahanya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Peraturan lingkungan hidup yang digunakan sebagai dasar penilaian saat ini adalah peraturan yang berkaitan dengan persyaratan dokumen lingkungan dan pelaporannya, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, serta pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Program PROPER yang rutin dilaksanakan setiap tahun dan sudah berlangsung selama 25 tahun ini mengalami peningkatan jumlah peserta di tahun 2021-2022. Tercatat ada kenaikan sebesar 23% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 3200 perusahaan yang tercatat sebagai peserta, 1.180 diantaranya merupakan perusahaan agro industri, 1.356 perusahaan manufaktur prasarana jasa, dan 664 perusahaan pertambangan energi migas. PT Medion Farma Jaya sebagai salah satu peserta PROPER 2021-2022 kembali meraih peringkat Biru. Ini merupakan penghargaan ke-2 yang berhasil diraih setelah sebelumnya mendapat peringkat yang sama untuk periode tahun 2020-2021. Dalam acara penganugerahan PROPER 2021-2022, wakil Presiden RI, K.H. Ma’ruf Amin menyampaikan harapannya agar semakin banyak perusahaan yang menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Medion terbukti konsisten dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup sejalan dengan pengembangan usahanya. Medion pun berkomitmen untuk terus melanjutkan inovasi dan juga kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya melaksanakan pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan yang berlaku. - [Kendalikan Serangan Penyakit Koksidiosis](https://www.medionfarma.co.id/kendalikan-serangan-penyakit-koksidiosis/): Melalui pengelolaan manajemen kandang yang baik dan pemberian obat yang tepat dapat menjaga ternak terhindar dari koksidiosis Salah satu ancaman yang sering dihadapi peternak dan dapat mengakibatkan kerugian besar adalah munculnya serangan penyakit koksidiosis. Koksidiosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit protozoa yang termasuk dalam genus Eimeria. Koksidiosis dapat menyebabkan kerusakan saluran pencernaan terutama usus halus dan sekum. Hal ini berdampak terhadap proses pencernaan dan penyerapan nutrisi yang tidak optimal. Serangan koksidiosis juga akan menimbulkan efek imunosupresif sehingga ayam menjadi rentan terhadap infeksi penyakit lainnya. Adanya penyakit koksidiosis ini menjadi perhatian Khanif Winarno selaku Koordinator Idaman KL, salah satu peternakan yang berlokasi di Batulawang, Sukamukti, Kota Banjar, Jawa Barat. Khanif menceritakan pengalamannya dalam beternak ayam pejantan yang telah ia mulai sejak tahun 2008. Ia mengatakan bahwa peternakannya telah berkembang sangat pesat dalam 14 tahun terakhir ini. Berawal dari ribuan ekor ayam. Saat ini telah mencapai ratusan ribu ekor ayam pejantan dan telah tersebar mitra di berbagai wilayah Banjar. Khanif menambahkan bahwa Kota Banjar merupakan wilayah yang strategis untuk melakukan usaha budi daya ayam pejantan. “Disini mobilisasi sangat strategis, kita dapat memasarkan ayam ke wilayah Jawa Tengah maupun Jawa Barat. Selain itu, akses mobilitas mudah sehingga dapat menjangkau pasar DKIJakarta,” tambah Khanif. Namun, munculnya serangan penyakit koksidiosis sangat mengganggu proses budi daya ayam penjantan di Idaman KL. “Penyakit ini menyerang saluran cerna sehingga penyerapan nutrisi tidak optimal Hal ini sangat berdampak secara ekonomi karena bobot ayam yang diharapkan tidak tercapai,” ujar Khanif. Perlunya manajemen kandang yang baik Khanif menjelaskan bahwa jenis kandang yang dikelolanya menggunakan kandang postal yang langsung berada di permukaan tanah. “Jenis kandang kami masih terbilang tradisional, peternakannya saling berdekatan dengan peternakan lainnya dan banyak ayam liar milik warga yang sering datang ke kandang menyebabkan penyakit koksidiosis dan E.coli kerap terjadi di peternakan kami,” jelas Khanif. Ia pun menambahkan bahwa penyakit koksidiosis ini rentan terjadi pada ayam umur di bawah 30 hari. Gejala yang terlihat berupa diare, lesu, penyerapan nutrisi rendah, target performa tidak tercapai, feses berubah warnadan berdarah. Selain itu, ketika terjadi kasus kokdisiosis ayam akan rentan terkena penyakit lainnya. Khanif mengatakan bahwa peternakannya pernah terkena koksidiosis bersamaan dengan munculnya penyakit Gumboro sehingga mengakibatkan tingkat kematian yang sangat tinggi. “Kondisi kandang yang masih tradisional mengakibatkan frekuensi ter-serang koksidiosis cukup tinggi, yakni 3-4 kali dalam satu tahun. Kejadian koksidiosis di kandang kami dan mitra bisa menyerang sekitar 30% – 50% dari total populasi. Hal ini tentu menjadi perhatian kami untuk melakukan perbaikan manajemen pemeliharaan dan kandang dengan memperbaiki sistem sanitasi, penggantian sekam, sistem ventilasi dan lainnya,” terang Khanif. Cocok gunakan TOLTRADEX “Sebelumnya untuk mengatasi penyakit tersebut saya menggunakan produk lain, namun hasilnya kurang efektif dan membutuhkan waktu pengobatan yang lama. Produk tersebut membutuhkan waktu dan biaya yang cukup tinggi. Saya pun beralih untuk menggunakan produk dari Medion. Atas arahan personil Medion di lapangan, saya melakukan pengobatan koksidiosis dengan menggunakan TOLTRADEX. Berbeda dengan produk lain, jika menggunakan TOLTRADEX dengan dosis 0,14 ml per kg bobot ayam selama 2 hari berturut-turut, koksidiosis pun dapat teratasi,” ungkap Khanif. Selain itu, ia juga mendapat saran untuk melakukan perbaikan manajemen di kandangnya. Khanif telah menggunakan TOLTRADEX selama satu tahun terakhir. Menurutnya, TOLTRADEX efektif mengatasi koksidiosis dan penggunaannya sangat efisien. Hal ini menjadi pertimbangan Khanif untuk beralih menggunakan produk dari Medion. “Saya mengamati bahwa menjaga kesehatan sistem pencernaan sangat penting. Jika sistem pencernaan diperbaiki maka semua penyakit bisa sembuh. Setelah menggunakan TOLTRADEX dan melakukan perbaikan manajemen kandang, ayam kami semakin terjaga dan terhindar dari koksidiosis serta penyakit lainnya,” ungkap Khanif. “Kami sangat merekomendasikan penggunaan TOLTRADEX untuk mengatasi koksidiosis. Dengan TOLTRADEX ayam menjadi sehat dan bobot badan ayam tercapai optimal,” ujarnya. Ia melanjutkan bahwa pelayanan personil Medion sangat baik, rajin, dan cepat tanggap serta selalu memberikan informasi perkembangan penyakit dan riset yang telah dilakukan Medion. Selain itu, ketersediaan produk-produk Medion sangat mudah didapatkan. Ia berharap, Medion dapat terus membuat produk-produk yang berkualitas dan inovatif untuk membantu peternak mengatasi penyakit yang sering menyerang di peternakan. - [Medion Berikan Edukasi Penyakit Terkini pada Peternak di Sukabumi](https://www.medionfarma.co.id/medion-berikan-edukasi-penyakit-terkini-pada-peternak-di-sukabumi/): Pada Senin, 24 November 2025, Medion menerima kunjungan mahasiswa dari 13 perguruan tinggi, yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Islam Bandung, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Islam Indonesia, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Jember. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman langsung mengenai industri farmasi veteriner melalui sesi pemaparan company profile, plant tour, dan Studium Generale terkait peran farmasis dalam pengembangan produk kesehatan hewan. Para peserta menyampaikan bahwa agenda ini informatif dan relevan, terutama karena topik farmasi veteriner belum banyak dibahas di perkuliahan. Semua rangkaian acara mendapat apresiasi tinggi karena masing-masing memberikan gambaran dan pengalaman berbeda mengenai jalur karier, dinamika kerja, dan lingkungan industri. Kunjungan ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa farmasi mengenai peluang profesi di sektor veteriner dan sekaligus memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri. Medion berharap inisiatif ini terus menjadi wadah pengembangan talenta baru yang siap berkontribusi dalam menjawab kebutuhan kesehatan hewan di masa yang akan datang. - [Medion Terima Kunjungan Kementerian Pertanian Malaysia](https://www.medionfarma.co.id/medion-terima-kunjungan-kementerian-pertanian-malaysia/): Pada tanggal 5 Mei 2023 Medion menerima kunjungan YB Datuk Dr. Abdul Rahman bin Ismail bersama timnya dari Ministry of Food Industry, Commodity and Regional Development (M-FICORD), dan Department of Veterinary Services (DVS) Sarawak, Malaysia. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung berbagai fasilitas juga teknologi yang dimiliki oleh Medion, serta produk-produk yang dihasilkan terutama vaksin Avian Influenza (AI). Medivac, produk vaksin Medion sudah teregistrasi di Sarawak dan digunakan oleh peternak – peternak di wilayah Malaysia Timur. Kegiatan yang berlangsung di Cimareme, Bandung, Bandung, diawali dengan sambutan dari Peter Yan, Komisaris Medion dan perkenalan perwakilan dari M-FICORD dan DVS. Kemudian disampaikan presentasi “Control Strategies of Avian Influenza H9N2 in Indonesia” oleh drh. Debby Saraswati, Biological Product Technical Support Medion. Pada sesi kedua drh. Ernawati, staf Pengawasan Obat Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia mempresentasikan “AI Situation and The Registration of Animal Drugs in Indonesia.” Kegiatan dilanjutkan dengan plant tour ke beberapa fasilitas terbaru Medion, yakni Animal Health Research Center (AHRC) yang menjadi pusat riset dan pengembangan produk terbaru. Para tamu sangat terkesan dengan produk-produk Medion, karena menggunakan bahan baku berkualitas serta memiliki fasilitas laboratorium yang canggih. Selain itu penerapan manajemen cold chain yang baik memastikan kualitas vaksin tetap terjaga sampai ke tangan konsumen. Plant tour diakhiri dengan kunjungan ke lantai produksi poultry equipment. Para tamu menyaksikan secara langsung proses produksi berbagai produk berbahan dasar plastik seperti tempat pakan dan minum ayam, juga produksi botol vaksin. Selain itu diperlihatkan pula proses pengemasan produk hingga siap dikirim kepada konsumen. Perwakilan M-FICORD menyampaikan kesan yang positif selama berkunjung. Medion dinilai sudah memiliki fasilitas produksi berbasis riset, serta proses quality control yang ketat sehingga seluruh produk yang dihasilkan berkualitas tinggi. Dengan adanya kunjungan ini diharapkan produk-produk Medion semakin terpercaya dan lebih dikenal khususnya oleh para peternak Malaysia dan sekitarnya. Medion berkomitmen untuk menghasilkan produk-produk berkualitas dan inovatif yang dapat menjawab kebutuhan seluruh peternak serta secara aktif akan terus memperluas cakupan distribusi ke lebih banyak negara. - [Medion Berikan Edukasi Wabah HPAI Terkini](https://www.medionfarma.co.id/medion-berikan-edukasi-wabah-hpai-terkini/): H5N1 merupakan salah satu subtipe dari penyakit Avian Influenza yang masuk dalam golongan HPAI (Highly Pathogenic Avian Influenza). Istilah ini menjadi semakin sering terdengar seiring makin maraknya berita terkait penyebaran wabah AI di berbagai wilayah di dunia. Selain itu Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) memperingatkan bahwa virus H5N1 memiliki kecenderungan untuk menjadi infeksi zoonosis yang berarti memiliki potensi untuk menyebar kepada manusia. Berdasarkan hasil surveilans dan uji yang dilakukan oleh tim Medion, pada tahun 2022 didapati bahwa virus AI isolat H5N1 clade 2.3.4.4b pertama kali terdeteksi di peternakan itik di Kalimantan Selatan. Data menunjukkan dalam kurun waktu 1 minggu angka morbiditas mencapai kisaran 70-90% dan mortalitas 40-60%. Tak berhenti hanya sampai disitu tim Medion tetap melanjutkan monitoring kejadian-kejadian yang ada di lapangan hingga saat ini. Melalui data yang terkumpul tim Medion menyusun materi edukasi bagi para peternak agar lebih waspada dan siap dalam menghadapi serangan AI. Materi disampaikan oleh drh. Melinda Puspitasari, Biological Product Technical Support Medion dalam acara Mimbar Trobos. drh. Melinda menyampaikan dalam usaha pencegahan penyakit AI, penting untuk memperketat biosecurity, menghindari penyakit imunosupresan, serta pemberian vaksin dan multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak. Acara berlangsung pada tanggal 17 April 2023 dan diikuti oleh 249 peserta secara daring. Peserta berasal dari berbagai kalangan seperti peternak, praktisi hingga akademisi. Melalui berbagai program edukasi, Medion terus menjalankan komitmennya untuk menghadirkan solusi kesehatan ternak yang inovatif dan holistik. - [Feed Supplement Tingkatkan Kualitas Telur](https://www.medionfarma.co.id/feed-supplement-tingkatkan-kualitas-telur/): Telur merupakan sumber protein hewani yang memiliki banyak manfaat dan harga yang terjangkau. Selain itu, kandungan gizinya pun dibutuhkan oleh tubuh. Kesadaran masyarakat akan pentingnya protein hewani saat pandemi mengakibatkan peningkatan permintaan telur. Maka dari itu, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi peternak untuk mencukupi permintaan konsumen dan memberikan produk protein hewani yang berkualitas dan aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) agar dapat memberikan keamanan pangan bagi konsumen. Hal ini pun menjadi perhatian Desak Made Ariati, SE., Par, untuk terus mengembangkan peternakan layer miliknya. Pujung Sari KK yang berlokasi di daerah Bangli – Bali ini merupakan peternakan milik orang tuanya yang berdiri sejak tahun 90-an. Ariati mengembangkan peternakan ini tanpa ilmu akademis di bidang peternakan. “Saya memulai mempelajari tentang peternakan ini masih terbilang baru. Saya baru memulainya pada tahun 2019, kesulitan tentu saya mengalaminya, namun dengan belajar dan banyak berdiskusi, membuat saya perlahan mengetahui seluk beluk peternakan layer ini,” ungkap Ariati. Perkembangan Pujung Sari KK patut diacungi jempol karena dalam dua tahun terakhir ini terbilang sangat baik. Ariati menceritakan bahwa dahulu peternakannya hanya ribuan ekor saja, namun seiring berjalannya waktu populasinya semakin bertambah. Kini, banyak peternak di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali yang tertarik untuk bermitra dengan Pujung Sari KK. “Saat ini Desa Sukawana menjadi salah satu sentra peternakan layer di Bali dan sudah ada ratusan ribu ekor layer yang kami pelihara,” ujarnya. Selama pengalamannya beternak, Ariati mengaku pada waktu dulu sering kali muncul penyakit yang masuk ke kandang yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti wabah dari peternakan lain dan cuaca di Desa Sukawana yang terbilang ekstrem. