Medion Raih Dua Penghargaan di Awal Maret 2024

1

Dalam rangka sinkronisasi program dan kegiatan bidang peternakan dan perikanan di wilayah Bandung Barat, DISPERNAKAN (Dinas Perternakan & Perikanan) Kabupaten Bandung Barat menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah. Acara yang berlangsung di Hotel Novena tanggal 7 Maret 2024 ini mengundang peternak, anggota koperasi, serta perusahaan farmasi ternak.

Agenda utama dari acara ini adalah pemberian penghargaan kepada pihak – pihak yang telah berkontribusi positif bagi pembangunan di sektor peternakan dan atau perikanan di Kabupaten Bandung Barat. Terdapat total 21 penerima penghargaan baik perorangan, kelompok peternak, koperasi maupun perusahaan. Medion menjadi salah satu perusahaan yang menerima penghargaan atas kontribusi melalui program Kampanye Makan Telur di Sekolah Dasar dan juga Posyandu di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Bandung Barat, Drs. Arsan Latif, M.Si dan diterima oleh Bapak Ripin selaku perwakilan dari Medion.

Selain itu diselenggarakan juga Sosialisasi Gerakan Minum Susu Bagi Usia Sekolah (GERIMIS BAGUS), Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), penjualan produk-produk UMKM, serta pemberian vaksin gratis bagi hewan kesayangan. Melalui acara ini DISPERNAKAN berharap perekonomian sektor peternakan dan perikanan di wilayah Kabupaten Bandung Barat semakin maju dan berkembang.

Pada kesempatan lainnya, Medion menerima penghargaan PROPER 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada Medion atas tanggung jawab dan keterlibatan perusahaan secara langsung dalam menjaga kelestarian serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Acara penghargaan tahun ini berlangsung di Gedung Sate, Bandung dan diserahkan secara simbolis oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat. Dengan diraihnya kedua penghargaan ini, menjadi bukti nyata dari komitmen Medion dalam memberikan added value tidak hanya bagi seluruh stakeholder namun juga bagi kelestarian lingkungan.

Kendalikan Infectious Bronchitis, Cegah “Petelur Palsu”

Cyst Oviduct 300x300 1

Industri perunggasan saat ini menghadapi tantangan besar dengan meningkatnya kasus Infectious Bronchitis (IB) yang disebabkan oleh virus Infectious Bronchitis (IB) dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Virus Infectious Bronchitis (IB) termasuk ke dalam genus γ-Coronavirus, famili Coronaviridae, dan ordo Nidovirales. Infeksi IB menyebabkan timbulnya penyakit pernapasan bagian atas pada ayam (Bhuiyan et al., 2023). Selain itu, IB juga dapat mempengaruhi sistem urogenital dan mengakibatkan suatu kondisi yang disebut sebagai “Sindrom Petelur Palsu”. Fenomena ini terjadi karena infeksi IB menyebabkan cystic oviduct (timbunan cairan pada saluran reproduksi) sehingga saluran reproduksi tertutup sebagian. Akibatnya kuning telur yang diproduksi oleh ovarium tidak bisa memasuki saluran reproduksi dan keluar menuju ruang abdomen. Adanya kuning telur pada ruang abdomen menjadi media pertumbuhan bakteri yang mengakibatkan radang peritoneum (peritonitis) (Najimudeen et al., 2020). Keadaan tersebut menyebabkan penurunan produksi telur hingga 70%, abnormalitas telur, penurunan berat badan ayam dan peningkatan jumlah kematian mencapai 60% (Abozeid, 2023). Kerugian yang ditimbulkan akibat penyakit ini menjadi masalah utama ekonomi pada peternakan ayam komersil.

Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1930 hingga kini penyakit IB masih ditemukan. Hal ini karena virus penyebab penyakit IB tidak memiliki mekanisme proof-reading sehingga mudah bermutasi. Saat ini, terdapat 3 jenis virus IB yang masih bersirkulasi yaitu IB Klasik (contoh: Massachusetts (M41); Connecticut), IB Variant (793b (4/91); A2 (QX-like)) dan IB Nefrotropik (Gray; Holte; Australian T). Diantara ketiga jenis virus tersebut, IB Variant strain QX-like menjadi penyebab utama kasus IB pada ayam petelur, pedaging dan pembibit. Pengendalian penyakit IB paling efektif adalah melalui vaksinasi dan biosekuriti yang tepat. Vaksinasi IB dengan vaksin IB Klasik strain Massachusetts umum digunakan di seluruh dunia. Namun vaksin IB strain Massachusetts saja tidak dapat memberikan protektivitas yang cukup terhadap strain 4/91 dan QX-like karena perlindungan silang yang rendah (Wibowo et al., 2019).

Medion berkomitmen membantu peternak dalam upaya pencegahan Infectious Bronchitis dengan menyediakan berbagai vaksin mengandung IB klasik dan variant, dalam bentuk vaksin aktif dan inaktif. Vaksinasi dengan vaksin IB klasik dan variant secara simultan memberikan perlindungan silang yang luas terhadap berbagai tantangan di lapangan, termasuk memberikan perlindungan dari gejala klinis yang parah (A.A.M. Eid et al, 2024).

Medivac IB Variant dan Medivac ND G7-IB Variant Emulsion Terbukti Memberikan Stimulasi Titer Antibodi Tinggi dan Protektivitas Maksimal terhadap Tantangan Virus IB QX-like

Medivac IB Variant merupakan vaksin IB Variant aktif mengandung strain M02 (793b). Medivac ND G7-IB Variant Emulsion mengandung kombinasi virus IB Klasik strain Massachusetts 41 sekaligus IB Variant mengandung virus yang homolog dengan isolat lapangan terkini yaitu strain M02 (793b) dan strain M01 (QX-like). Hasil trial menunjukkan vaksinasi pada DOC ayam menggunakan Medivac IB Variant 1 dosis secara tetes mata menunjukkan hasil titer antibodi yang konsisten berada di atas standar (Grafik 1). Ketika diaplikasikan secara spray, reaksi post vaksinasi yang ditimbulkan juga lebih ringan dibandingkan dengan produk serupa lainnya (Grafik 2). Medivac ND G7-IB Variant Emulsion terbukti memberikan protektivitas 100% terhadap tantangan virus IB QX-like lapang (Grafik 3). Vaksinasi kombinasi Medivac IB Variant dan Medivac ND G7-IB Variant Emulsion pada ayam pembibit pedaging membentuk titer antibodi yang konsisten di atas standar protektif dan durasi imunitas yang panjang (Grafik 4).

Dalam sebuah wawancara oleh majalah Trobos, drh. Chrisna Harianto, Manajer Kesehatan Hewan PT. Berau Unggas Sejahtera, Kalimantan Timur, menyatakan “Kami menggunakan Medivac ND G7-IB Variant Emulsion sejak awal, karena memang prinsip kehati-hatian yang diterapkan terkait pencegahan penyakit. Vaksin homolog dengan isolat lapang terkini sehingga hasil vaksinasi efektif dan dapat menghasilkan DOC yang berkualitas, dibuktikan dengan kepuasan peternak akan DOC kami”.

Kesehatan ayam merupakan pondasi kesuksesan suatu peternakan. Pengambilan langkah preventif dengan vaksinasi menggunakan Medivac IB Variant dan Medivac ND G7-IB Variant Emulsion adalah keputusan yang tepat. Selain dapat melindungi ternak dari penyakit IB, penggunaan vaksin yang tepat dapat meningkatkan produktivitas dan profitabilitas peternakan secara keseluruhan.

Ayam Sehat dan Produktif dengan VITESEL C

Bpk Minto

Memasuki awal tahun 2024, para peternak dihadapkan dengan fenomena kenaikan harga pakan unggas yang melonjak dengan kualitas yang bervariasi. Berdasarkan catatan Badan Pangan Nasional (Bapanas), jagung menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan di atas 10 persen dari harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan penjualan (HAP). Hal ini menyebabkan kerugian, seperti pada peternak kecil karena harga jual ayam dan telur tak sebanding dengan harga pokok produksi yang dikeluarkan.

Hal inilah yang memicu Medion untuk memberikan edukasi dan strategi menghadapi lonjakan harga pakan unggas melalui Mimbar Trobos ke – 42 dengan topik “Optimalisasi Nutrisi Pakan Unggas”. Diselenggarakan pada Senin, 29 Januari 2024 via Live Streaming Youtube dan Zoom. Menghadirkan Imam Wahyudi, S.Pt (Technical Education & Consultation Medion) sebagai narasumber.

Topik yang diangkat berkaitan erat dengan kondisi terkini para peternak sehingga tak heran jika banyak peserta yang mengikuti seminar ini. Hal ini terbukti dari jumlah peserta yang mencapai lebih dari 200 orang. Selain itu, para peserta turut aktif dalam sesi tanya jawab.

Dalam pemaparan materi oleh Imam Wahyudi, disampaikan bahwa tren kualitas nutrisi jagung sebagai pakan unggas, masih banyak yang tidak sesuai standar. Terutama kandungan energi metabolisme yang rendah. Kunci optimalisasi nutrisi ditunjang dari kualitas bahan baku, formulasi tepat, dan kesehatan saluran pencernaan yang terjaga. Salah satunya dengan menggunakan bahan baku alternatif yang ditambahkan Prozyme, Freetox G dan Optigrin untuk mengoptimalkan nutrisi. Saat menggunakan bahan baku alternatif, perlu diperhatikan:

1. Mempelajari detail bahan baku alternatif yang akan digunakan
2. Formulasi harus seimbang
3. Penggunaan/pengaplikasian secara bertahap
4. Diberikan untuk ayam yang sudah lewat puncak terlebih dahulu
5. Penggabungan beberapa bahan alternatif
6. Pemantauan dan evaluasi

Besar harapan, kontribusi edukasi Medion dapat membantu peternak dalam menghadapi kondisi saat ini. Selain itu, para peternak juga dapat memberikan informasi tersebut kepada orang banyak sehingga terwujudnya nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

AVI & Medion Perkuat Pasar Internasional Melalui VIV Asia 2025Awali Tahun 2024, Medion Berikan Strategi Optimalkan Nutrisi Pakan UnggasAVI & Medion Perkuat Pasar Internasional Melalui VIV Asia 2025

Foto untuk Artikel Dinding Acem

Memasuki awal tahun 2024, para peternak dihadapkan dengan fenomena kenaikan harga pakan unggas yang melonjak dengan kualitas yang bervariasi. Berdasarkan catatan Badan Pangan Nasional (Bapanas), jagung menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan di atas 10 persen dari harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan penjualan (HAP). Hal ini menyebabkan kerugian, seperti pada peternak kecil karena harga jual ayam dan telur tak sebanding dengan harga pokok produksi yang dikeluarkan.

Hal inilah yang memicu Medion untuk memberikan edukasi dan strategi menghadapi lonjakan harga pakan unggas melalui Mimbar Trobos ke – 42 dengan topik “Optimalisasi Nutrisi Pakan Unggas”. Diselenggarakan pada Senin, 29 Januari 2024 via Live Streaming Youtube dan Zoom. Menghadirkan Imam Wahyudi, S.Pt (Technical Education & Consultation Medion) sebagai narasumber.

Topik yang diangkat berkaitan erat dengan kondisi terkini para peternak sehingga tak heran jika banyak peserta yang mengikuti seminar ini. Hal ini terbukti dari jumlah peserta yang mencapai lebih dari 200 orang. Selain itu, para peserta turut aktif dalam sesi tanya jawab.