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasinya, Ariati kemudian menerapkan program biosekuriti yang ketat di peternakannya serta menambahkan TOP MIX ke dalam pakan agar ternak lebih kuat. “Saat ini kami sudah mengunakan seluruh produk Medion untuk layer kami seperti vitamin, vaksin, premiks, obat-obatan dan produk lainnya,” tambahnya. Pelengkap Nutrisi Ransum TOP MIX merupakan feed supplement yang berfungsi sebagai pelengkap nutrisi bagi ayam petelur, pedaging, pembibit dan anak ayam. Kandungan growth promoter, 2 asam amino (methionine dan lysine), 6 mineral dan 12 vitamin pada TOP MIX dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi telur. Ariati sudah membuktikan bahwa kondisi ternak sangat sehat dan dapat berproduksi baik. Hal lain yang ia rasakan bahwa kualitas telur yang dihasilkan tidak mudah pecah karena cangkang lebih tebal, kondisi yang baik, dan warna telur lebih merah selain itu putih dan kuning telur lebih kental.Pengalamannya saat mengalami tingkat kematian ayam yang tinggi membuat Ariati mencoba memberikan TOP MIX sejak dini. Pemberiannya cukup mudah 2-4 kg per ton pakan dan untuk DOC pemberiannya hanya sedikit saja, hasilnya kondisi DOC memiliki performa yang baik, daya tahan tubuh yang kuat, dan kondisi ayam semakin sehat. Selain itu, ayam menjadi lebih lahap, sehingga pakan lebih efisien dan biaya pakan menjadi lebih rendah. Ariati mengaku sangat terbantu dengan pelayanan personil Medion yang selalu sigap saat dibutuhkan. Informasi dari personil sangat membantunya untuk mempelajari industri perunggasan. Selain berdiskusi dengan personil Medion, dirinya juga banyak berdiskusi dengan peternak mitra yang kerap menggunakan TOP MIX, yang kata mereka produk tersebut terbukti sangat bagus dan cocok. Sampai saat ini Ariati selalu merekomendasikan penggunaan TOP MIX kepada peternak-peternak di wilayahnya. “Komunikasi baik antara mitra peternak dan personel Medion menjadi nilai tambah untuk kami setia menggunakan produk-produk Medion. Kami berharap semakin banyak produk yang dikembangkan Medion, kami menunggu inovasi Medion lainnya,” tutupnya. - [Medion Dipercaya Fasilitasi Obat dan Vitamin Sapi oleh BUMP](https://www.medionfarma.co.id/medion-dipercaya-fasilitasi-obat-dan-vitamin-sapi-oleh-bump/): Medion berkomitmen untuk menyediakan solusi yang inovatif dan menyeluruh sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Hal ini diwujudkan melalui kerja sama dengan Sekretariat Nasional Badan Usaha Milik Petani Indonesia (Seknas BUMP-Indonesia) dalam penyediaan obat vitamin untuk sapi di Provinsi Jawa Tengah. Kerja sama ini merupakan hasil tindak lanjut kunjungan yang dilakukan Disnak Keswan Jateng bersama Seknas BUMP-Indonesia ke Medion. MoU (Memorandum of Understanding) ditandatangani oleh Suwadi Hartono (Regional Manager Medion) dan Sugeng Edi Waluyo (Ketua Seknas BUMP-Indonesia) pada Rabu, 9 Maret 2023 di Joglo Ki Semar, Pabelan. Sugeng Edi Waluyo dan Agus Wariyanto (Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah) menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja dan kontribusi yang diberikan Medion karenanya para peternak dan petani tidak perlu khawatir dalam mencari obat serta vitamin untuk sapinya. Suwadi Hartono mengatakan bahwa dengan penandatanganan kerja sama ini bertujuan untuk menghasilkan ternak yang sehat melalui pengadaan premix, obat, vitamin, mineral, dan edukasi. Medion juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh BUMP-Indonesia dan BUMP Nyawiji Kie Semar karena dapat ikut andil menyediakan ternak yang sehat. Besar harapan, kerja sama ini menjadi motivasi bagi Medion untuk melakukan inovasi serta pengembangan yang lebih baik lagi kedepannya. - [Medion Berpartisipasi Dalam Konferensi Internasional di Amerika Serikat](https://www.medionfarma.co.id/medion-berpartisipasi-dalam-konferensi-internasional-di-amerika-serikat/): Medion terpilih menjadi salah satu narasumber dalam Western Poultry Disease Conference (WPDC) 2023 pada 13-15 Maret 2023 di Sacramento, California. Konferensi ini mengangkat tema “The Impact of Highly Pathogenic Avian Influenza of the Poultry Industry” dan diselenggarakan oleh Western Poultry Disease Conference (WPDC) Foundation. Pembicara utama WPDC 2023 meliputi David Swayne (ahli tentang AI), Cornell University, dan United State Departement of Agriculture (USDA). Selain sesi pembicara utama, terdapat juga sesi poster dan presentasi oral oleh peneliti dari universitas ternama di US, Kanada, dan Asia serta perusahaan terkait kesehatan hewan. WPDC dihadiri oleh dokter hewan/praktisi kesehatan hewan, peneliti, profesional yang terkait dengan manajemen dan kesehatan unggas. Melina Jonas sebagai perwakilan dari Medion, membawakan presentasi oral dengan judul “Epidemilogy and Control of Avian Influenza in Indonesia – Industry Perspective” pada Senin, 13 Maret 2023. Presentasi ini merupakan hasil riset yang dilakukan oleh tim Medion, diantaranya Wahyu Haryanto, Aprilla Sahesti, Elly Setiawaty, Rizqi Ardhiarini, dan Christina Kusumaningrum. Melina menyampaikan hasil risetnya, dimana Avian Influenza (AI) telah beredar di Indonesia selama 20 tahun. Adapun kebijakan pemerintah untuk mencegah penyakit tersebut dengan pelaksanaan vaksinasi. Vaksinasi dapat mengurangi kasus AI, gejala klinis, dan kematian tetapi bukan munculnya virus baru. Sebagian disebabkan oleh perbedaan dalam praktik vaksinasi di berbagai sektor perunggasan. Adanya deteksi cepat dari virus lapangan yang berubah adalah kunci untuk menciptakan vaksin dengan perlindungan yang baik. Program pengawasan Medion menunjukkan bahwa H5N1 2.1 beredar dari tahun 2003 hingga 2016, kemudian digantikan oleh H5N1 2.3.2.1c pada tahun 2012, dan pada tahun 2019 dua pola 2.3.2.1c terdeteksi. H5N1 2.3.4.4b baru-baru ini ditemukan. H9N2 H9.4.2.5 diisolasi dari tahun 2016 hingga sekarang. Ayam tanpa vaksinasi H9N2 bisa menjadi kecenderungan wabah H5N1 berulang. Homologi isolat vaksin berkontribusi pada perlindungan. Kebijakan pemerintah baru-baru ini mengizinkan penggunaan isolat dari pengawasan independen dalam vaksin dapat memberi insentif kepada industri untuk memperkuat program pengawasan mereka dan memungkinkan pembaruan isolat vaksin yang lebih cepat. Medion sebagai produsen vaksin unggas di Indonesia, terus berkomitmen untuk melakukan riset terhadap virus yang menyerang unggas, termasuk Avian Influenza (AI). Dari hasil riset tersebut, akan menjadi pengembangan dan inovasi bagi vaksin Medion, yaitu Medivac yang telah diproduksi sejak 30 tahun lalu. Kini Medivac, telah digunakan di semua provinsi di Indonesia dan 15 negara di Asia dan Afrika. - [Medion Berikan Edukasi Manfaat Tanaman Herbal Terstandar untuk Kesehatan Unggas](https://www.medionfarma.co.id/medion-berikan-edukasi-manfaat-tanaman-herbal-terstandar-untuk-kesehatan-unggas/): Medion kembali mengadakan kunjungan gabungan untuk mahasiswa kedokteran hewan. Sebanyak 37 mahasiswa dari berbagai universitas hadir, diantaranya Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Acara yang berlangsung pada 19 Mei 2025 kemarin, dimulai dengan pengenalan Company Profile Medion, lalu dilanjutkan dengan pemutaran video dan plant tour Pharmaceutical Product. Setelah itu, terdapat pemaparan materi bertema “Langkah Strategis Medion terhadap Pengembangan Industri Peternakan di Indonesia” yang disampaikan oleh drh. Astuti Cipardani selaku Technical Education & Consultation Medion. Kegiatan diakhiri dengan sesi campus talk yang memberi ruang diskusi interaktif antara peserta dengan para alumni. Pengalaman Berkesan dan Edukatif Bersama Medion Salah satu perwakilan peserta, M. Ridwan dari Universitas Gadjah Mada menyampaikan bahwa “Kegiatan ini sangat luar biasa—komprehensif, informatif, dan memberikan pengalaman yang berkesan. Saya mendapatkan wawasan mendalam mengenai sejarah dan kontribusi Medion di industri veteriner. Mulai dari produk-produk unggulan hingga peran strategisnya di bidang kesehatan hewan. Kegiatan plant tour benar-benar membuka pandangan saya terhadap proses produksi di industri farmasi veteriner. Ditambah, para pembicara yang responsif serta fasilitas yang nyaman membuat suasana belajar sangat interaktif dan menyenangkan. Semoga kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan. Jika ada kesempatan berikutnya, saya ingin menjadi yang pertama mendaftar dan sangat berharap bisa menjadi bagian dari Medion di masa depan.” Para peserta lainnya pun sangat antusias dan menyampaikan bahwa mereka mendapatkan wawasan baru yang inspiratif dan konkret mengenai peran dokter hewan dalam industri farmasi veteriner serta memahami lebih dalam berbagai peluang karier yang bisa dijajaki di masa depan. Kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen Medion dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan dunia pendidikan. Melalui sinergi ini, diharapkan dapat memperoleh gambaran langsung tentang dunia industri serta memberikan gambaran nyata mengenai peran dan prospek karir di industri farmasi veteriner. - [Menekan Laju Penyakit Agar Tetap Mendapat Profit](https://www.medionfarma.co.id/menekan-laju-penyakit-agar-tetap-mendapat-profit-2/): Keberhasilan produksi telur bisa dilihat dari kuantitas/jumlah produksi dan kualitasnya. Jika produksi telur tinggi namun kualitasnya rendah, maka peternak akan menghadapi masalah karena telur dengan kualitas rendah tidak akan laku di pasaran. Demikian pula jika kualitasnya bagus namun persentase produksinya rendah, maka peternak tetap akan merugi. Secara garis besar ada beberapa faktor penyebab turunnya produksi telur, yakni infeksius dan noninfeksius. Kedua faktor tersebut terkait satu sama lain dan menghasilkan dampak lebih besar. Hal itu dirasakan I Ketut Mante selaku pemilik Sumber Karya Kelp. Farm KK yang berlokasi di Desa Pasedahan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali. Pria yang sudah puluhan tahun berkecimpung di peternakan ayam petelur ini bercerita soal pengalamannya menekan laju serangan penyakit agar tetap mendapatkan profit. “Kalau harga pakan dan DOC masih murah dan ayam sehat, serta harga jualnya bagus tentu keuntungan didapat, kehidupan pasti terjamin,” kata Ketut mengawali perbincangan dengan Infovet. Kendati demikian, peternak harus terus waspada dan cekatan terhadap hadirnya serangan penyakit yang sudah pasti membawa kerugian besar. Beberapa kali farm milik Ketut pun didatangi “tamu” tak diundang itu. “Soal penyakit yang menyerang sistem pernapasan seperti CRD (Chronic Respiratory Disease) dan penyakit pencernaan yang disebabkan oleh E. coli kerap ditemui. Hampir semua peternak di daerah sini mengeluhkan penyakit tersebut,” jelas pria yang kini memiliki puluhan ribu ekor ayam petelur ini. Ia sempat mengira ketika ayam-ayamnya sakit, itu terserang oleh Infectious Laryngo Tracheitis (ILT). Kematian ayamnya mencapai puluhan ekor dalam sehari. Dari 2 ribuan ekor ternak sedikitnya mati hingga 200-an ekor dengan kematian secara bertahap, kerugian yang ditanggung Ketut mencapai jutaan rupiah. “Ayam itu tetap makan tapi bobot badan tambah kurus. Saya kasih obat tapi akhirnya mati. Jadi di situ saya rugi di pakan dan rugi di obat, sehingga pemeliharaan menjadi kurang efisien,” ucapnya. Setelah menilik lebih jauh, tenyata faktor air menjadi salah satu sumber masalah. Air yang ia gunakan berasal dari mata air di pinggir sungai dekat tebing yang ia alirkan ke bawah dan dimasukkan ke dalam penampung, kemudian disedot ke tower untuk dialirkan ke kandang. Kandungan E. coli yang tinggi membuat ayam milik Ketut kerap bermasalah. “Penyakit yang disebabkan oleh E. coli ini menurut saya susah sekali. Ternak matinya pelan-pelan, tapi naik terus. Sedangkan pakan dan obat tetap kita berikan, jadinya kita rugi sekali. Makanya setiap DOC datang, kita upayakan dengan penggunaan desinfektan, obat dan segala cara, tapi tetap saja hasilnya tidak maksimal,” ungkap Ketut. Sampai akhirnya Ketut diperkenalkan produk ASORTIN oleh personil Medion. ASORTIN merupakan asam organik yang dapat menjaga pH saluran cerna dan mengurangi infeksi mikroorganisme patogen. Penggunaannya membuat FCR menjadi lebih optimal dan meningkatkan jumlah bakteri menguntungkan di dalam saluran pencernaan. “Awalnya saya coba pakai sendiri sampai dua periode hasilnya sangat baik, ternak selamat tidak ada yang mati. Dari situ saya beri tahu kelompok ternak di daerah sini, dan benar di peternak lain juga merasakan efek serupa. Akhirnya banyak yang menggunakan,” terang dia. Sudah setahun lebih Ketut menggunakan ASORTIN, kini ternak-ternaknya terlindungi dari serangan penyakit patogen. “Setelah pakai ASORTIN, ayam di kandang lebih sehat, bobot badan dan produksinya optimal. Saya tidak pusing seperti dulu lagi yang setiap ke kandang pasti menemui kematian ayam. Kualitas ASORTIN ini benar-benar bagus,” ungkap Ketut. Ke depannya ia berharap kualitas dari produk ASORTIN tetap terjaga dengan baik. Agar peternak memiliki proteksi andalan dalam menghalau serangan penyakit. “Yang penting kualitasnya tetap terjaga dan dipertahankan, agar kami terhindar dari kerugian akibat serangan penyakit,” pungkasnya. - [Meminimalisir Kerugian di Awal Pemeliharaan](https://www.medionfarma.co.id/meminimalisir-kerugian-di-awal-pemeliharaan-2/): Persiapan chick-in menjadi momentum sangat krusial bagi peternak ayam. Apabila persiapan kandang untuk pemeliharaan tidak dilakukan dengan baik, tentunya akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ayam. Sebab sering kali DOC yang datang mengalami kelelahan akibat perjalanan sehingga membutuhkan tempat yang nyaman. Koko Komarudin, peternak broiler kemitraan yang berlokasi Pelaehari, Kalimantan Selatan, menceritakan hal tersebut ketika memulai usaha ternaknya “Kendala yang sering saya rasakan saat DOC datang (chick-in) biasanya kelelahan karena kelamaan di boks dan brooder-nya belum siap. Jadi harus menunggu terlebih dahulu dan memakan waktu sekitar 3 jam dengan posisi DOC di dalam boks. Karena sering kali DOC datang ke kandang mendadak, jadi kita belum menyiapkan kandangnya,” kata pria kelahiran Bandung ini kepada Infovet. “Apalagi saat musim penghujan, selain berada di boks dalam waktu lama ditambah suhu dingin di sekitar kandang. Ini juga tidak terlepas dari keterampilan anak kandang dalam menyiapkan brooder. Kalau cepat dan terampil bisa membantu agar DOC cepat masuk kandang,” kata Koko yang kini memelihara ratusan ribu ternak broiler. Tentu kerugian tak terhindarkan, menurut Koko ketika kondisi tersebut terjadi, bisa mengakibatkan kematian sebanyak 4-5 ekor DOC dalam satu boks. Ditambah faktor stres juga membuat pertumbuhan ayam terganggu karena DOC tidak mau makan dan minum, serta potensi serangan agen penyakit infeksius sangat tinggi. “Dulu kita biasanya mengakali dengan menggunakan air gula merah atau kadang air rebusan jahe. Tapi hasilnya masih belum optimal. Di satu sisi juga perlakuan tersebut cukup merepotkan dan tidak sederhana,” ucap Koko. Hingga suatu ketika Koko diperkenalkan GINGERTOL oleh personil Medion. GINGERTOL merupakan sediaan cair mengandung sorbitol dan ekstrak jahe merah yang dapat membantu memulihkan energi, seperti saat chick-in atau setelah pindah kandang. “Saya menggunakan GINGERTOL sudah tiga tahun. GINGERTOL sangat membantu saat DOC pertama kali datang, karena ada kandungan ekstrak jahe di dalamnya sehingga bisa menghangatkan DOC, dan yang terpenting tidak repot. Kematian DOC pun sudah jarang terjadi,” ungkap Koko. Biasanya unggas mendapat energi dari asupan pakan dan minum untuk pemeliharaan dan produktivitas. Namun ketika stres melanda, unggas cenderung tidak mau makan dan minum. Hal ini akan sangat berbahaya apalagi di awal pemeliharaan. “Penggunaan GINGERTOL sangat signifikan memulihkan energi ayam, terutama saat transisi dari kandang brooder atau ketika pergantian sekam. Ketika ayam terlihat kedinginan karena perbedaan suhu, kita berikan GINGERTOL 2 ml/liter air. Saya gunakan seperti itu dan ayam menjadi segar kembali,” kata dia. Kelebihan lain yang dirasakan Koko dari penggunaan GINGERTOL yaitu saat ternak ayamnya terserang Gumboro. Kematian yang terjadi menurun drastis. “Dulu saat Gumboro menyerang, kematian ayam naik terus. Sekarang saat pakai GINGERTOL, kematian bisa turun dari 100 ekor menjadi hanya 25 ekor,” ungkapnya. Koko pun merasa terbantu dengan kehadiran GINGERTOL di peternakannya. Menurutnya, selain penggunaannya yang praktis, efektivitas yang dihasilkan juga sangat baik. “Ke depannya saya berharap kualitasnya terus dipertahankan,” pungkasnya. - [Medion Hibahkan Peralatan Laboratorium untuk Universitas Brawijaya](https://www.medionfarma.co.id/medion-hibahkan-peralatan-laboratorium-untuk-universitas-brawijaya-2/): Medion sebagai perusahaan yang bergerak di dunia peternakan, secara aktif turut berkontribusi dalam kemajuan pendidikan khususnya di bidang kesehatan peternakan. Salah satunya adalah bentuk kerjasama yang dilakukan dengan Fakultas Peternakan – Universitas Brawijaya. Medion menghibahkan peralatan laboratorium berupa hematology analyzer dan alat pendukung lainnya. Hematology analyzer merupakan alat laboratorium yang berfungsi untuk menganalisis profil darah. Kerjasama ini dilaksanakan pada 3 Januari 2023 di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Acara dihadiri oleh 41 orang yang terdiri dari dekan, wakil dekan, ketua departemen, ketua program studi, dosen, mahasiswa, dan akademisi Universitas Brawijaya lainnya. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Suyadi, MS, IPU, ASEAN Eng selaku Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Dalam sambutannya beliau sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan Medion, “Terima kasih atas hibah peralatan laboratorium berupa hematology analyzer. Peralatan ini sangat bermanfaat bagi penelitian dan praktikum. Semoga dapat memberikan keberkahan bagi kita semua” lanjutnya. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Komisaris Medion yaitu Peter Yan, “Kami harap peralatan ini dapat melengkapi fasilitas laboratorium, sehingga proses dan kualitas praktikum serta penelitian baik untuk dosen maupun mahasiswa di lingkungan Universitas Brawijaya dapat terus meningkat. Semakin inovatif dan memberikan kontribusi lebih terhadap masyarakat”. Acara diakhiri dengan kegiatan pelatihan penggunaan peralatan laboratorium oleh vendor kepada laboran Fapet Universitas Brawijaya. Kerja sama ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen Medion dalam meningkatkan mutu pendidikan di tanah air dan sejalan dengan program Medion Peduli Pendidikan. Medion berharap dengan terjalinnya kerjasama yang baik ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat disekitarnya. - [Komitmen Medion Dalam Deklarasi Bersama Pengendalian Resistensi Antimikroba di Indonesia](https://www.medionfarma.co.id/komitmen-medion-dalam-deklarasi-bersama-pengendalian-resistensi-antimikroba-di-indonesia/): Kementerian Pertanian dan World Organization of Animal Health (WOAH) bersama beberapa industri perunggasan dan obat hewan di Indonesia mendeklarasikan 5 langkah konkrit dalam usaha mengendalikan Antimicrobial Resistance (AMR) khususnya di Indonesia. Deklarasi ini dilaksanakan pada tanggal 22 November 2022 yang juga bertepatan dengan Pekan Perayaan Kesadaran Antimikroba Sedunia yang berlangsung pada tanggal 18 – 24 November 2022. Adapun 5 langkah yang dideklarasikan sebagai berikut : 1. Berkomitmen dalam penggunaan antimikroba dengan bijak yang tepat jenis dan tepat dosis sesuai resep tenaga kesehatan hewan dan mendukung program edukasi berkelanjutan 2. Meningkatkan biosekuriti, vaksinasi, dan tindakan pencegahan untuk mengurangi tingkat infeksi 3. Mengurangi penggunaan antimikroba di peternakan dan penerapan manajemen limbah yang baik 4. Berinvestasi dalam pemanfaatan vaksin, antimikroba inovatif, dan teknologi baru untuk menekan laju resistensi antimikroba, dan 5. Berkolaborasi antar industri dan peneliti/akademisi dalam riset, data, dan informasi untuk memerangi resistensi antimikroba Medion menjadi salah satu dari enam perwakilan perusahaan dari industri perunggasan dan obat hewan yang ikut menandatangani deklarasi tersebut. Pada acara ini, Peter Yan selaku perwakilan dari Medion berkesempatan untuk menyampaikan pandangan, peran, serta berbagai aksi nyata perusahaan untuk mengendalikan AMR. Beberapa diantaranya yakni berkomitmen dalam memproduksi obat berkualitas baik sesuai standar CPOHB, memastikan kualifikasi personil lapangan dalam mendiagnosa penyakit, meningkatkan kapabilitas laboratorium diagnostik dalam pelayanan uji bakteriologi termasuk uji sensitivitas antimikroba, aktif mengedukasi peternak & masyarakat terkait dengan risiko AMR, melakukan pengembangan produk dalam pengendalian infeksi bakteri baik vaksin maupun alternatif pengganti antibiotik, serta melakukan studi kolaboratif untuk memantau resistensi bakteri di peternakan dan mengembangkan berbagai pendekatan untuk mengendalikan penggunaan dan resistensi antimikroba. Melalui deklarasi bersama ini diharapkan dapat lebih banyak lagi pihak-pihak yang terinspirasi untuk ikut terlibat dan berkontribusi dalam mengatasi masalah resistensi antimikroba di Indonesia. - [Medion Terima Kunjungan Dirkeswan Kementerian Pertanian RI](https://www.medionfarma.co.id/medion-terima-kunjungan-dirkeswan-kementerian-pertanian-ri/): Pada tanggal 24 September 2022, Medion menerima kunjungan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Dr. drh. Nuryani Zainuddin, M.Si selaku Direktur Kesehatan Hewan serta Drs. H. Mohammad Arifin Soedjayana, M.M selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat. Kunjungan berlangsung di pabrik Medion Cimareme, Bandung ini terlaksana dalam rangka peninjauan fasilitas Animal Health Research Center (AHRC) yang baru diresmikan tanggal 10 Mei 2022 lalu, serta peninjauan beberapa fasilitas produksi vaksin ekspor Medion lainnya. Turut hadir juga Founder Medion Jonas Jahja beserta istri, Amalia Jonas, Komisaris Medion Peter Yan serta beberapa perwakilan Top Management Medion. Kunjungan meliputi kegiatan plant tour ke Laboratorium Trial Biological Product dan Pharmaceutical Product di gedung AHRC. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video proses produksi vaksin serta plant tour ke fasilitas produksi, area quality control, dan fasilitas animal testing. Selain itu rombongan juga diajak berkunjung ke fasilitas produksi divisi plastik serta melihat proses pembuatan botol kemasan vaksin. Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, tim Kementerian Pertanian menyatakan bahwa fasilitas yang dimiliki oleh Medion mulai dari laboratorium penelitian, trial dan pengujian, quality control, hingga proses produksi sudah sangat baik dan juga lengkap. Selain itu tim juga terkesan dengan lingkungan sekitar pabrik yang terawat dan indah serta berharap dapat berkunjung kembali ke Medion di lain kesempatan. - [Medion Bersama Utrecht University Gelar Diskusi Antimicrobial Resistance](https://www.medionfarma.co.id/medion-bersama-utrecht-university-gelar-diskusi-antimicrobial-resistance/): Antimicrobial Resistance (AMR) merupakan permasalahan kesehatan multi-sektoral yang semakin menjadi perhatian dunia. Dampak fenomena AMR tidak hanya terjadi di manusia, melainkan juga di hewan dan lingkungan sehingga mengancam aspek kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan. AMR seringkali dinyatakan sebagai silent pandemic karena memiliki tren global yang terus meningkat secara perlahan dan tidak disadari. Pada tahun 2015, organisasi internasional WHO, FAO, dan WOAH (OIE) berkolaborasi dalam payung One Health telah merumuskan sebuah Global Action Plan yang harus diterapkan oleh seluruh negara anggota guna mengendalikan AMR yang diprediksi akan menjadi masalah kesehatan utama dunia dengan tingkat kematian global sebesar 10 juta orang per tahun di masa depan. Masalah AMR pun menjadi salah satu topik utama yang diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia 2022. Menyikapi masalah AMR ini, Medion sebagai perusahaan farmasi veteriner turut aktif melakukan studi, surveilans, dan pengembangan produk alternatif guna mengendalikan AMR di sektor peternakan. Salah satu kegiatan yang telah dilakukan adalah diskusi interaktif dengan Prof. Jaap Wagenaar, DVM, Phd, profesor di bidang Infeksiologi Klinis, Fakultas Kedokteran Hewan, Utrecht University (Belanda) pada tanggal 12 September 2022 di Animal Health Research Center (AHRC), Medion, Cimareme – Bandung. Dalam diskusi ini, Prof. Jaap menyampaikan presentasi berjudul Antimicrobials, Antimicrobial Resistance and Antimicrobial Stewardship. Beliau menekankan tentang pentingnya penggunaan antibiotik golongan HPCIA (Highest Priority Critically Important Antimicrobial) bagi kesehatan manusia, penerapan pilar pengendalian AMR di sektor peternakan, serta upaya yang telah dilakukan oleh Belanda dalam menekan laju AMR pada antibiotik sefalosporin generasi ketiga Ceftiofur di sektor peternakan. Prof. Jaap juga menekankan pentingnya pengujian laboratorium dalam penanganan infeksi bakteri pada ternak. Di Belanda, penanganan infeksi bakteri menggunakan antibiotik harus disertai dengan pengiriman sampel ke laboratorium untuk tujuan uji identifikasi dan sensitivitas antibiotik melalui pengujian Antimicrobial Susceptibility Testing (AST). Uji AST dilakukan untuk menentukan antibiotik mana saja yang masih sensitif terhadap isolat bakteri tersebut sehingga dapat diketahui jenis antibiotik yang masih memberikan khasiat pada ternak. Profil AST pada peternakan menjadi bahan evaluasi yang sangat penting apabila terjadi infeksi berulang di peternakan. Hal ini mengingat bahwa suatu antibiotik tidak akan mampu membunuh bakteri yang telah resisten terhadap antibiotik tersebut. Diskusi ini telah memberikan banyak wawasan kepada seluruh peserta dari Medion dalam menyusun strategi yang tepat dan bijak dalam pengendalian AMR di sektor peternakan. Hal ini dilakukan demi mewujudkan kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan di Indonesia. - [Atasi Infeksi Cacing untuk Menjaga Produktivitas](https://www.medionfarma.co.id/atasi-infeksi-cacing-untuk-menjaga-produktivitas/): Dalam menjaga produktivitas unggas khususnya peternakan layer, para peternak harus melakukan pengawasan kesehatan secara ketat. Terlebih wilayah Indonesia memiliki iklim tropis yang memudahkan berkembangnya berbagai macam penyakit. Pola pemeliharaan layer terbilang membutuhkan waktu lama dan rentan terhadap penyakit yang biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit. Banyak kasus di lapangan, ayam yang dipelihara terjangkit parasit yang mengakibatkan helminthiasis atau cacingan sehingga meresahkan para peternak layer. Infeksi saluran pencernaan karena adanya cacing kerap menjadi kendala dalam produktivitas ternak. Hal ini seringkali dialami oleh peternak hampir di seluruh wilayah Indonesia. Namun, sebuah peternakan di kota Payakumbuh, Sumatra Barat telah berhasil mengatasi infeksi cacing di peternakannya. Jon Eddi Farm merupakan salah satu peternakan layer yang terus berkembang sejak tahun 1998. Subekti Alneri selaku Kepala Pengawas Jon Eddi Farm atau sering disapa Neri, menceritakan pengalamannya dalam mengatasi infeksi cacing yang kerap terjadi di peternakan yang ditanganinya. Menurutnya, berbagai faktor seperti kebersihan kandang dan lingkungan menjadi penyebab munculnya infeksi ini. Faktor lingkungan sangat berpengaruh. Misalnya banyaknya lalat yang berkeliaran di sekitar kandang bisa membawa infeksi cacing pita atau cacing gelang dari peternakan yang lain. Adanya infeksi cacing pada layer sangat berpengaruh pada produktivitas, hasilnya produksi telur menurun dikarenakan nutrisi tidak terserap dengan baik,” jelas Neri. Pengalaman berharga Puluhan tahun memelihara peternakan layer, membuat Subekti Alneri sangat berpengalaman dalam menangani cacingan. “Kami selalu memberikan obat cacing secara rutin minimal setiap tujuh minggu sekali untuk pencegahan,” ujarnya. Ia pun menceritakan pengalaman lainnya menggunakan produk-produk obat cacing yang banyak dijual di pasaran. Berbagai macam produk telah ia gunakan, akan tetapi banyak di antara produk obat cacing tersebut tidak efektif mengatasi infeksi cacing. Neri pun akhirnya mencoba produk LEVAMID atas rekomendasi personil Medion yang selalu berkunjung ke peternakannya. “Setelah kami membandingkan, ternyata LEVAMID menampakkan hasil yang sangat baik dibandingkan yang lain. Produk dari Medion ini lebih menonjol hasilnya, cacing pun keluar lebih banyak. Terbukti ampuh membasmi cacing pita dan gelang sehingga produktivitas terjaga. Pelayanan dari personil Medion juga sangat baik, kami sangat puas,” ujarnya. Pemberian obat cacing ini harus berulang dan sesuai dengan anjuran yang telah direkomendasikan oleh Medion. Neri mengungkapkan bahwa pemberian LEVAMID sebanyak 0,2 gram/kg BB layer miliknya, sangat efektif dan terlihat hasilnya dalam membasmi cacing. Caranya pakan ayam harus dikondisikan habis sehari sebelumnya, sehingga ayam dalam keadaan lapar di keesokan harinya. Campurkan LEVAMID ke dalam pakan sesuai dosis. Ayam yang lapar akan langsung menghabiskan pakan tersebut. “Hasilnya sangat memuaskan, aman dan mudah diberikan kepada ternak. LEVAMID tuntas membasmi cacing, produksi telur membaik, kualitas kerabang lebih tebal dan penggunaan vaksin pun lebih efektif,” tuturnya. Selain itu, Neri sangat terbantu dengan ketersediaan LEVAMID yang mudah didapatkan. Menurutnya pemilihan kemasan yang dipasarkan sangat tepat, sesuai dengan kebutuhan peternak dan terjamin kualitasnya. “Kami selalu merekomendasikan LEVAMID kepada sesama rekan peternak lainnya di Payakumbuh. Kami berharap Medion selalu menjaga kualitas dan terus berinovasi menghasilkan produk-produk yang bermanfaat bagi para peternak Indonesia,” pungkasnya - [Saluran Pernapasan Sehat, Produktivitas Meningkat](https://www.medionfarma.co.id/saluran-pernapasan-sehat-produktivitas-meningkat/): Menjaga kesehatan saluran pernapasan ayam sangat penting untuk mencapai target produktivitas. Apalagi jika ayam dipelihara menggunakan kandang tradisional (open house), maka sirkulasi udara juga perlu diperhatikan. Seperti yang dialami Karyono, pemilik Bima Suci Farm yang berlokasi di Karangtanjung, Lemahabang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dalam perbincangannya bersama Infovet, pria yang menggeluti usaha ternak broiler sejak 10 tahun silam ini menceritakan keluh-kesahnya. “Usaha ternak broiler sudah 10 tahun, saat ini bisnis ayam sedang bergejolak akibat harga pasar yang menurun ditambah adanya pandemi COVID-19. Keadaan makin sulit apabila ternak terserang wabah penyakit,” ujar Karyono. Karyono yang kini memelihara puluhan ribu ekor ternak broiler, kerap diganggu dengan masalah kadar amonia yang tinggi di kandang. Adapun penyebabnya, ujar beliau, karena sirkulasi udara di kandangnya yang kurang baik. “Kita mengandalkan angin dari luar karena masih menggunakan kandang open house. Kalau angin sedang bagus, sirkulasi udara di kandang juga bagus, begitupun sebaliknya. Terkadang sirkulasi udara kurang bagus dan tidak lancar, kita coba tambah kipas tapi tidak banyak membantu,” ungkap Karyono. Jika sudah begitu, kadar amonia di kandang tinggi dan ternak milik Karyono mudah terserang penyakit. “Kebanyakan ayam batuk atau terkena CRD. Ini mengakibatkan nafsu makan ayam berkurang sehingga pertumbuhannya terlambat. Celaka sekali kalau sudah begitu,” kata dia. CRD disebabkan oleh Mycoplasma gallisepticum. Dari data tim Technical Education and Consultation (TEC) Medion dilaporkan dalam tiga tahun terakhir, penyakit ngorok ini penyakit, termasuk Mycoplasma, dengan leluasa masuk dan menginfeksi. Karyono menyebut, selain amonia menjadi gerbang masuknya penyakit, juga mengakibatkan adanya keluhan dari warga di sekitar peternakannya. Ia pun mencoba mengatasinya dengan melakukan bongkar sekam. “Kadar amonia mulai tinggi pada saat ayam berumur 10-12 hari ke atas, kita mulai