Dalam pemaparan materi oleh Imam Wahyudi, disampaikan bahwa tren kualitas nutrisi jagung sebagai pakan unggas, masih banyak yang tidak sesuai standar. Terutama kandungan energi metabolisme yang rendah. Kunci optimalisasi nutrisi ditunjang dari kualitas bahan baku, formulasi tepat, dan kesehatan saluran pencernaan yang terjaga. Salah satunya dengan menggunakan bahan baku alternatif yang ditambahkan Prozyme, Freetox G dan Optigrin untuk mengoptimalkan nutrisi. Saat menggunakan bahan baku alternatif, perlu diperhatikan:

1. Mempelajari detail bahan baku alternatif yang akan digunakan
2. Formulasi harus seimbang
3. Penggunaan/pengaplikasian secara bertahap
4. Diberikan untuk ayam yang sudah lewat puncak terlebih dahulu
5. Penggabungan beberapa bahan alternatif
6. Pemantauan dan evaluasi

Besar harapan, kontribusi edukasi Medion dapat membantu peternak dalam menghadapi kondisi saat ini. Selain itu, para peternak juga dapat memberikan informasi tersebut kepada orang banyak sehingga terwujudnya nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Eksplorasi Industri Veteriner, Mahasiswa Teknik Kunjungi Pabrik Medion

1 2

Pada Kamis, 30 November 2023 mahasiswa teknik dari berbagai universitas mengunjungi pabrik Medion di Cimareme, Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh 32 mahasiswa dari 8 universitas ternama, yaitu Politeknik Manufaktur Bandung, Politeknik Negeri Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Negeri Semarang, Universitas Jenderal Achmad Yani, dan Universitas Telkom. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan mahasiswa serta memberikan gambaran mengenai peran lulusan teknik dalam industri veteriner.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa diajak plant tour ke bagian Biological Product (Freeze Drying dan HVAC), Power House, dan Engineering Procurement Construction. Saat plant tour para mahasiswa diperlihatkan langsung bagaimana pemanfaatan teknologi di Medion. Selain itu, mereka juga diberikan penjelasan singkat mengenai proses produksi di Biological Product yang disampaikan oleh Apt. Agung Setiawan Yahya, S.Farm. sebagai Quality System Assurance Assistant Manager Medion. Selanjutnya Hermawanto Proanto, A.Md. sebagai Product & Services Management Assistant Manager Medion memaparkan materi “Transformasi Teknologi & Digitalisasi Industri Perunggasan”. Kegiatan diakhiri dengan sharing alumni dari lulusan teknik yang bekerja di Medion. Tim Medion berbagi pengalaman seputar lingkup pekerjaan, peluang karir, serta apa saja yang perlu dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja. Disisi lain, para peserta aktif dalam diskusi dan tanya jawab baik seputar materi edukasi maupun sharing session.

Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa terlihat sangat antusias dan memberikan respon positif. Mereka berharap Medion dapat terus mengadakan program-program yang menambah wawasan dan mendukung mahasiswa untuk semakin terampil. Medion senantiasa mendukung kegiatan dalam dunia pendidikan melalui berbagai program yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Hal tersebut sejalan dengan nilai-nilai Medion Care yaitu, continuous learning, open minded attitude, enthusiastic, dan equal opportunity.

Kolaborasi Medion dan UGM untuk Dunia Peternakan

1 1 qgq8qdcfhqytit77viapt4vzd7w9075abyw9974t28

Medion sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan hewan secara aktif terus mendukung dunia pendidikan. Salah satunya dengan kolaborasi bersama Universitas Gadjah Mada. Pada 1 Desember 2023, Peter Yan selaku Komisaris Medion menandatangani perjanjian kerjasama dengan Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) untuk mendukung keterampilan mahasiswa dalam program pendidikan dan juga kerjasama terkait penelitian.