lakukan pembukaan sekam dari kandang tapi tidak secara menyeluruh. Jadi ketika kadar amonia tinggi dan angin juga berkurang, kita lakukan bongkar sekam sedikit demi sedikit,” terang Karyono. Perlakuan tersebut cukup membantu Karyono, apalagi ditambah penggunaan AMMOTROL untuk menekan kadar amonia di kandangnya. AMMOTROL merupakan produk serbuk larut air dari Medion yang mengandung ekstrak Yucca. Pemberian AMMOTROL mampu mengurangi bau di area peternakan, menurunkan Feed Conversion Ratio (FCR), meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak. “Kita menggunakan AMMOTROL sejak awal beternak, di 3-5 tahun terakhir penggunaannya semakin intens untuk menekan kadar amonia yang tentunya berpengaruh terhadap pertumbuhan ayam,” kata Karyono. Ia menambahkan, “AMMOTROL merupakan produk herbal, yang tentunya tidak memiliki efek samping. Kita berikan pada ayam sejak umur 12 hari sampai panen dengan dosis 125 gram per galon air berukuran 225 liter.” Keuntungan yang dirasakan Karyono kini bau amonia di kandangnya tidak menyengat dan tidak menyebar keluar kandang. “Kita terbantu sekali karena bau amonia berkurang dan tidak menyebar. Ternak juga jarang terserang penyakit dan alhamdulillah bobot badannya juga baik dan FCR-nya bagus,” ungkapnya. Karyono pun berharap kualitas AMMOTROL dalam membantu mengatasi bau amonia di kandang terus dipertahankan. “Semoga kualitasnya terus dijaga. Karena peternak membutuhkan produk ini. Sebelum pakai AMMOTROL, pasti masalah amonia sering terjadi dan kadarnya tinggi. Dengan AMMOTROL, masalah amonia bisa teratasi,” pungkasnya. - [Penghargaan BBPMSOH, Bukti Kualitas Inovasi Medion](https://www.medionfarma.co.id/penghargaan-bbpmsoh-bukti-kualitas-inovasi-medion/): Dalam rangka peringatan ulang tahun Republik Indonesia ke-77, Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) Gunung Sindur mengadakan webinar bertajuk “Penanggulangan Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia”. Acara yang berlangsung pada tanggal 18 Agustus 2022 ini juga bertepatan dengan hari jadi BBPMSOH ke-37. Selain memberikan edukasi mengenai wabah PMK, BBPMSOH juga memberikan penghargaan kepada para klien yang selama ini sudah memanfaatkan layanan pengujian dari BBPMSOH. Acara webinar ini diikuti oleh perwakilan dari beberapa Dinas Peternakan Daerah, dan perusahaan obat hewan di Indonesia. Medion sebagai salah satu perwakilan perusahaan obat hewan menerima 2 buah penghargaan dari BBPMSOH, yakni Best Customer Peringkat 1 kategori “Produsen Obat Herbal” dan Best Customer Peringkat 1 kategori “Produsen Dalam Negeri Terproduktif”. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan dari Pemerintah atas kontribusi Medion sebagai produsen obat hewan dalam negeri yang secara aktif menghasilkan produk-produk lokal yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan peternak seperti produk herbal. Penghargaan tersebut diberikan secara simbolis oleh ketua BBPMSOH, drh. Maidaswar,M.Si kepada Bambang Irawan dan Aprilia Esty dari divisi Animal Health Regulatory Affair Medion. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Medion dalam melakukan terobosan yang inovatif dan holistik untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas. Medion terus berupaya mengembangkan setiap lini produknya agar tetap relevan bagi kebutuhan seluruh peternak di dalam dan luar negeri. - [Best Customer Peringkat 1 Kategori Produsen Obat Herbal (2022)](https://www.medionfarma.co.id/best-customer-peringkat-1-kategori-produsen-obat-herbal-dari-bbpmsoh-2022/) - [Best Customer Peringkat 1 Kategori Produsen Dalam Negeri Terproduktif (2022)](https://www.medionfarma.co.id/penghargaan-bbpmsoh-bukti-kualitas-inovasi-medion-2022/) - [Medion Raih Peringkat Biru PROPER 2020 – 2021](https://www.medionfarma.co.id/medion-raih-peringkat-biru-proper-2020-2021/): PROPER adalah evaluasi kinerja penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan di bidang pengelolaan lingkungan hidup yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Medion meraih penghargaan Peringkat Biru pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) periode 2020-2021. Beberapa kriteria penilaiannya antara lain ketaatan terhadap dokumen lingkungan, pengendalian pencemaran udara, pengendalian pencemaraan air dan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Dalam PROPER kali ini, sebanyak 2.593 perusahaan mendapat penilaian dari Dinas Lingkungan Hidup, namun hanya 1.670 perusahaan yang memperoleh peringkat Biru termasuk Medion. Dengan diraihnya penghargaan ini, Medion sebagai perusahaan yang inovatif dan berkualitas terbukti konsisten untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan dan pengembangannya secara berkesinambungan sehingga dampak usaha terhadap lingkungan semakin menurun. Selanjutnya Medion akan terus melakukan inovasi dalam pengelolaan lingkungan hidup, serta berkolaborasi dengan pemerintah dan pihak terkait lainnya dalam mendukung lingkungan yang sehat. - [Medion Berhasil Mempertahankan Sertifikasi ISO 9001 & 14001](https://www.medionfarma.co.id/medion-berhasil-mempertahankan-sertifikasi-iso-9001-14001/): Memiliki jaminan kualitas pada produk dan jasa merupakan hal penting bagi perusahaan. Jaminan kualitas dijadikan alat ukur kredibilitas dan acuan untuk terus meningkatkan sistem manajemen mutu. Salah satunya dengan melalui sertifikasi ISO 9001, yaitu standar internasional yang diterbitkan International Organization for Standardisation (ISO). Selain itu juga, terdapat ISO 14001 yang dijadikan panduan dalam mengelola dampak kegiatan perusahaan terhadap lingkungan. Sebagai wujud komitmen Medion yang selalu berfokus pada mutu dan lingkungan, Medion berhasil mempertahankan sertifikasi ISO 9001 dan 14001 yang diperoleh sejak tahun 2017 dari lembaga sertifikasi TUV Rheinland Indonesia pada 2nd Surveillance Audit. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 23 – 25 Mei 2022 secara hybrid (offline dan online), diawali dengan penyampaian rencana audit oleh pihak TUV Rheinland dan dilanjutkan dengan audit kegiatan perusahaan dalam Design & Manufacturing Product dan Marketing & Distribution. Kemudian diakhiri dengan penyampaian hasil dan kesimpulan yang menyatakan : 1. Medion telah menggunakan ISO 9004 sebagai panduan dan alat untuk menilai konsistensi penerapan sistem manajemen mutu termasuk penetapan strategi organisasi dan implementasi secara sistematis sebagai upaya untuk selalu berkembang dengan segala perubahan yang ada dalam mencapai tujuan bisnis yang berkelanjutan. 2. Medion berkomitmen terhadap integrasi penerapan sistem manajemen mutu dan lingkungan sebagai upaya mencapai visi dan misi. Keberhasilan ini dapat terwujud berkat kontribusi dan kerja sama dari seluruh unit kerja Medion dalam mendukung 2nd Surveillance Audit ISO 9001 & 14001. Semoga semangat dan komitmen Medion terus terjaga dalam mewujudkan jaminan kualitas produk dan jasa serta mengedepankan keamanan lingkungan di masa mendatang. - [Medion Salurkan Bantuan Penanganan Penyakit Mulut & Kuku](https://www.medionfarma.co.id/medion-salurkan-bantuan-penanganan-penyakit-mulut-kuku/): Pada Rabu, 15 Oktober 2025, Balai Besar Pengujian Mutu Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) menyelenggarakan Forum Pada Senin, 24 November 2025, Medion menerima kunjungan mahasiswa dari 13 perguruan tinggi, yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Islam Bandung, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Islam Indonesia, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Jember. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman langsung mengenai industri farmasi veteriner melalui sesi pemaparan company profile, plant tour, dan Studium Generale terkait peran farmasis dalam pengembangan produk kesehatan hewan. Para peserta menyampaikan bahwa agenda ini informatif dan relevan, terutama karena topik farmasi veteriner belum banyak dibahas di perkuliahan. Semua rangkaian acara mendapat apresiasi tinggi karena masing-masing memberikan gambaran dan pengalaman berbeda mengenai jalur karier, dinamika kerja, dan lingkungan industri. Kunjungan ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa farmasi mengenai peluang profesi di sektor veteriner dan sekaligus memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri. Medion berharap inisiatif ini terus menjadi wadah pengembangan talenta baru yang siap berkontribusi dalam menjawab kebutuhan kesehatan hewan di masa yang akan datang. - [Medion Resmikan Gedung Animal Health Research Center](https://www.medionfarma.co.id/medion-resmikan-gedung-animal-health-research-center/): Pada 10 Mei 2022, Melina Jonas selaku Biological Product Director, Elvina Jahja selaku Pharmaceutical Director, Jonas Jahja dan Amalia selaku Founder Medion meresmikan Gedung Animal Health Research Center (AHRC) di Cimareme, Bandung. Kegiatan diselenggarakan secara hybrid (online dan offline), dan dihadiri 140 orang yang terdiri dari perwakilan pekerja unit bisnis animal health dan top management Medion. Peresmian diawali dengan sambutan dari Melina Jonas dan Elvina Jahja. Dalam sambutannya, Elvina Jahja menyampaikan bahwa dengan adanya gedung AHRC dapat mendukung penelitian mengenai kesehatan hewan di Indonesia dan internasional serta meningkatkan kolaborasi dengan institusi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Selain itu, hasil penelitiannya dapat dipublikasikan dalam jurnal pada konferensi internasional sehingga diketahui oleh masyarakat luas agar dapat lebih memberikan nilai tambah. Gedung AHRC difungsikan sebagai pusat riset dan pengembangan berbagai jenis produk terkait kesehatan hewan ternak maupun hewan kesayangan. Gedung ini terdiri dari 33 laboratorium, diantaranya Lab bakteriologi, Lab virologi, Lab mikrobiologi, Lab kimia, Lab bioteknologi, Lab instrumen, Lab pengembangan produk, Lab pengembangan analisa dan seperangkat fermentor untuk optimasi produksi. Selain itu, terdapat juga ruang kreatif untuk menunjang inovasi para peneliti dalam mencari inspirasi yang bisa dikembangkan menjadi produk atau metode baru kedepannya. Kegiatan peresmian ini bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun Amalia Jonas dan gedung AHRC menjadi hadiah ulang tahun istimewa dari Jonas Jahja kepada istri tercinta. Acara berlangsung meriah dengan adanya pemotongan pita dan plant tour fasilitas gedung. Pada saat pemotongan pita Jonas Jahja menyampaikan bahwa pemotongan pita menjadi simbol peresmian gedung Animal Health Research Center. “Ini menjadi awalan baru yang baik untuk pekerjaan-pekerjaaan yang berkaitan dengan riset untuk animal health. Dan kami berharap gedung AHRC dapat digunakan dengan sebaik mungkin sehingga memberikan manfaat bagi perusahaan,” tutupnya. - [Medion: Penanganan Produk Selama Covid-19](https://www.medionfarma.co.id/medion-penanganan-produk-selama-covid-19/): Pada Senin, 24 November 2025, Medion menerima kunjungan mahasiswa dari 13 perguruan tinggi, yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Islam Bandung, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Islam Indonesia, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Jember. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman langsung mengenai industri farmasi veteriner melalui sesi pemaparan company profile, plant tour, dan Studium Generale terkait peran farmasis dalam pengembangan produk kesehatan hewan. Para peserta menyampaikan bahwa agenda ini informatif dan relevan, terutama karena topik farmasi veteriner belum banyak dibahas di perkuliahan. Semua rangkaian acara mendapat apresiasi tinggi karena masing-masing memberikan gambaran dan pengalaman berbeda mengenai jalur karier, dinamika kerja, dan lingkungan industri. Kunjungan ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa farmasi mengenai peluang profesi di sektor veteriner dan sekaligus memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri. Medion berharap inisiatif ini terus menjadi wadah pengembangan talenta baru yang siap berkontribusi dalam menjawab kebutuhan kesehatan hewan di masa yang akan datang. - [Perlindungan Optimal dengan yang Lokal](https://www.medionfarma.co.id/perlindungan-optimal-dengan-yang-lokal/): Newcastle Disease (ND) atau Tetelo dan Infectious Bursal Disease (IBD) atau Gumboro masih menjadi bagian dari Top 5 besar penyakit viral yang sering menyerang unggas di peternakan Indonesia. Vaksinasi Gumboro dan ND sudah rutin dilakukan, namun laporan kasus tersebut dalam 2 tahun terakhir masih banyak ditemukan. Kejadian ini menjadi kewaspadaan bagi peternak unggas. ND dan Gumboro merupakan penyakit viral menular akut pada unggas. Penyakit ND menimbulkan gangguan pernapasan yang sering diikuti oleh stress, gangguan saraf serta diare. Kerugian yang ditimbulkan antara lain angka mortalitas 10-100%, morbiditas 80-100%, penurunan produksi telur 9-60% dan kualitas telur pada ayam layer, gangguan pertumbuhan serta penurunan bobot badan pada ayam pedaging. Oleh karena itu, kasus ND merupakan ancaman serius bagi industri peternakan di Indonesia. Penyakit Gumboro rentan menyerang unggas muda berumur 2-6 minggu yang ditandai dengan peradangan pada bursa fabrisius dan bersifat imunosupresif. Dampak dari imunosupresif mengakibatkan respon unggas terhadap vaksinasi menurun dan menjadi lebih peka terhadap patogen lain. Temuan lesi makroskopis berupa bursa fabrisius meradang dan edema, hemoragi bergaris pada otot, hemoragi di perbatasan proventrikulus dan ventrikulus, serta ginjal bengkak dapat membantu dalam meneguhkan diagnosis. Kasus Gumboro memberikan pengaruh penting pada peternakan unggas karena infeksi tersebut menyebabkan angka morbiditas mencapai 100% dan angka mortalitas berkisar 25-80% tergantung pada strain virus dan ras unggas. Hingga saat ini, Medion aktif melakukan surveilans untuk mengidentifikasi dan memetakan perkembangan virus di Indonesia. Hasil analisa uji biologi molekuler oleh Medion menunjukkan virus Gumboro yang diperoleh berkerabat dekat dengan very virulent IBD (vvIBD) virus. Virus vvIBD dapat menghindari sistem imun dan menyebabkan peningkatan virulensi. Penggunaan vaksin Gumboro dengan kandungan virus yang homolog diharapkan memberikan perlindungan luas dan optimal sebagai terobosan baru dalam menghalau virus vvIBD. Dalam komitmennya Medion untuk membantu menangani permasalahan peternak, menyediakan produk dengan konten vaksin yang mengandung isolat lapang terkini dan praktis. Medivac ND T-Gumboro L Emulsion diformulasikan dengan mengombinasikan 3 virus ND dan 2 virus Gumboro yang mengandung isolat lokal terkini sehingga memberikan perlindungan luas dan optimal untuk mencegah penyakit ND dan Gumboro pada unggas. Selain itu, Medivac ND T-Gumboro L Emulsion mampu memberikan proteksi dini dengan menginduksi pembentukan antibodi protektif mulai 3 minggu post vaksinasi dan pada 7 minggu post vaksinasi masih protektif. Dengan didukung biosecurity dan manajemen kandang yang baik, ayam aman dari serangan ND dan Gumboro. Medivac ND T-Gumboro L Emulsion mengandung sekaligus ND dan Gumboro dalam 1 vaksin menjadikan vaksinasi praktis, mengurangi stress pada ayam dan bebas reaksi post vaksinasi. - [Produk Herbal yang Melindungi dan Memperbaiki Fungsi Hati](https://www.medionfarma.co.id/produk-herbal-yang-melindungi-dan-memperbaiki-fungsi-hati/): Penggunaan produk herbal dapat bermanfaat bagi kesehatan fungsi hati yang sangat berpengaruh pada proses metabolisme dan produktivitas ternak. Selain itu, penggunaan produk herbal dapat meningkatkan nilai hasil ternak. Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu kabupaten di pesisir Sulawesi Selatan. Wilayah ini sangat berpotensi dalam industri perunggasan karena merupakan wilayah yang strategis untuk pendistribusian hasil ternak ke berbagai wilayah di Indonesia bagian Tengah dan Timur. Melihat potensi wilayahnya, Andi Sri Irma S.Pt kemudian mendirikan poultry shop sejak sembilan tahun lalu dan juga terjun langsung melakukan budi daya ayam petelur (layer). “Saya memilih untuk beternak layer dengan kapasitas awal sebanyak 1.600 ekor. Dalam kurun waktu 4 tahun populasi kami telah mencapai puluhan ribu ekor,” ujar pemilik Surya Multifarm KK ini. Irma menjelaskan bahwa perkembangan peternakan layer di wilayah Kabupaten Bulukumba terus meningkat. Hingga saat ini, pertumbuhan populasi layer mencapai 1,2 juta ekor. Adanya pelabuhan yang menghubungkan dengan Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Timur membuat produk hasil ternak Kabupaten Bulukumba dapat terdistribusi ke wilayah lain. “Diperlukan perhatian khusus untuk menjaga kualitas dan kestabilan hasil produksi untuk mencukupi permintaan telur dari peternakan kami,” ungkapnya. Pengalaman Irma dalam memelihara peternakan layer yang berlokasi di Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba tentu juga diwarnai dengan pengalaman seperti gangguan kesehatan. Menurutnya, seringkali terjadi penurunan produksi telur dalam satu periode pemeliharaannya. Setelah dikonsultasikan dengan personil Medion dan dilakukan pemeriksaan pengecekan PCR/sequencing ternyata saat itu terjadi masalah pada fungsi hati. “Saya mengamati jika cuaca sedang tidak bagus, amonia tinggi, munculnya mikotoksin dan pemberian obat yang tidak tepat dapat menimbulkan kerusakan pada fungsi hati,” jelasnya. Rusaknya fungsi hati dapat mengakibatkan proses metabolisme ternak terganggu sehingga nafsu makan menurun yang berdampak pada produksi telur, serta terjadi imunosupresi. Diperlukan berbagai penanganan untuk pencegahannya dengan meningkatan biosekuriti, memperbaiki manajemen pakan, mengurangi penggunaan obat-obatan dan dilakukan pemberian hepatoprotektor. Setelah mengenal Medion melalui personilnya, Irma mengaku permasalahan tersebut dapat teratasi. “Kepuasan kami menggunakan produk Medion didukung dengan keberadaan para personiel Medion yang selalu cepat tanggap dan selalu hadir membantu kami. Selain itu, kami mengetahui informasi berbagai produk terbaru Medion salah satunya produk herbal Heprofit melalui buletin Info Medion yang selalu kami terima. Sejak awal kami sudah mempercayai kebutuhan obat-obatan dan suplemen ternak kami dengan menggunakan produk-produk Medion,” ujar Irma. Penggunaan herbal sebagai hepatoprotektor Ramuan herbal sudah banyak dimanfaatkan sebagai alternatif pengobatan untuk menjaga kesehatan ternak dan mengurangi penggunaan antibiotik kimia yang berlebihan pada unggas. Heprofit merupakan suplemen cair yang mengandung ekstrak herbal untuk melindungi sel hati dari kerusakan atau sebagai hepatoprotektor. “Saat produk Heprofit diluncurkan, kami diberikan tester untuk menggunakan produk ini, ternyata sangat berpengaruh. Kebetulan ada kasus di peternakan kami, ternak kami sakit lalu kami berikan obat bersamaan dengan pemberian Heprofit. Hasilnya dalam waktu 3 hari, ternak sudah sehat kembali. Pemberiannya sesuai dengan petunjuk penggunaan dengan pemberian sebanyak 0,5 ml per 2 liter air minum,” terangnya. Selama ini menurut Irma bahwa penggunaan rutin Heprofit telah memberikan keuntungan karena terbukti mampu melindungi dan memperbaiki fungsi hati. Selain itu, kondisi hati kembali berfungsi normal sehingga ternak miliknya pun sehat, produksi telur tetap lancar, lebih aman saat diberikan kepada ternak, sangat efektif dan praktis untuk digunakan. “Kami memiliki rencana untuk menambah nilai hasil produk ternak kami dengan memberikan obat-obatan, suplemen herbal dan tidak menggunakan produk kimia. Kami juga berharap semoga Medion terus berinovasi untuk menghasilkan varian produk-produk herbal lainnya yang bermanfaat bagi ternak- ternak kami,” tutupnya. - [Talk Show “Pengendalian Resistensi Antimikroba dari Perspektif Industri”](https://www.medionfarma.co.id/talk-show-pengendalian-resistensi-antimikroba-dari-perspektif-industri-pembicara-deklarator-pencegahan-resistensi-antimikroba-amr/) - [Inovasi Produk Herbal Medion, Dibawakan di Konferensi Luar Negeri](https://www.medionfarma.co.id/inovasi-produk-herbal-medion-dibawakan-di-konferensi-luar-negeri/): Medion terus melakukan inovasi untuk memenuhi kebutuhan peternak. Termasuk dengan dibuatnya produk-produk herbal di bawah payung Mediherba. Tidak hanya memproduksi produk-produk yang berkualitas, Medion pun berkomitmen untuk memberikan edukasi. Kali ini, Medion berpartisipasi dalam sebuah konferensi Internasional yang diselenggarakan pada 30 September – 1 Oktober 2021 secara daring. Konferensi tersebut bertajuk 3rd Edition Of Euro Global Conference on Food Science and Technology, dengan tema Foreground for Advanced Researches in Food Science and Technology. Tujuan diadakannya konferensi tersebut adalah sebagai ajang untuk mentransfer pengetahuan dari penelitian ke industri dan mengubah keamanan pangan untuk masa depan yang aman dan sehat. Hadir sebagai pembicara, Elvina Jahja, selaku Direktur Animal Health PT Medion Farma Jaya, membawakan materi di hadapan para peserta yang merupakan para akademisi, profesional, pengusaha, industrialis, dan insinyur dari dua puluh negara. Dalam kesempatan tersebut, Elvina mempresentasikan mengenai hasil penelitian produk herbal Medion terkini yang memiliki potensi dalam mengoptimalkan FCR broiler, serta menghasilkan kualitas karkas yang baik. Materi tersebut diberi judul, Performance and Carcass quality of Broiler supplemented with Curcuma longa and Morinda citrifolia Extracts. Hal ini diperlukan mengingat tantangan dunia saat ini dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat, menyebabkan kebutuhan akan protein hewani meningkat. Selain itu issue yang berkembang saat ini terkait dengan penarikan AGPs di berbagai belahan dunia, yang dapat menyebabkan penurunan performa ternak, sehingga dibutuhkan suatu alternatif produk yang dapat digunakan sebagai substitusi dari AGPs. Diharapkan herbal yang diteliti ini dapat digunakan untuk produksi yang sustainable. Medion sebagai salah satu perusahaan inovatif yang berfokus pada produk berkualitas, dan bersaing dikancah internasional, telah berhasil mengembangkan berbagai produk herbal, diantaranya Ammotrol, Kumavit, Imustim, Gingertol, Fithera, Super Strong, Red Power, Mastigrin, Respitoran, Heprofit dan Fasbro. Medion juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam dunia peternakan. - [Teknologi AIDC, Implementasi Batch Tracking Lebih Baik](https://www.medionfarma.co.id/teknologi-aidc-implementasi-batch-tracking-lebih-baik/): Medion telah melayani dunia peternakan selama lebih dari 45 tahun dan terus membuktikan bahwa kualitasnya mengikuti standar internasional. Setelah sebelumnya tersertifikasi ISO 9001:2008 mengenai Sistem Manajemen Mutu dan diperbarui dengan standar terbaru, yaitu ISO 9001: 2015, Medion terus mengambil peluang perbaikan dalam pelayanannya. Selain telah mengimplementasikan Cold Chain Management atau Manajemen Rantai Dingin sebagai upaya memastikan vaksin yang didistribusi tetap terjaga kualitasnya, Medion juga terus mengikuti perkembangan teknologi terkait manufaktur dan distribusi. Medion memastikan bahwa sistem yang digunakan mampu melacak dan menelusur produk di pasaran dengan cepat dan tepat. Hal tersebut dilakukan dengan mengubah proses manual menjadi otomatis dengan teknologi AIDC (Automatic Identification & Data Capture). Teknologi AIDC memungkinkan identifikasi data dan riwayat produk secara cepat, mudah dan akurat. Mengapa hal ini penting? Sebelum melanjutkan ke pembahasan yang lebih jauh, ada baiknya untuk mengetahui istilah-istilah yang digunakan pada aktivitas produksi dan distribusi. Batch produksi adalah sejumlah vaksin yang diproduksi pada waktu yang bersamaan dan menggunakan bahan yang sama sehingga memiliki kualitas dan tanggal kadaluarsa yang sama. Nomor batch, yang berupa angka dan/atau huruf, akan menjadi tanda pengenal vaksin-vaksin yang diproduksi dalam satu batch. Nomor batch bersifat unik dan direkam atau dicatat sehingga memungkinkan pelacakan atau penelusuran kembali riwayat lengkap pembuatan vaksin, end-to-end, mulai dari tahap produksi, pengawasan dan distribusi. Proses pelacakan atau penelusuran berdasarkan nomor batch disebut batch tracking. Hal ini sesuai dengan Kepmentan No 466/1999 tentang Pedoman Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik (CPOHB). Tidak hanya di dalam negeri, sistem ini juga telah diimplementasikan untuk vaksin ekspor China dan Pakistan. Perekaman atau pencatatan nomor batch harus dilakukan dengan baik sehingga batch tracking dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Saat ini, Medion melakukannya dengan teknologi AIDC (simbologi barcode 2D data matrix), metode identifikasi vaksin secara otomatis, mengumpulkan data mengenai vaksin dan menyimpannya dalam sistem komputerisasi. Banyak manfaat yang didapatkan dengan diimplementasikannya teknologi AIDC. Pertama, aktivitas pergudangan yang lebih baik. Sebab sistem FEFO (first expired first out) dapat dikontrol dengan baik. Selain itu, potensi kesalahan karena human-error dalam proses penyiapan vaksin untuk dikirimkan ke kantor cabang maupun ke peternak juga dapat diminimasi. Kedua, pelacakan dan penelusuran produk yang efisien. Dengan teknologi AIDC, pelacakan vaksin akan dapat dilakukan dengan cepat, mudah dan akurat. Hal ini akan sangat menguntungkan bagi peternak dan produsen karena peternak dapat mengetahui informasi keaslian produk, tanggal manufaktur, tanggal kadaluarsa atau dari mana produk berasal. Selain itu, bermanfaat juga untuk keperluan penelusuran terkait pertanyaan dan keluhan produk. Ketiga, meningkatnya kualitas audit. Dengan sistem pelacakan dan penelusuran yang terintegrasi, pemerintah dan Medion dapat bersama-sama mengontrol dokumentasi manufaktur. Pergerakan produk mulai dari produksi sampai distribusi ke tangan peternak dapat digambarkan dengan jelas dan lengkap. Hal ini tentu bukan menjadi akhir untuk tetap menjadi kepercayaan peternak, Medion akan terus berinovasi dan mengikuti perkembangan. - [Perjalanan 45 Tahun Medion](https://www.medionfarma.co.id/perjalanan-45-tahun-medion/): Di usianya yang genap 45 tahun ini, Medion mengusung visi baru dengan slogan “Innovative & Holistic” sebagai semangat terbarukan untuk menjadi perusahaan multinasional yang terkemuka, tangguh, dan berkembang sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Inilah perjalanan 45 tahun Medion, perusahaan asal Indonesia yang mendunia. - [Medion, Mitra Kegiatan Ekspor Terbaik](https://www.medionfarma.co.id/medion-mitra-kegiatan-ekspor-terbaik/): Medion, sebagai salah satu eksportir obat hewan, vaksin unggas, dan peralatan peternakan, diundang langsung untuk menghadiri pelepasan ekspor di Program Merdeka Ekspor. Melina Jonas, selaku Animal Health Director Medion, hadir di Hotel InterContinental Bali Resort, Jimbaran sebagai perwakilan perusahaan. Dalam acara tersebut, Medion mendapatkan penghargaan sebagai Mitra Kegiatan Ekspor Terbaik dari Kementrian Pertanian. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pertanian RI, Dr H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H. Program Merdeka Ekspor yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) resmi dibuka, pada 14 Agustus 2021. Program tersebut diadakan pada 17 bandara dan pelabuhan utama yang tersebar di 17 provinsi di Indonesia. Presiden Joko Widodo secara simbolis melakukan Pelepasan Merdeka Ekspor Pertanian 2021 secara virtual, dari Istana Negara, Bogor. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pertanian adalah sektor yang tangguh karena menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Dan menurut Direktur Jenderal PKH, Nasrullah, dalam kegiatan Merdeka Ekspor 2021 ini kontribusi komoditas peternakan dan kesehatan hewan menempati posisi kedua setelah komoditas Perkebunan. Medion, yang sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-45 tersebut telah melakukan ekspor ke lebih dari 20 negara di Asia dan Afrika selama 23 tahun. Selain mengekspor produknya, Medion telah lebih dulu menjadi pemimpin di industri obat hewan dalam negeri. Produknya tersebar ke seluruh Indonesia dan telah menjadi andalan para peternak di Indonesia. Medion terus berkomitmen untuk memajukan industri peternakan Indonesia melalui berbagai kontribusinya, termasuk dengan melakukan ekspor. - [Mengatasi IBH dengan Vaksinasi dari Indukan](https://www.medionfarma.co.id/mengatasi-ibh-dengan-vaksinasi-dari-indukan/): Adanya peningkatan kematian pada ayam pedaging menjadi isu nasional yang cukup menyita perhatian di tahun 2018. Berbagai instansi melakukan investigasi penyakit unggas, salah satunya dilakukan oleh PT Medion. Pengamatan tersebut menunjukkan bahwa pada periode Desember 2017 – Januari 2019, ditemukan 40 kasus pada 8 provinsi di Indonesia yang menyatakan positif Fowl Adenovirus (FAdV), agen penyebab Inclusion Body Hepatitis (IBH) (Wibowo MH et al. 2019). Hingga saat ini kasus IBH masih terjadi dan meningkatkan kewaspadaan peternak mulai dari ayam pembibit sampai ayam komersil. Inclusion Body Hepatitis (IBH) merupakan penyakit viral yang bersifat akut dan dapat ditularkan secara vertikal dan horizontal. Penyakit IBH biasanya ditemukan pada unggas umur 3-13 minggu, khususnya ayam pedaging di umur > 3 minggu dengan gejala klinis yang hampir mirip dengan penyakit lainnya, seperti penurunan nafsu makan, ayam terlihat lemah dan depresi, abdomen terlihat bengkak, serta adanya kematian tak biasa > 1% per hari. Secara patologi anatomi, gejala patognomonis dari IBH yaitu ditemukan adanya bengkak dan hemoragi pada hati dan ginjal, serta terdapat hidroperikardium. Secara histopatologi, ciri khas dari IBH adalah ditemukannya badan inklusi intranuklear pada sel hati. Perubahan fungsi berbagai organ hingga terjadi kematian itulah yang menyebabkan IBH menjadi penyakit yang cukup merugikan bagi peternak. Dalam komitmennya membantu peternak mengurangi risiko kasus IBH, Medion melakukan berbagai penelitian tentang penyakit ini. Pada 20 September 2019, Medion telah memaparkan penelitian terkait IBH dalam “International Vaccine Development Industry Forum” yang diadakan di College of Veterinary Medicine, National Pingtung University of Science & Technology (NPUST), Taiwan. Forum ini dihadiri oleh para ahli di bidang vaksin hewan, yakni profesor dan doktor di bidang veterinary medicine dari Taiwan dan negara lain seperti Vietnam, Jepang, Thailand dan China, serta mahasiswa doctoral, graduate, dan undergraduate degree dari NPUST dan universitas lain. Medion berhasil menemukan cara yang efektif mencegah penyakit IBH yaitu dengan vaksinasi menggunakan Medivac IBH Emulsion yang mengandung 2 virus IBH lokal Indonesia, yaitu FAdV serotipe 8b dan 11 sehingga homolog dengan isolat lapang terkini. Selain itu, Medivac IBH Emulsion juga telah dinyatakan lulus uji keamanan dan potensi sehingga efektif digunakan untuk mencegah IBH. Vaksinasi pertama menggunakan Medivac IBH Emulsion pada ayam pembibit (indukan) dengan pengulangan, terbukti mampu melindungi indukan pada masa produksi dan mengoptimalkan maternal antibodi pada anakan. Dengan didukung biosecurity dan manajemen kandang yang baik, ayam aman dari serangan IBH. Hingga Juli 2021, Medivac IBH Emulsion telah terdaftar di 2 negara Asia, yaitu Indonesia dan Kamboja. - [Pentingnya Animal Research Untuk Mendukung Pengembangan Vaksin Avian Influenza (AI) di Unggas](https://www.medionfarma.co.id/pentingnya-animal-research-untuk-mendukung-pengembangan-vaksin-avian-influenza-ai-di-unggas/): Hampir 17 tahun penyakit Avian Influenza (AI) “bercokol” di Indonesia, yaitu sejak sekitar Agustus 2003 sampai sekarang Indonesia belum bisa dikatakan bebas AI. Sampai saat ini kita mengenal dua jenis Avian Influenza yang menyerang unggas, yakni High Pathogenic Avian Influenza (HPAI) yang bersifat ganas dan Low Pathogenic Avian Influenza (LPAI) yang bersifat tidak ganas. Kedua jenis AI ini sama-sama menimbulkan kerugian, HPAI yang kita kenal selama ini adalah Avian Influenza subtipe H5N1 yang menyebabkan kematian tinggi pada unggas, sedangkan jenis lain tergolong LPAI yang beredar di Indonesia adalah subtipe H9N2. Dikatakan LPAI dikarenakan serangan tunggal oleh AI tipe ini tidak menimbulkan kematian yang tinggi namun menyebabkan penurunan produksi yang cukup signifikan. Kerugian yang muncul pada kasus Avian Influenza disebabkan karena angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) yang tinggi pada kasus H5N1 serta penurunan produksi telur yang signifikan pada H9N2, depopulasi unggas secara massal (stamping out) dan peningkatan biaya untuk pengobatan suportif, sanitasi, dan desinfeksi area kandang, air, serta peralatan peternakan. Dikarenakan kerugian yang cukup besar akibat adanya infeksi AI, upaya pencegahan dengan VAKSINASI dan deteksi dini menjadi sangat penting, ditambah lagi perubahan gejala klinis dan patologi anatomi AI saat ini sudah sedikit berbeda dengan sebelumnya. Medion sebagai produsen vaksin unggas di Indonesia, telah mengembangkan vaksin AI sejak tahun 2004 dan secara continue mengevaluasi dan mengupdate kualitas produknya. Virus Avian Influenza mudah mengalami mutasi, terbagi atas beberapa subtipe berdasarkan kemampuan antigenitas dua protein permukaannya, yaitu Hemagglutinin (HA) dan Neuraminidase (NA). Sampai tahun 2012 telah diidentifikasi ada 16 subtipe HA (H1-H15) dan 9 subtipe NA (N1-N9) pada unggas. Protein HA merupakan bagian yang penting dari virus untuk menempel pada tubuh ayam, sedangkan protein NA berkaitan dengan kemampuan virus melepas virion (hasil perbanyakan) dari sel inang. Sifat virus AI yang tidak mempunyai sifat proof-reading ini yang menyebabkan mutasi. Dengan sifat virus AI yang mudah mutasi tersebut, setiap produsen vaksin AI secara rutin melakukan monitoring perkembangan virus AI, salah satunya dengan sistem pemetaan AI di Indonesia. Pemetaan virus adalah metode untuk mengelola informasi secara keseluruhan melalui peta perubahan virus berbentuk percabangan yang dituangkan langsung ke dalam media tulisan atau gambar. Untuk mendeteksi perubahan virus AI, Medion memiliki fasilitas laboratorium biomolekuler yang lengkap dan memadai di Unit Laboratorium Services and Animal Testing (LAT). Tahapan pembuatan vaksin AI dimulai dengan melakukan karakterisasi dan pemetaan virus AI, berlanjut ke pemilihan kandidat seed melalui animal research secara in vitro dan in vivo. Uji in vitro salah satunya dengan uji biomolekuler untuk karakterisasi virus AI, sedangkan uji in vivo adalah uji potensi dan keamanan (kandidat seed, formula, dan produk) di hewan coba. Animal research AI dengan melakukan uji cross protection antar virus AI dengan metode challenge. Sampai saat ini goldstandar pengujian vaksin AI di unggas dirasa efektif dengan uji tantang langsung ke hewan target (direct). Hasil uji cross protection dikombinasi dengan uji cross immunity dianalisa secara keseluruhan dengan hasil uji biomolekuler, ini akan menunjang penentuan master seed vaksin AI. Pentingnya animal research dalam pengembangan virus AI ini didukung dengan fasilitas laboratorium animal yang memenuhi syarat Animal Biosafety Level 3 yang ada di Animal Testing LAT. Hewan uji yang digunakanpun memenuhi persyaratan spesific pathogen free (SPF) bebas dari lima belas macam penyakit unggas. Kandang animal research juga harus memenuhi syarat, bangunan jauh dari kandang non SPF, untuk meminimalkan dari kontaminasi. Gedung dilengkapi dengan isolator atau dalam gedung dengan filter udara yang bertekanan negatif. Konsutruksi gedung dibuat sedemikian rupa agar terhindar dari masuknya rodentia, burung-burung liar, serangga dan orang luar yang bukan petugas kandang . Operator kandang animal research di BSL 3, sebelum memasuki gedung tidak boleh kontak dengan ayam lain atau dengan agen penyakit di luar pengujian, dikuatirkan terjadi saling kontaminasi antar uji. Operator kandang harus mandi dan mengganti pakaian luar dengan pakaian steril sebelum memasuki ruangan ruangan di dalam gedung. Semua barang yang akan masuk ke dalam gedung harus dalam keadaan steril demikian juga pakan ayam sebaiknya disterilkan. Air minum dialirkan melalui pipa otomatis yang telah difiltrasi dan disinari dengan UV. Pentingnya tim engineering dalam keberadaan gedung animal biosafety level sangatlah dibutuhkan terutama untuk mengontrol dan memonitoring tekanan udara kandang, sistem sterilisasi pakan dan air minum. Dengan fasilitas kandang yang memadai, tenaga ahli yang kompeten dan dukungan tim tehnisi engineering, penelitian vaksin Avian influenza bisa dilakukan dengan lancar. Produk terjaga kualitasnya dan manusianya aman dari bahaya pathogen virus. - [Medion Banjir Ucapan HUT ke-45 dari Peternak](https://www.medionfarma.co.id/medion-banjir-ucapan-hut-ke-45-dari-peternak/): Medion memperingati perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-45 pada Selasa, 1 Juni 2021. Bukan hanya Medion yang berbahagia, namun para peternak Indonesia juga mengucapkan selamat, doa, dan harapan untuk perusahaan produsen vaksin, obat-obatan, dan peralatan peternakan asal Bandung ini. Yuk simak apa kata mereka! - [Saluran Pencernaan Optimal, Produksi Maksimal](https://www.medionfarma.co.id/saluran-pencernaan-optimal-produksi-maksimal/): Kecukupan nutrisi pada ayam berpengaruh besar terhadap produktivitas dan berkaitan erat dengan fungsi kerja saluran pencernaan. Saluran pencernaan yang berfungsi optimal mampu memanfaatkan ransum melalui proses pencernaan dan penyerapan nutrisi yang berujung pada produktivitas ternak yang maksimal. Ada banyak kondisi yang mempengaruhi saluran pencernaan ayam, salah satunya faktor stres. Jika sudah begitu ayam akan mudah terserang berbagai penyakit. Hal itu seperti yang dirasakan oleh Abdul Jalil Bahar, pengelola peternakan “Rizky Layer” yang berlokasi di Desa Bulotalangi Timur, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bolango, Provinsi Gorontalo. Jalil bercerita, usaha peternakan ayam petelur milik sang kakak yang sudah berdiri sekitar 15 tahun ini kerap bermasalah dengan stres akibat cekaman panas, khususnya saat pergantian musim tiba. “Masalah yang sering kita hadapi saat berganti musim, terutama saat musim panas. Mungkin akibat cekaman panas yang membuat ayam rentan stres. Akibatnya produksi menurun dan rentan terkena berbagai penyakit terutama padasaluran pencernaan,” ujar Jalil. Ia pun sempat dibuat khawatir apabila pergantian musim tiba. “Terkadang FCR (feed conversion ratio) tinggi, namun produksi yang dihasilkan tidak mencapai target dan hanya mampu tercapai 78- 79%,” jelasnya. Dari situ ia lantas diperkenalkan Optigrin melalui personil Medion untuk mengatasi masalah tersebut. Optigrin merupakan produk berbahan alami (natural growth promotor) dengan kandungan fitobiotik yang mampu menjaga keseimbangan mikroflora pada usus, memperbaiki performa, meningkatkan daya tahan tubuh ayam dan mengurangi kematian akibat serangan penyakit. “Pertama kali diperkenalkan Optigrin, kita masih ragu karena ada juga produk lain yang sejenis, tapi setelah dipakai pada ayam ternyata hasilnya bagus, sehingga kami merasa cocok dan sampai saat sekarang masih dipakai,” ungkap Jalil. Alasan tersebut karena Jalil mendapat hasil yang sangat memuaskan usai menggunakan Optigrin. “Hasilnya daya tahan tubuh ayam terhadap penyakit pencernaan lebih bagus disamping kita memberikan pakan yang berkualitas yang dapat diserap oleh ayam. Hal ini tentu sangat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan pakan,” tuturnya. Manfaat lain yang dirasakan Jalil yakni pembelian obat-obatan untuk mengatasi penyakit juga menurun. “Kondisi ayam yang sehat tentunya mengurangi pembelian obat. Performa ayam juga terlihat lebih baik. Produksi pun meningkat sebanyak 4%. Sampai saat ini saya masih merasa puas karena hasilnya bagus,” pungkasnya. - [Medion dan Pacific GeneTech Kembangkan Vaksin “Hercules”](https://www.medionfarma.co.id/medion-dan-pacific-genetech-kembangkan-vaksin-hercules/): Selain biosekuriti, vaksinasi pada unggas merupakan tindakan pencegahan terhadap serangan penyakit. Vaksin dengan adjuvant “Hercules” mampu meningkatkan respon imun dan lebih aman bagi ternak. Vaksin “Hercules” menjadi inovasi vaksin generasi terbaru saat ini. Kesehatan ternak merupakan hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam usaha perunggasan. Hal ini perlu dilakukan agar produktivitas tetap terjaga. Selain itu, perlu dilakukan pencegahan agar ternak tidak mudah terserang penyakit. Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan program vaksinasi rutin dan biosekuriti yang ketat. Tujuan utama pemberian vaksinasi pada unggas adalah untuk memberikan perlindungan terbaik dalam mencegah serangan penyakit. Keberhasilan vaksinasi didukung oleh beberapa faktor, salah satunya kualitas vaksin. Vaksin yang baik adalah vaksin yang dapat menstimulasi respon imun pada tubuh unggas. Penambahan adjuvant pada vaksin dapat meningkatkan respon kekebalan tubuh baik secara seluler maupun humoral. Pemilihan adjuvant perlu mempertimbangkan keamanan, kestabilan, cost-effectiveness, dan kemudahan penggunaannya. Medion berkomitmen untuk terus berinovasi memproduksi berbagai macam produk berkualitas tinggi dan memberikan pelayanan terbaik bagi industri peternakan Indonesia maupun dunia. Bekerja sama dengan Pacific GeneTech, perusahaan bioteknologi terkemuka yang berdiri sejak tahun 2009, mengembangkan adjuvant “Hercules” yang dirancang agar vaksin mampu meningkatkan imunitas mukosa saat diberikan secara oral atau hidung, juga tetap efektif jika diberikan melalui suntikan. Salah satu produk vaksin dengan adjuvant “Hercules” tersebut adalah vaksin Coryza dari Medion. Vaksin Coryza dengan adjuvant “Hercules” mampu memberikan kekebalan humoral (sel B-limfosit) dan kekebalan seluler (sel T-limfosit). Sehingga kombinasinya dengan vaksin Coryza yang memakai adjuvant minyak akan bekerja sinergis dalam menghasilkan protektivitas maksimal, durasi imunitas lebih panjang, dan lebih aman. Produk ini akan mulai dipasarkan di Indonesia, kemudian ke pasar Internasional melalui distribusi yang dilakukan Medion. Hal ini didukung dengan pengalaman Medion yang telah mendistribusikan produknya ke lebih dari 20 negara di Asia, Afrika, dan Eropa. - [Produk Herbal Tuntas Atasi Penyakit Bakteri](https://www.medionfarma.co.id/produk-herbal-tuntas-atasi-penyakit-bakteri/): Penggunaan antibiotik secara terus-menerus dapat mengakibatkan resistensi antimikroba dan menimbulkan residu pada daging dan telur yang dihasilkan. Maka dari itu, penggunaan produk herbal terstandar menjadi alternatif untuk menghasilkan pangan yang aman. Pemberian produk herbal sebagai pengobatan alternatif memiliki banyak manfaat bagi kesehatan ternak. Produk herbal dimanfaatkan untuk mengurangi penggunaan antibiotik atau obat-obatan kimia yang berlebihan pada ayam. Hal tersebut dikhawatirkan akan mengakibatkan resistensi bila pemberiannya tidak sesuai aturan secara terus menerus dan menimbulkan residu pada hasil ternak yang dihasilkan. Produk herbal dikenal memiliki berbagai kandungan zat bioaktif yang dihasilkan dari ekstraksi tumbuhan yang berkhasiat dan mampu berfungsi sebagai suplemen, antibakteri, antiparasit, maupun antiprotozoa. Dalam menjaga kualitas produk ternak, penggunaan produk herbal juga dilakukan oleh H. Asrul Saleh, pemilik Puncak Ternak KK, Peternak layer asal Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Keluarga H. Asrul memulai beternak sejak tahun 1989 dengan populasi yang terus bertambah hingga mencapai ratusan ribu ekor saat ini. Ia menceritakan bahwa kondisi lingkungan menjadi tantangan tersendiri baginya. Penyakit CRD, Coryza dan Colibacillosis menjadi penyakit yang seringkali muncul di peternakannya. “Frekuensi terkena penyakit ini sangat sering terjadi dikarenakan kandang kami menggunaan kandang terbuka yang mengakibatkan rentan terkena penyakit. Munculnya penyakit ini sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan lingkungan sekitar. Kami dulu sering menggunakan obat-obatan kimia atau antibiotik untuk pengobatan,” jelasnya. Seiring dengan berkembangnya ilmu kesehatan di peternakan dan adanya pelarangan penggunaan AGP oleh pemerintah, sejak itu H. Asrul sudah mulai mewaspadai penggunaan antibiotik karena bahaya resistensi antimikroba jika terus-menerus digunakan. Oleh karena itu, H. Asrul pun kemudian berkonsultasi dengan personel Medion untuk mengatasi hal tersebut. “Kami sangat terbantu karena direkomendasikan menggunakan produk herbal dari Medion untuk mengatasi penyakit-penyakit yang muncul, dan ternyata sama efektifnya dengan penggunaan obat kimia,” tuturnya. Sejak hadirnya produk FITHERA, H. Asrul beralih menggunakan produk tersebut karena sudah terjamin mutunya dengan bahan baku pilihan dan telah terstandar melalui pengujian pra klinis. FITHERA merupakan obat alami cair mengandung ekstrak herbal yang bekerja mempercepat penyembuhan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. “Penggunaannya pun sangat mudah, dengan menggunakan dosis 0,4 ml/kg bobot badan untuk penyakit CRD, Coryza, dan Colibacillosis. FITHERA dapat diberikan selama 7 hari berturut-turut. Kemudian untuk penanganan lainnya dengan menerapkan biosekuriti yang ketat agar ternak lebih terjaga,” terang Asrul. Selama menggunakan FITHERA, H. Asrul merasakan efektivitas produk yang memang terbukti. Penggunaan produk-produk Medion lainnya pun sangat membantu menjaga kesehatan ternaknya. Menurutnya, sejak pertama beternak dirinya sudah menggunakan produk-prroduk Medion untuk melindungi peternakan layer miliknya. Berdasarkan pengalamannya selama ini, FITHERA dapat mendukung pengobatan yang diberikan, membuat nafsu makan ayam kembali normal, dan produksi pun dapat tercapai. Keuntungan lainnnya yang didapatkan adalah telur yang dihasilkan bebas dari residu obat-obatan sehingga lebih berkualitas dan aman untuk dikonsumsi. H. Asrul pun sangat terbantu dengan mudah didapatkannya produk-produk Medion khususnya FITHERA. Ia selalu merekomendasikan FITHERA kepada sesama rekan peternak lainnya di Sidrap. “Tidak ada yang mengharapkan adanya penyakit. Namun semoga Medion selalu menghadirkan produk berkualitas bagi ternak-ternak kami, teruslah berinovasi untuk menghasilkan produk-produk herbal yang bermanfaat bagi para peternak Indonesia,” pungkasnya. Sumber : Majalah Poultry Indonesia, Februari 2021 - [70th Virtual Western Poultry Disease Conference dan ACPV Sponsored Workshop](https://www.medionfarma.co.id/70th-virtual-western-poultry-disease-conference-dan-acpv-sponsored-workshop/) - [VDFACA