Acara dihadiri oleh 31 orang perwakilan UGM, diantaranya Dekan dan Wakil Dekan 1,2,3 FKH UGM, seluruh Ketua Departemen, Staff Departemen Farmakologi, Kepala Kantor Administrasi dan pihak terkait, serta 3 orang tim Medion yaitu, Peter Yan, Sugiyantoro sebagai District Assistant Manager Medion, dan Cherri David Trisunu sebagai Technical Sales Representative Medion.

Selain itu, pada kesempatan yang sama dilaksanakan juga kegiatan Studium Generale, yaitu salah satu program edukasi Medion bekerjasama dengan universitas-universitas ternama yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan mengembangkan kreativitas mahasiswa. Prof. Dr. drh. Aris Haryanto, M.Si. selaku Wakil Dekan 3 FKH UGM memberikan kata sambutan sekaligus menjadi pembuka kegiatan tersebut. Mengangkat topik “Bisnis Peternakan dan Peran Dokter Hewan di Industri Farmasi Veteriner”, Studium Generale kali ini disampaikan langsung oleh Peter Yan dan diikuti sebanyak 130 mahasiswa.

Dengan adanya kerjasama ini diharapkan semakin membangun kolaborasi yang inovatif dan holistik antar kedua belah pihak sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Ini merupakan bentuk dukungan Medion dalam rangka memajukan serta meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) para mahasiswa.

Medion Experiential Learning Program, Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Mahasiswa

3 qgotbtl6evpe7z84s3jhem5h130jwdlgwlpoqwyl28

Pada 20 Mei hingga 25 November 2023, Medion melaksanakan kegiatan Experiential Learning Program (ELP). ELP merupakan program edukasi yang diselenggarakan secara kolaboratif dengan beberapa universitas ternama di Indonesia. Tujuannya untuk memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa mengenai penyakit viral pada unggas serta vaksin & vaksinasi melalui kombinasi antara teori dan praktik.

Materi edukasi dalam program ini berfokus pada 2 topik, yang pertama mengenai penyakit viral yang menyerang unggas. Topik ini mencakup identifikasi dan penjelasan berbagai penyakit viral pada unggas, pencegahan dan penanganan, serta teknis bedah (nekropsi) yang digunakan dalam mendiagnosis penyakit yang menyerang unggas. Topik kedua mengenai vaksin & vaksinasi yang mencakup pentingnya vaksin dan vaksinasi, penyusunan program, pengukuran keberhasilan, serta praktik vaksinasi. Tahun ini ELP dilaksanakan di 8 universitas, antara lain Universitas Padjajaran, Universitas Jendral Soedirman, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, dan Universitas Sebelas Maret.

Terdapat 872 mahasiswa yang mengikuti program ELP Medion. Berdasarkan tanggapan peserta, program ini dinilai positif dan sangat bermanfaat. Selama kegiatan berlangsung peserta nampak antusias dan berpartisipasi secara aktif. Para peserta pun merasa mendapatkan manfaat yang cukup signifikan dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Mereka berharap agar program ELP dapat tetap terlaksana secara berkelanjutan di tahun mendatang.

Melalui Experiential Learning Program, Medion berharap dapat memberikan dampak positif serta nilai tambah bagi dunia akademis Indonesia. Dengan meningkatnya kualitas SDM peternakan dan dokter hewan, diharapkan dapat menjadi modal utama bagi kemajuan industri peternakan Indonesia di masa yang akan datang.

Cara siasati permasalahan penyakit pada ayam tanpa antibiotik

WhatsApp Image 2022 11 16 at 15.00.18 1 230x230 1

Surya Bintang Sejati Kudus Farm merupakan salah satu peternakan broiler (ayam pedaging) yang berlokasi di Kudus, Jawa Tengah. Dirintis sejak 2014, Surya Bintang Sejati Kudus Farm terus berkembang dan kini populasi mencapai ratusan ribu ekor. Sugito, pemilik farm bercerita berawal dari keisengan dan ia menyadari bahwa usaha peternakan broiler cukup mempunyai prospek. “Dari situ saya semakin tertarik dan hingga saat ini masih terjun berbisnis di dunia peternakan,” terangnya.