Etiopia](https://www.medionfarma.co.id/vdfaca-etiopia/) - [Suplemen Herbal Tingkatkan Imunitas Ayam](https://www.medionfarma.co.id/suplemen-herbal-tingkatkan-imunitas-ayam/): Imunostimulan mampu meningkatkan sistem kekebalan pada kondisi imunosupresi, sehingga daya tahan tubuh ayam selalu optimal Naltri Leosta lahir dari keluarga yang berlatar belakang peternak. Sejak kecil, ia sudah terbiasa membantu ayah ibunya mengurus peternakan ayam petelur (layer) milik mereka. Ia pun bercita-cita untuk melanjutkan usaha orang tuanya tersebut. Setelah menamatkan pendidikan menengah atas, Naltri langsung terjun ke bisnis layer. Bermodalkan ilmu dan pengalaman yang didapat dari orang tua, kini Naltri telah sukses mengembangkan usaha peternakannya. Setiap hari, peternakan bernama Bastari Grup yang berada di Lintau, Sumatera Barat ini mengirimkan telur produksinya ke Bengkulu. Khusus untuk perawatan kesehatan ayamnya, Naltri mempercayakan kepada Medion. “Kami mengenal Medion sudah lama. Sejak orang tua saya memulai usahanya sekitar 1999. Hingga kini, peternakan kami tetap setia dengan produk-produk Medion. Hampir 90 % produk kesehatan hewan di peternakan ini menggunakan produk Medion. Seperti vaksin, obat-obatan, suplemen, dan lainnya” ungkap Naltri. Suplemen Herbal Menurut Naltri, Medion memiliki rangkaian produk yang lengkap. Selain itu pelayanannya juga bagus dan cepat. Bahkan pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, pengiriman produk tetap lancar. Naltri selalu mengandalkan produk-produk Medion. Contohnya pada saat ayamnya mengalami penurunan nafsu makan yang dapat menurunkan kekebalan tubuh, ia memberikan suplemen tambahan yaitu Imustim. Atau pada saat ayam dalam masa pemulihan dari penyakit, ia juga memberikan Imustim. Imustim merupakan suplemen herbal berbentuk cair yang berperan sebagai imunostimulan. Imunostimulan adalah bahan yang dapat membantu meningkatkan fungsi Imunostimulan mampu meningkatkan sistem kekebalan pada kondisi imunosupresi, sehingga daya tahan tubuh ayam selalu optimal sistem kekebalan. Biasanya, imunostimulan juga digunakan pada kondisi imunosupresi, misalnya kondisi stres. Dengan demikian melalui pemberian imunostimulan, kekebalan atau daya tahan tubuh ayam selalu optimal. Imustim diformulasikan untuk menstimulasi sistem imun, meningkatkan nafsu makan dan pemulihan kesehatan. Produk ini aman digunakan untuk pemakaian jangka panjang serta dapat diberikan sebelum dan setelah vaksinasi dan setelah pemberian obat atau vitamin. Imustim diberikan 0.5 – 1 ml per 2 liter air minum 3 hari berturut-turut sebelum dan setelah periode vaksinasi agar hasil vaksinasi lebih optimal. “Nafsu makan ayam terlihat meningkat setelah diberikan Imustim. Saya puas dengan hasil dan kualitas produk ini. Saya sudah mempraktekkannya langsung di lapangan. Bukan sekadar teori. Alhamdulillah sejauh ini hasilnya memuaskan,” ujarnya. Naltri sangat yakin dengan produk-produk Medion. Ia mengaku tidak tertarik untuk menggantinya dengan produk lain yang sejenis. “Kalau sudah yakin dengan satu produk, saya akan menggunakannya terus. Kalau hasilnya sudah bagus, untuk apa diubah lagi,” terangnya. Ia berharap Medion terus berinovasi dan juga terus meningkatkan kualitas dan layanannya.lTROBOS/Adv ## Pages - [Produk Umum](https://www.medionfarma.co.id/produk-umum/): Beranda Page Title Unggas Hewan Besar Babi Ayam Laga Burung Ikan Hewan Kesayangan Biosekuriti & Sanitasi Antisep Desinsep Formades Germ Free Glucosep Medi Bird Medisep Neo Antisep Neo Antisep New Formula Sporades Zaldes No Products Found Antisep Desinsep Formades Germ Free Glucosep Medi Bird Medisep Neo Antisep Neo Antisep New Formula Sporades Zaldes No Products Found - [Produk Hewan Kesayangan](https://www.medionfarma.co.id/produk-hewan-kesayangan/): Beranda Page Title Unggas Hewan Besar Babi Ayam Laga Burung Ikan Hewan Kesayangan Hewan Kesayangan Endtick Golden Pet Anti Flea & Tick For Cats Golden Pet Anti Flea & Tick For Dogs Golden Pet Deworming Vermistop No Products Found Endtick Golden Pet Anti Flea & Tick For Cats Golden Pet Anti Flea & Tick For Dogs Golden Pet Deworming Vermistop No Products Found - [Produk Ikan](https://www.medionfarma.co.id/produk-ikan/): Beranda Page Title Unggas Hewan Besar Babi Ayam Laga Burung Ikan Hewan Kesayangan Farmasetik Antiseptik Germ Free No Products Found Antiseptik Germ Free No Products Found - [Produk Burung](https://www.medionfarma.co.id/produk-burung/): Beranda Page Title Unggas Hewan Besar Babi Ayam Laga Burung Ikan Hewan Kesayangan Farmasetik Premiks Katalog Antibakteri Antiseptik Suplemen Antibakteri Trimezyn B No Products Found Antiseptik Medi Bird No Products Found Suplemen Vita Plex Drops Vita Plex-B Vita Stress-B No Products Found Melody No Products Found Katalog Antibakteri Antiseptik Suplemen Antibakteri Trimezyn B No Products Found Antiseptik Medi Bird No Products Found Suplemen Vita Plex Drops Vita Plex-B Vita Stress-B No Products Found Melody No Products Found Katalog Antibakteri Antiseptik Suplemen Katalog Antibakteri Antiseptik Suplemen - [Produk Ayam Laga](https://www.medionfarma.co.id/produk-ayam-laga/): Beranda Page Title Unggas Hewan Besar Babi Ayam Laga Burung Ikan Hewan Kesayangan Vaksin Farmasetik Premiks Katalog Vaksin Aktif Vaksin Inaktif Vaksin Aktif Medivac ND Hitchner B1 Medivac ND La Sota Medivac Pox No Products Found Vaksin Inaktif Medivac AI H5N1 2.3 Medivac Coryza B Medivac Coryza T Medivac ND-AI H5N1 No Products Found Katalog Antibakteri Obat Cacing Suplemen Support Antibakteri Neo Meditril Tinolin Injection Ultraflox-K No Products Found Obat Cacing Levamid-K No Products Found Suplemen Calvita Furnitin Red Power Red Power Injection Solvit Super Stamina Super Strong No Products Found Support Mycoraid Obat Tembolok Tendefit No Products Found Mineral Feed Supplement A No Products Found Katalog Vaksin Aktif Vaksin Inaktif Vaksin Aktif Medivac ND Hitchner B1 Medivac ND La Sota Medivac Pox No Products Found Vaksin Inaktif Medivac AI H5N1 2.3 Medivac Coryza B Medivac Coryza T Medivac ND-AI H5N1 No Products Found Katalog Antibakteri Obat Cacing Suplemen Support Antibakteri Neo Meditril Tinolin Injection Ultraflox-K No Products Found Obat Cacing Levamid-K No Products Found Suplemen Calvita Furnitin Red Power Red Power Injection Solvit Super Stamina Super Strong No Products Found Support Mycoraid Obat Tembolok Tendefit No Products Found Mineral Feed Supplement A No Products Found Katalog Vaksin Aktif Vaksin Inaktif Katalog Vaksin Aktif Vaksin Inaktif Katalog Antibakteri Obat Cacing Suplemen Support Katalog Antibakteri Obat Cacing Suplemen Support - [Produk Babi](https://www.medionfarma.co.id/produk-babi/): Beranda Page Title Unggas Hewan Besar Babi Ayam Laga Burung Ikan Hewan Kesayangan Farmasetik Premiks Katalog Antibakteri Obat Cacing Suplemen Support Antibakteri Kanamin Lincomed-LA Medoxy-L Medoxy-LA Neo Meditril 10-LA Neo Meditril-I Sulpig Tinolin Tinolin Injection Trimezyn Bolus Trimezyn Kaplet Tysinol Vet Strep No Products Found Obat Cacing Nemasol Kaplet Vermizyn SBK Wormectin Injeksi No Products Found Suplemen ADE-plex Injeksi Bioselvita Ferdex 100 Ferdex Plus Injekvit B-Plex Injekvit B12 Kalsinat injeksi Vita B-Plex Bolus Extra Flavor Vitesel Inj No Products Found Support Adesta Aquanet Delatrin Dicodine Flytox Kututox Larvatox Medipiron Injection Toltradex No Products Found Asiges Maxipig Mineral Babi Pigmix Gold Pignox NA No Products Found Katalog Antibakteri Obat Cacing Suplemen Support Antibakteri Kanamin Lincomed-LA Medoxy-L Medoxy-LA Neo Meditril 10-LA Neo Meditril-I Sulpig Tinolin Tinolin Injection Trimezyn Bolus Trimezyn Kaplet Tysinol Vet Strep No Products Found Obat Cacing Nemasol Kaplet Vermizyn SBK Wormectin Injeksi No Products Found Suplemen ADE-plex Injeksi Bioselvita Ferdex 100 Ferdex Plus Injekvit B-Plex Injekvit B12 Kalsinat injeksi Vita B-Plex Bolus Extra Flavor Vitesel Inj No Products Found Support Adesta Aquanet Delatrin Dicodine Flytox Kututox Larvatox Medipiron Injection Toltradex No Products Found Asiges Maxipig Mineral Babi Pigmix Gold Pignox NA No Products Found Katalog Antibakteri Obat Cacing Suplemen Support Katalog Antibakteri Obat Cacing Suplemen Support - [Produk Hewan Besar](https://www.medionfarma.co.id/produk-hewan-besar/): Beranda Page Title Unggas Hewan Besar Babi Ayam Laga Burung Ikan Hewan Kesayangan Farmasetik Premiks Herbal Katalog Antibakteri Obat Cacing Suplemen Support Antibakteri Kanamin Lincomed-LA Medoxy-L Medoxy-LA Neo Meditril 10-LA Neo Meditril-I Tinolin Injection Trimezyn Bolus Tysinol Vet Strep No Products Found Obat Cacing Nemasol Kaplet Vermizyn SBK Wormectin Injeksi Wormectin Plus Wormectin Plus-B Wormzol-B Wormzol-K No Products Found Suplemen ADE-plex Injeksi Bioselvita Injekvit B-Plex Injekvit B12 Kalsinat injeksi Vita B-Plex Bolus Extra Flavor Vitesel Inj No Products Found Support Adesta Aquanet Bloatex Delatrin Dexavet Dicodine Flytox Histadryl Kututox Kututox Oral Larvastop Larvatox M-Drops Medipiron Injection Toltradex No Products Found Mineral Feed Supplement S Mix Plus Cattle Pro No Products Found Digesfit Mastigrin No Products Found Katalog Antibakteri Obat Cacing Suplemen Support Antibakteri Kanamin Lincomed-LA Medoxy-L Medoxy-LA Neo Meditril 10-LA Neo Meditril-I Tinolin Injection Trimezyn Bolus Tysinol Vet Strep No Products Found Obat Cacing Nemasol Kaplet Vermizyn SBK Wormectin Injeksi Wormectin Plus Wormectin Plus-B Wormzol-B Wormzol-K No Products Found Suplemen ADE-plex Injeksi Bioselvita Injekvit B-Plex Injekvit B12 Kalsinat injeksi Vita B-Plex Bolus Extra Flavor Vitesel Inj No Products Found Support Adesta Aquanet Bloatex Delatrin Dexavet Dicodine Flytox Histadryl Kututox Kututox Oral Larvastop Larvatox M-Drops Medipiron Injection Toltradex No Products Found Mineral Feed Supplement S Mix Plus Cattle Pro No Products Found Digesfit Mastigrin No Products Found Katalog Antibakteri Obat Cacing Suplemen Support Katalog Antibakteri Obat Cacing Suplemen Support - [MixPlus & NutriPro](https://www.medionfarma.co.id/mixplus-nutripro/): Performa hewan ternak sangat ditunjang oleh kecukupan nutrisi yang dikonsumsi. Namun, nutrisi dalam pakan dapat menurun selama proses pengendalian dan penyimpanan yang tidak sesuai. Oleh karena itu, diperlukan nutrisi tambahan dari luar untuk menunjang kebutuhan nutrisi ternak. - [Winner](https://www.medionfarma.co.id/winner/): Ayam laga atau sering disebut ayam adu (fighting cock, gamecock atau gamefowl) adalah ayam jantan atau ayam jago yang memiliki ciri fisik dan karakter yang cocok untuk tarung dan dipelihara khusus untuk diadu atau ditandingkan. Ayam laga yang bagus, ideal, unggul atau berkualitas adalah ciri-ciri ayam laga yang memenuhi syarat untuk menjadi ayam laga unggul. Memiliki ayam laga yang kuat dan tangguh adalah impian setiap penghobi ayam laga. - [Mediherba](https://www.medionfarma.co.id/mediherba/): Kekhawatiran akan penggunaan produk sintetik terutama produk antibiotik sintetik yang tidak tepat guna dan dosis sehingga dapat menyebabkan resistensi & residu terhadap hewan maupun manusia, membuat Medion melakukan terobosan inovasi pengembangan produk herbal dengan umbrella brand Mediherba sebagai alternatif dalam menunjang program pemeliharaan hewan ternak yang sehat pada tahun 2013. Produk pertama yang diluncurkan adalah Kumavit dan Ammotrol. - [Profil](https://www.medionfarma.co.id/profil/): Menjadi  Perusahaan Multinasional yang Terkemuka, Tangguh, dan Berkembang Sejalan dengan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat - [Kolaborasi Manufaktur](https://www.medionfarma.co.id/kolaborasi-manufaktur/): Dalam menciptakan kolaborasi yang memberikan nilai tambah bagi semua pihak, kami menyediakan layanan toll manufacture pada semua tahap proses. Mulai dari penyediaan sumber daya, perencanaan, proses produksi hingga pengemasan. - [Kolaborasi Penelitian & Pengembangan](https://www.medionfarma.co.id/kolaborasi-penelitian-pengembangan/): Kami memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam penelitian dan uji coba berbagai aspek industri peternakan hewan. Dilengkapi dengan fasilitas BSL dan laboratorium seperti biologi molekuler, bakteriologi, serologi, virologi, parasitologi, dan farmakologi. Sumber daya beserta keahlian di dalamnya bisa menjadi potensi besar yang membawa manfaat bagi dunia kesehatan hewan. - [Produk Unggas](https://www.medionfarma.co.id/produk-unggas/): Beranda Page Title Unggas Hewan Besar Babi Ayam Laga Burung Ikan Hewan Kesayangan Vaksin Farmasetik Premiks Herbal Katalog Vaksin AE Vaksin AI Vaksin Coryza Vaksin EDS Vaksin Fowl Cholera Vaksin Gumboro Vaksin IB Vaksin IBH Vaksin ILT Vaksin Kombinasi Vaksin ND Vaksin Pox Vaksin Reo Vaksin SHS Vaksin AE (Avian Encephalomyelitis) Medivac AE No Products Found Vaksin AI (Avian Influenza) Medivac AI Medivac AI 0.3 Medivac AI 0.3 H5N1 2.3 Medivac AI H5 Medivac AI H5N1 2.3 Medivac AI H9N2 Medivac AI H9N2 0.3 Medivac AI Subtipe H5N1 & H9N2 No Products Found Vaksin Coryza Medivac Coryza B Medivac Coryza Q Medivac Coryza Q Chito Medivac Coryza Q Suspension Medivac Coryza T Medivac Coryza T Chito Medivac Coryza T Suspension No Products Found Vaksin EDS (Egg Drop Syndrome) Medivac EDS No Products Found Vaksin Fowl Cholera Medivac Fowl Cholera No Products Found Vaksin Gumboro Medivac Gumboplex Medivac Gumboro A Medivac Gumboro A1 Medivac Gumboro B Medivac Gumboro Emulsion No Products Found Vaksin IB (Infectious Bronchitis) Medivac IB H-120 Medivac IB H-52 Medivac IB Variant No Products Found Vaksin IBH (Inclusion Body Hepatitis) Medivac IBH Emulsion No Products Found Vaksin ILT (Infectious Laryngotracheitis) Medivac ILT Medivac ILT LS No Products Found Vaksin Kombinasi Medivac AE-Pox Medivac ND B-EDS-IB T Medivac ND G7-AI 0.3 H5N1 Medivac ND G7-AI H5N1 Medivac ND G7-AI H5N1 H9N2 Medivac ND G7-AI H9N2 Medivac ND G7-EDS Emulsion Medivac ND G7-EDS-AI H5N1 Medivac ND G7-EDS-IB Emulsion Medivac ND G7-IB Emulsion Medivac ND G7-IB Variant Emulsion Medivac ND G7-IB-AI H5N1 Medivac ND G7-IB-Gumboro Emulsion Medivac ND T-AI H5H9 Medivac ND T-EDS-IB Medivac ND T-EDS-IB T Emulsion Medivac ND T-Gumboro Emulsion Medivac ND T-Gumboro L Emulsion Medivac ND T-IB Emulsion Medivac ND T-IBH 0.3 Medivac ND T-IBH Emulsion Medivac ND-AI 0.3 H5N1 Medivac ND-AI H5N1 Medivac ND-Coryza Emulsion Medivac ND-EDS Emulsion Medivac ND-EDS-IB Emulsion Medivac ND-EDS-IB Variant Emulsion Medivac ND-Gumboro Emulsion Medivac ND-IB Medivac ND-IB Emulsion Medivac ND-IB S Medivac ND-IB Variant Emulsion Medivac ND-IB Variant-Gumboro Emulsion Medivac ND-IB-Gumboro Emulsion No Products Found Vaksin ND (Newcastle Disease) Medivac ND Clone 45 Medivac ND Emulsion Medivac ND Emulsion 0.3 Medivac ND G7 Emulsion Medivac ND G7 Emulsion 0.3 Medivac ND Hitchner B1 Medivac ND La Sota Medivac ND Spray Medivac ND T Emulsion No Products Found Vaksin Pox Medivac Pox No Products Found Vaksin Reo Medivac Reo Medivac Reo Emulsion No Products Found Vaksin SHS (Swollen Head Syndrome) Medivac SHS No Products Found Katalog Antibakteri Antiparasit – Obat Cacing Antiparasit – Obat Kutu Antiparasit – Obat Lalat Antiprotozoa – Antikoksi Antiprotozoa – Antimalaria Suplemen Support Antibakteri Amoxitin NF Ampicol NF Coliquin NF Collimezyn Doctril Doxytin NF Doxyvet Erydoxcy Erysuprim NF Gentamin Gumbonal Kanamin Koleridin Koleridin-K Lincomed-LA Medoxy-L Medoxy-LA Neo Meditril Neo Meditril 10-LA Neo Meditril-I Neosid Remisin Respiratrek Rofotyl Therapy Tinolin Tinolin Injection Trimezyn Kaplet Trimezyn S Tyfural Tysinol Vet Strep Vita Tetra Chlor NF Vita Tetra Chlor Serbuk NF No Products Found Antiparasit – Obat Cacing Cacing Exitor Levamid Nemasol Kaplet Vermixon Vermizyn Vermizyn SBK Wormisol Wormzol Suspensi No Products Found Antiparasit – Obat Kutu Kututox Kututox Oral No Products Found Antiparasit – Obat Lalat Delatrin Dicodine Flytox Larvastop Larvatox No Products Found Antiprotozoa – Antikoksi Amprosid Antikoksi Coxy Koksidex Toltradex No Products Found Antiprotozoa – Antimalaria Maladex No Products Found Suplemen ADE-plex Injeksi Aminovit Broiler Vita Calvita Egg Stimulant Gold Fortevit Injekvit B-Plex Medistress Plus Neobro Puyuh Medi Egg Puyuh Vitanak Solvit Strong Egg Strong n Fit Turbo Vita Chicks Gold Vita Plex Vita Stress Vita Strong Vitesel C Vitesel Inj No Products Found Support Adesta Anti Pick Aquanet Asortin Cil Dexavet Diaquit Entrozim Larutan Dapar Medimilk Netrabil Paramed-C Paramed-S Probiomix No Products Found Asiges Betterzym Endomix Freetox Freetox G Fungitox Mineral Feed Sup Ayam Mineral Feed Supplement Bebek Mix Plus BAP3A Mix Plus Bro BAP12A Mix Plus LLK13A Mix Plus LLK3A Mix Plus LLK3B Mix Plus LLK8A Mix Plus LLM3A Mix Plus LLM3B Optigrin Prozyme Top Mix Gold Top Mix HC No Products Found Ammotrol Eggstima Fasbro Fithera Gingertol Grow Chicks Heprofit Imustim Inflagrin Kobakil Kumavit Reduvir Respitoran No Products Found Katalog Vaksin AE Vaksin AI Vaksin Coryza Vaksin EDS Vaksin Fowl Cholera Vaksin Gumboro Vaksin IB Vaksin IBH Vaksin ILT Vaksin Kombinasi Vaksin ND Vaksin Pox Vaksin Reo Vaksin SHS Vaksin AE (Avian Encephalomyelitis) Medivac AE No Products Found Vaksin AI (Avian Influenza) Medivac AI Medivac AI 0.3 Medivac AI 0.3 H5N1 2.3 Medivac AI H5 Medivac AI H5N1 2.3 Medivac AI H9N2 Medivac AI H9N2 0.3 Medivac AI Subtipe H5N1 & H9N2 No Products Found Vaksin Coryza Medivac Coryza B Medivac Coryza Q Medivac Coryza Q Chito Medivac Coryza Q Suspension Medivac Coryza T Medivac Coryza T Chito Medivac Coryza T Suspension No Products Found Vaksin EDS (Egg Drop Syndrome) Medivac EDS No Products Found Vaksin Fowl Cholera Medivac Fowl Cholera No Products Found Vaksin Gumboro Medivac Gumboplex Medivac Gumboro A Medivac Gumboro A1 Medivac Gumboro B Medivac Gumboro Emulsion No Products Found Vaksin IB (Infectious Bronchitis) Medivac IB H-120 Medivac IB H-52 Medivac IB Variant No Products Found Vaksin IBH (Inclusion Body Hepatitis) Medivac IBH Emulsion No Products Found Vaksin ILT (Infectious Laryngotracheitis) Medivac ILT Medivac ILT LS No Products Found Vaksin Kombinasi Medivac AE-Pox Medivac ND B-EDS-IB T Medivac ND G7-AI 0.3 H5N1 Medivac ND G7-AI H5N1 Medivac ND G7-AI H5N1 H9N2 Medivac ND G7-AI H9N2 Medivac ND G7-EDS Emulsion Medivac ND G7-EDS-AI H5N1 Medivac ND G7-EDS-IB Emulsion Medivac ND G7-IB Emulsion Medivac ND G7-IB Variant Emulsion Medivac ND G7-IB-AI H5N1 Medivac ND G7-IB-Gumboro Emulsion Medivac ND T-AI H5H9 Medivac ND T-EDS-IB Medivac ND T-EDS-IB T Emulsion Medivac ND T-Gumboro Emulsion Medivac ND T-Gumboro L Emulsion Medivac ND T-IB Emulsion Medivac ND T-IBH 0.3 Medivac ND T-IBH Emulsion Medivac ND-AI 0.3 H5N1 Medivac ND-AI H5N1 Medivac ND-Coryza Emulsion Medivac ND-EDS Emulsion Medivac ND-EDS-IB Emulsion Medivac ND-EDS-IB Variant Emulsion Medivac ND-Gumboro Emulsion Medivac ND-IB Medivac ND-IB Emulsion Medivac ND-IB S Medivac ND-IB Variant Emulsion Medivac ND-IB Variant-Gumboro Emulsion Medivac ND-IB-Gumboro Emulsion No Products Found Vaksin ND (Newcastle Disease) Medivac ND Clone 45 Medivac ND Emulsion Medivac ND Emulsion 0.3 Medivac ND G7 Emulsion Medivac ND G7 Emulsion 0.3 Medivac ND Hitchner B1 Medivac ND La Sota Medivac ND Spray Medivac ND T Emulsion No Products Found Vaksin Pox Medivac Pox No Products Found Vaksin Reo Medivac Reo Medivac Reo Emulsion No Products Found Vaksin SHS (Swollen Head Syndrome) Medivac SHS No Products Found Katalog Antibakteri Antiparasit – Obat Cacing Antiparasit – Obat Kutu Antiparasit – Obat Lalat Antiprotozoa – Antikoksi Antiprotozoa – Antimalaria Suplemen Support Antibakteri Amoxitin NF Ampicol NF Coliquin NF Collimezyn Doctril Doxytin NF Doxyvet Erydoxcy Erysuprim NF Gentamin Gumbonal Kanamin Koleridin Koleridin-K Lincomed-LA Medoxy-L Medoxy-LA Neo Meditril Neo Meditril 10-LA Neo Meditril-I Neosid Remisin Respiratrek Rofotyl Therapy Tinolin Tinolin Injection Trimezyn Kaplet Trimezyn S Tyfural Tysinol Vet Strep Vita Tetra Chlor NF Vita Tetra Chlor Serbuk NF No Products Found Antiparasit – Obat Cacing Cacing Exitor Levamid Nemasol Kaplet Vermixon Vermizyn Vermizyn SBK Wormisol Wormzol Suspensi No Products Found Antiparasit – Obat Kutu Kututox Kututox Oral No Products Found Antiparasit – Obat Lalat Delatrin Dicodine Flytox Larvastop Larvatox No Products Found Antiprotozoa – Antikoksi Amprosid Antikoksi Coxy Koksidex Toltradex No Products Found Antiprotozoa – Antimalaria Maladex No Products Found Suplemen ADE-plex Injeksi Aminovit Broiler Vita Calvita Egg Stimulant Gold Fortevit Injekvit B-Plex Medistress Plus Neobro Puyuh Medi Egg Puyuh Vitanak Solvit Strong Egg Strong n Fit Turbo Vita Chicks Gold Vita Plex Vita Stress Vita Strong Vitesel C Vitesel Inj No Products Found Support Adesta Anti Pick Aquanet Asortin Cil Dexavet Diaquit Entrozim Larutan Dapar Medimilk Netrabil Paramed-C Paramed-S Probiomix No Products Found Asiges Betterzym Endomix Freetox Freetox G Fungitox Mineral Feed Sup Ayam Mineral Feed Supplement Bebek Mix Plus BAP3A Mix Plus Bro BAP12A Mix Plus LLK13A Mix Plus LLK3A Mix Plus LLK3B Mix Plus LLK8A Mix Plus LLM3A Mix Plus LLM3B Optigrin Prozyme Top Mix Gold Top Mix HC No Products Found Ammotrol Eggstima Fasbro Fithera Gingertol Grow Chicks Heprofit Imustim Inflagrin Kobakil Kumavit Reduvir Respitoran No Products Found Katalog Vaksin AI Vaksin AE Vaksin Coryza Vaksin EDS Vaksin Fowl Cholera Vaksin Gumboro Vaksin IB Vaksin IBH Vaksin ILT Vaksin Kombinasi Vaksin ND Vaksin Pox Vaksin Reo Vaksin SHS Katalog Vaksin AI Vaksin AE Vaksin Coryza Vaksin EDS Vaksin Fowl Cholera Vaksin Gumboro Vaksin IB Vaksin IBH Vaksin ILT Vaksin Kombinasi Vaksin ND Vaksin Pox Vaksin Reo Vaksin SHS Katalog Antibakteri Antiparasit – Obat Cacing Antiparasit – Obat Kutu Antiparasit – Obat Lalat Antiprotozoa – Antikoksi Antiprotozoa – Antimalaria Suplemen Support Katalog Antibakteri Antiparasit – Obat Cacing Antiparasit – Obat Kutu Antiparasit – Obat Lalat Antiprotozoa – Antikoksi Antiprotozoa – Antimalaria Suplemen Support - [Medivac](https://www.medionfarma.co.id/medivac/): Medion memproduksi vaksin unggas dengan brand Medivac sejak 1993. Dengan komitmen dalam menciptakan produk melalui praktik manufaktur terbaik, Medion menjamin ketersediaan produk yang berkualitas tinggi. Kontrol kualitas yang ketat dilakukan di semua tingkatan, dari bahan mentah hingga produk jadi, dengan menggunakan peralatan mutakhir dan teknologi terkini. - [Hubungi Kami](https://www.medionfarma.co.id/hubungi-kami/): Isi Form - [Karir](https://www.medionfarma.co.id/karir/): Medion Farma Jaya membuka kesempatan bagi Anda yang ingin tumbuh dan berkontribusi bersama kami. Lihat informasi lowongan dan peluang karir terkini hanya melalui website Medion Ardhika Bhakti. - [Kolaborasi](https://www.medionfarma.co.id/kolaborasi/): Medion Farma Jaya telah melakukan kolaborasi dengan berbagai institusi meliputi lembaga akademi, pemerintah, perusahaan swasta, dan berbagai kelompok masyarakat di Indonesia serta di luar negeri.  - [Tentang Kami](https://www.medionfarma.co.id/tentang-kami/): Didirikan pada tahun 1976 di Indonesia, Medion Farma Jaya adalah perusahaan kesehatan hewan yang berfokus pada dunia peternakan. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam obat-obatan serta peralatan berkualitas tinggi untuk praktik pertanian. Rangkaian produk tersebut didukung dengan layanan laboratorium yang diperuntukkan bagi para peternak. - [Beranda](https://www.medionfarma.co.id/): Medion Farma Jaya menghadirkan produk farmasi, vaksin, dan layanan laboratorium yang cepat, tepat, serta akurat untuk mendukung kesehatan hewan ## Produk - [Golden Pet Probiotic Mix](https://www.medionfarma.co.id/produk/golden-pet-probiotic-mix/) - [Golden Pet Urinary Supplement](https://www.medionfarma.co.id/produk/golden-pet-urinary-supplement/) - [Golden Pet Gel Supplement](https://www.medionfarma.co.id/produk/golden-pet-gel-supplement/) - [Golden Pet Antifungal Ointment](https://www.medionfarma.co.id/produk/golden-pet-antifungal-ointment/) - [Golden Pet Anti Flea & Tick Shampoo](https://www.medionfarma.co.id/produk/golden-pet-anti-flea-tick-shampoo/) - [Golden Pet Anti Flea & Tick Spray](https://www.medionfarma.co.id/produk/golden-pet-anti-flea-tick-spray/) - [Golden Pet Deworming Dogs](https://www.medionfarma.co.id/produk/golden-pet-deworming-dogs/) - [Probiomix](https://www.medionfarma.co.id/produk/probiomix/) - [Oxytic Laga](https://www.medionfarma.co.id/produk/oxytic-laga/) - [Wormzol Suspensi](https://www.medionfarma.co.id/produk/wormzol-suspensi/) - [Neo Meditril Bolus](https://www.medionfarma.co.id/produk/neo-meditril-bolus-2/) - [Bioflush](https://www.medionfarma.co.id/produk/bioflush/) - [Transolit New](https://www.medionfarma.co.id/produk/transolit-new/) - [Medivac ND T-EDS-IB](https://www.medionfarma.co.id/produk/medivac-nd-t-eds-ib/) - [Oxytic](https://www.medionfarma.co.id/produk/oxytic/) - [Neosid](https://www.medionfarma.co.id/produk/neosid/) - [Wormisol](https://www.medionfarma.co.id/produk/wormisol/) - [Kobakil](https://www.medionfarma.co.id/produk/kobakil/) - [M-Drops](https://www.medionfarma.co.id/produk/m-drops/) - [Medivac ND-IB-Gumboro Emulsion](https://www.medionfarma.co.id/produk/medivac-nd-ib-gumboro-emulsion/) - [Medivac ND-IB Variant-Gumboro Emulsion](https://www.medionfarma.co.id/produk/medivac-nd-ib-variant-gumboro-emulsion/) - [Medivac ND-IB Variant Emulsion](https://www.medionfarma.co.id/produk/medivac-nd-ib-variant-emulsion/) - [Medivac ND-IB S](https://www.medionfarma.co.id/produk/medivac-nd-ib-s/) - [Medivac ND-IB Emulsion](https://www.medionfarma.co.id/produk/medivac-nd-ib-emulsion/) - [Medivac ND-IB](https://www.medionfarma.co.id/produk/medivac-nd-ib/) - [Medivac ND-Gumboro Emulsion](https://www.medionfarma.co.id/produk/medivac-nd-gumboro-emulsion/) - [Medivac ND-EDS-IB Variant Emulsion](https://www.medionfarma.co.id/produk/medivac-nd-eds-ib-variant-emulsion/) - [Medivac ND-EDS-IB Emulsion](https://www.medionfarma.co.id/produk/medivac-nd-eds-ib-emulsion/) - [Medivac ND-EDS Emulsion](https://www.medionfarma.co.id/produk/medivac-nd-eds-emulsion/) - [Medivac ND-Coryza Emulsion](https://www.medionfarma.co.id/produk/medivac-nd-coryza-emulsion/) - [Medivac ND-AI 0.3 H5N1](https://www.medionfarma.co.id/produk/medivac-nd-ai-0-3-h5n1/) - [Medivac ND T-IBH Emulsion](https://www.medionfarma.co.id/produk/medivac-nd-t-ibh-emulsion/) - [Medivac ND T-IBH 0.3](https://www.medionfarma.co.id/produk/medivac-nd-t-ibh-0-3/) - [Top Mix HC](https://www.medionfarma.co.id/produk/top-mix-hc/) - [Top Mix <sup>Gold</sup>](https://www.medionfarma.co.id/produk/top-mix-gold/) - [Prozyme](https://www.medionfarma.co.id/produk/prozyme/) - [Optigrin](https://www.medionfarma.co.id/produk/optigrin/) - [Mix Plus LLM3B](https://www.medionfarma.co.id/produk/mix-plus-llm3b/) - [Mix Plus LLM3A](https://www.medionfarma.co.id/produk/mix-plus-llm3a/) - [Mix Plus LLK8A](https://www.medionfarma.co.id/produk/mix-plus-llk8a/) - [Mix Plus LLK3B](https://www.medionfarma.co.id/produk/mix-plus-llk3b/) - [Mix Plus LLK3A](https://www.medionfarma.co.id/produk/mix-plus-llk3a/) - [Mix Plus LLK13A](https://www.medionfarma.co.id/produk/mix-plus-llk13a/) - [Mix Plus Bro BAP12A](https://www.medionfarma.co.id/produk/mix-plus-bro-bap12a/) - [Mix Plus BAP3A](https://www.medionfarma.co.id/produk/mix-plus-bap3a/) - [Mineral Feed Supplement Bebek](https://www.medionfarma.co.id/produk/mineral-feed-supplement-bebek/) - [Mastigrin](https://www.medionfarma.co.id/produk/mastigrin/) - [Digesfit](https://www.medionfarma.co.id/produk/digesfit/) - [Mineral Feed Sup Ayam](https://www.medionfarma.co.id/produk/mineral-feed-sup-ayam/) - [Fungitox](https://www.medionfarma.co.id/produk/fungitox/) - [Mix Plus Cattle Pro](https://www.medionfarma.co.id/produk/mix-plus-cattle-pro/) - [Mineral Feed Supplement S](https://www.medionfarma.co.id/produk/mineral-feed-supplement-s/) - [Freetox G](https://www.medionfarma.co.id/produk/freetox-g/) - [Freetox](https://www.medionfarma.co.id/produk/freetox/) - [Endomix](https://www.medionfarma.co.id/produk/endomix/) - [Histadryl](https://www.medionfarma.co.id/produk/histadryl/) - [Betterzym](https://www.medionfarma.co.id/produk/betterzym/) - [Bloatex](https://www.medionfarma.co.id/produk/bloatex/) - [Respitoran](https://www.medionfarma.co.id/produk/respitoran/) - [Reduvir](https://www.medionfarma.co.id/produk/reduvir/) - [Kumavit](https://www.medionfarma.co.id/produk/kumavit/) - [Inflagrin](https://www.medionfarma.co.id/produk/inflagrin/) - [Imustim](https://www.medionfarma.co.id/produk/imustim/) - [Wormzol-K](https://www.medionfarma.co.id/produk/wormzol-k/) - [Heprofit](https://www.medionfarma.co.id/produk/heprofit/) - [Wormzol-B](https://www.medionfarma.co.id/produk/wormzol-b/) - [Wormectin Plus-B](https://www.medionfarma.co.id/produk/wormectin-plus-b/) - [Grow Chicks](https://www.medionfarma.co.id/produk/grow-chicks/) - [Gingertol](https://www.medionfarma.co.id/produk/gingertol/) - [Wormectin Plus](https://www.medionfarma.co.id/produk/wormectin-plus/) - [Fithera](https://www.medionfarma.co.id/produk/fithera/) - [Fasbro](https://www.medionfarma.co.id/produk/fasbro/) - [Eggstima](https://www.medionfarma.co.id/produk/eggstima/) - [Paramed-S](https://www.medionfarma.co.id/produk/paramed-s/) - [Paramed-C](https://www.medionfarma.co.id/produk/paramed-c/) - [Netrabil](https://www.medionfarma.co.id/produk/netrabil/) - [Medimilk](https://www.medionfarma.co.id/produk/medimilk/) - [Larutan Dapar](https://www.medionfarma.co.id/produk/larutan-dapar/) - [Entrozim](https://www.medionfarma.co.id/produk/entrozim/) - [Diaquit](https://www.medionfarma.co.id/produk/diaquit/) - [Dexavet](https://www.medionfarma.co.id/produk/dexavet/) - [Cil](https://www.medionfarma.co.id/produk/cil/) - [Asortin](https://www.medionfarma.co.id/produk/asortin/) - [Anti Pick](https://www.medionfarma.co.id/produk/anti-pick/) - [Vitesel C](https://www.medionfarma.co.id/produk/vitesel-c/) - [Vita Strong](https://www.medionfarma.co.id/produk/vita-strong/) - [Vita Stress](https://www.medionfarma.co.id/produk/vita-stress/) - [Vita Plex](https://www.medionfarma.co.id/produk/vita-plex/) - [Vita Chicks <sup>Gold</sup>](https://www.medionfarma.co.id/produk/vita-chicks-gold/) - [Turbo](https://www.medionfarma.co.id/produk/turbo/) - [Strong n Fit](https://www.medionfarma.co.id/produk/strong-n-fit/) - [Strong Egg](https://www.medionfarma.co.id/produk/strong-egg/) - [Puyuh Vitanak](https://www.medionfarma.co.id/produk/puyuh-vitanak/) - [Puyuh Medi Egg](https://www.medionfarma.co.id/produk/puyuh-medi-egg/) - [Neobro](https://www.medionfarma.co.id/produk/neobro/) - [Medistress Plus](https://www.medionfarma.co.id/produk/medistress-plus/) - [Fortevit](https://www.medionfarma.co.id/produk/fortevit/) - [Egg Stimulant <sup>Gold</sup>](https://www.medionfarma.co.id/produk/egg-stimulant-gold/) - [Broiler Vita](https://www.medionfarma.co.id/produk/broiler-vita/) - [Koksidex](https://www.medionfarma.co.id/produk/koksidex/)