Pria yang kerap disapa Gito ini, mengungkapkan sangat tertantang untuk terus mengembangkan peternakannya menjadi lebih baik ke depan. Awalnya Gito mengakui masih kurang memahami manajemen peternakan di kandang yang tepat apalagi latar belakangnya bukan dari peternakan. Namun setelah sering berdiskusi, berbagi informasi dengan tim lapangan Medion ia mulai mendapat pencerahan. Gito mulai membangun manajemen yang baru di kandang dengan tujuan untuk performa ayam yang lebih optimal.

Selama 6 tahun beternak, Surya Bintang Sejati Kudus Farm tidak luput dari permasalahan yang dialami. Salah satunya penyakit koksidiosis yang menyerang ayam milik Gito di kandang. “Semenjak pelarangan penggunaan AGP (Antibiotic Growth Promotor) di awal tahun 2018, ayam di kandang saya sering terkena penyakit koksidiosis,” ungkapnya.

Penyakit koksidiosis diduga Gito akibat kandang lembab. “Biasanya kalau kandang basah dan sirkulasi kandang kurang baik penyakit ini cenderung muncul, apabila musim penghujan. Namun saat ini kurang bisa diprediksi peningkatannya karena perubahan musim yang tidak menentu,” paparnya.

Produk Herbal Andalan

Sejak larangan penggunaan AGP, Gito selalu melakukan berbagai cara untuk mensiasati permasalahan penyakit pada ayam peliharaannya di kandang tanpa obat kimia. Sebelum mengenal produk herbal dari Medion, ia masih menggunakan racikan sendiri dari bahan-bahan herbal yang dicampurkan dan diberikan ke ayam peliharaannya. Setelah mengetahui Medion menghadirkan produk FITHERA, Gito tanpa berpikir panjang langsung beralih ke produk tersebut untuk peternakannya. FITHERA adalah produk herbal produksi Medion berbentuk cair, diformulasikan untuk membantu penyembuhan infeksi bakteri seperti Chronic Respiratory Disease (CRD), Coryza, Colibacilosis, dan koksidiosis pada unggas. Produk ini aman digunakan pada unggas dan tidak menghasilkan residu pada hasil ternak.

Sudah satu tahun Gito menggunakan produk FITHERA. Ia mengenal FITHERA dari personil lapangan Medion dan setelah mencobanya merasa sangat cocok. “Awalnya saya coba pemakaian FITHERA hanya di satu kandang, dan mencoba dibandingkan dengan kandang yang tidak memakai produk FITHERA. Hasilnya, kandang yang menggunakan produk FITHERA dengan dosis pemberian yaitu 0,2 ml per kilogram berat badan ayam atau 1 ml per liter dalam air minum dapat menurunkan permasalahan koksidiosis. Akhirnya saya memutuskan untuk memakai produk ini di seluruh kandang yang terkena koksidiosis,” jelasnya.

Selain itu, penggunaan FITHERA lebih simpel dibandingkan herbal racikan sendiri. Pemberian FITHERA selama 5 hari berturut – turut di kandang dapat mengatasi penyakit koksidiosis secara tuntas tanpa atau dikombinasi dengan obat kimia lainnya. “Nafsu makan ayam di kandang kembali normal sehingga bertambahnya berat badan dan produktivitas menjadi optimal,” ucap Gito.

Menurut Gito produk FITHERA sudah cukup bagus dan sangat efektif. Ia berharap, agar kualitas FITHERA tetap terjaga dengan baik dan dapat ditingkatkan. Sehingga peternak tetap merasa aman dari berbagai penyakit yang menyerang ayam khususnya di era setelah larangan penggunaan AGP. “Tidak hanya itu, saya juga merasa sangat puas dengan pelayanan yang diberikan selama ini dari tim Medion, mereka selalu cepat dan siap kapanpun saya butuhkan,” jelasnya.

Inovatif dan Holistik : Kontribusi Medion Bagi Dunia Peternakan

1 2

Dinamika industri peternakan yang terus bergerak maju menuntut para pelakunya untuk bisa tetap relevan dari waktu ke waktu. Jika tak mampu mengikuti percepatan laju perubahan tersebut tentu saja akan tertinggal dan tak akan bertahan lama. Dengan pengalaman, fondasi inovasi serta nilai komitmen yang kuat, Medion selama lebih dari empat dekade dapat terus berkontribusi bagi dunia peternakan hingga saat ini.

Inovatif

Perkembangan dunia kesehatan ternak membutuhkan pendekatan yang tepat bagi perusahaan agar tetap bisa menghadirkan solusi kesehatan yang tepat pula. Pembaharuan pengetahuan dan teknologi terkini serta implementasi yang berkelanjutan di seluruh sektor, merupakan pendekatan inovatif yang terus dilakukan oleh Medion. Beragam solusi kesehatan ternak berhasil dikembangkan, bukan hanya produk namun juga layanan, sistem penunjang, hingga distribusi. Hasil dari inovasi Medion telah mendapatkan beragam pencapaian dan pengakuan, salah satunya adalah rangkaian produk herbal berkualitas Mediherba.

Melalui rangkaian produk Mediherba, Medion berhasil mendapatkan penghargaan BBPMSOH Award atas kontribusinya sebagai produsen obat hewan berbahan herbal dalam negeri. Serta penghargaan Indo Livestock Innovation Award 2023 untuk produk Fasbro yang memanfaatkan tanaman herbal untuk meningkatkan performa dan kualitas daging ayam. Penghargaan – penghargaan ini menjadi bukti nyata keberhasilan inovasi yang didukung oleh pengetahuan, teknologi, serta tim ahli yang solid.

Selain produk, Medion juga menerapkan inovasi pada sistem distribusi produk dengan teknologi AIDC (Automatic Identification & Data Capture). Teknologi AIDC memungkinkan proses pelacakan atau penelusuran kembali riwayat lengkap pembuatan vaksin, end-to-end, mulai dari tahap produksi, yang menjadikan proses pengawasan dan distribusi identifikasi data dan riwayat produk lebih cepat, mudah dan akurat.

Layanan Medion pun tak luput dari perkembangan dan inovasi. Program – program edukasi yang rutin dilaksanakan untuk menambah pengetahuan dan kemampuan peternak tetap berjalan meski sempat terkendala oleh adanya pandemi di tahun 2020 sampai 2022 lalu. Inovasi diterapkan dengan mengalihkan program edukasi yang sebelumnya diadakan secara on-site menjadi online melalui aplikasi. Semangat dan komitmen Medion dalam mengedukasi peternak ini pun mendapat apresiasi dari beragam pihak, sehingga berkembang menjadi program kolaboratif. Hasilnya lebih banyak lagi audience yang dapat menerima manfaat edukatif dari Medion.

Holistik

Penerapan inovasi di setiap sektor bisnis tersebut merupakan bukti nyata usaha Medion dalam menyediakan solusi kesehatan hewan yang lengkap dan komprehensif. Usaha ini dilengkapi pula dengan dedikasi dan komitmen yang kuat dari seluruh pihak sehingga Medion dapat terus berkembang dan dipercaya hingga saat ini. Produk yang lengkap, pelayanan yang prima, jangkauan distribusi yang luas, hingga penerapan kualitas yang terstandar secara internasional menjadi nilai tambah yang selalu diperjuangkan oleh Medion agar bisa memberikan solusi yang inovatif dan menyeluruh bagi peternak di dalam dan luar negeri.