Libas Habis Kolibasilosis

Farm Bpk Beni Remisin 642x3001 1

Beni Ludianto, manager plasma peternakan ayam pedaging Agus Black Hoe Farm membagikan pengalamannya dalam mengatasi serangan bakteri E. coli saat dihubungi Infovet.

Lebih dari tiga tahun, Beni berkecimpung dalam bidang peternakan ayam pedaging. “Awalnya hanya satu kandang closed house berlantai tiga dengan kapasitas 60.000 ekor. Kemudian, menambah satu kandang lagi dengan kapasitas yang sama,” papar peternak yang tinggal di kota Ngawi itu.

Kini, Beni sedang dalam proses untuk menambah satu kandang closed house lagi berkapasitas 75.000 ekor. “Jadi dua kandang sudah ada di Kecamatan Kasreman dan satu tambahan di Kecamatan Pitu, Desa Kali Kangkung, semuanya ada di Kabupaten Ngawi,” imbuh Beni yang sebelumya justru berpengalaman bekerja di bidang pertanian.

Lulusan STM tahun 2008 itu, memulai usahanya dari nol dan tak ada pengalaman sebelumnya sehingga ia bingung ketika ayam peliharaannya yang berumur dua minggu banyak mengalami kematian. “Ayam lesu, tak mau makan, pertumbuhan berhenti dan kematian lebih dari 8.000 ekor dari populasi 60.000 ekor atau hampir 14%,” ceritanya.

Dalam menghadapi masalah pada ternaknya ia selalu berkonsultasi dengan pihak kemitraan dan dipertemukan dengan personil dari Medion. Setelah ada kunjungan ke farm dari personil Medion, akhirnya Beni memahami faktor penyebab bakteri E. coli sampai berkembang biak di farm-nya. Outbreak kolibasilosis terjadi akibat rendahnya sanitasi dan kebersihan kandang dikarenakan bakteri E. coli sangat mudah mencemari lingkungan kandang. Penularannya dapat terjadi secara vertikal melalui saluran reproduksi induk ayam. Telur yang menetas kemudian akan menghasilkan DOC yang tercemar bakteri E. coli di dalam ususnya. Sedangkan penularan horizontal, salah satunya dapat melalui kontak dengan bahan atau peralatan kandang yang tercemar. Penularan biasanya terjadi secara oral melalui ransum atau air minum yang terkontaminasi feses yang mengandung E. coli atau melalui debu yang tercemar E. coli.

Ia juga menjadi paham cara untuk mengatasi penyakit kolibasilosis di peternakannya. Seperti yang ia lakukan yaitu memberikan treatment pada air minum dengan menggunakan klorin dan melakukan desinfeksi kandang dua hari sekali secara rutin. Selain itu penting juga melakukan manajemen litter supaya tidak basah atau lembab dan mengatur sirkulasi di dalam kadang dengan baik.

Penanganan kolibasilosis dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik seperti REMISIN. Penggunaan REMISIN dengan dosis 0,2 gr/kg berat badan yang diberikan dua kali sehari, sore dan malam hari terbukti mampu menekan kematian akibat kasus kolibasilosis hingga 3%. Dalam melakukan penanganan penyakit bakterial seperti kolibasilosis, Beni melakukan rolling dari penggunaan REMISIN ke obat antibiotika lain dari golongan yang berbeda, misalnya antibiotik golongan Fluoroquinolon setelah tiga kali periode pengobatan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotika.

“Untuk mengatasi kolibasilosis yang bisa menyerang ayam di semua umur, saya menggunakan REMISIN pada air minum ayam yang sakit sejak DOC chick-in di kandang. Saya berharap kasus kematian terus turun dengan kualitas obat yang terjaga dan ditingkatkan,” tukasnya.

Selain itu, ia juga akan terus fokus menambah populasi ayamnya karena dengan begitu akan menambah lapangan pekerjaan di daerah kelahirannya. Kegigihan dan pengalaman serta kinerjanya patut diapresiasi, seperti ketika Beni tuntas melibas habis kasus kolibasilosis melalui manajemen pemeliharaan yang ketat. (ADV)

Medion Receives Two Awards in Early March 2024

Feature Image Artikel

Dalam rangka sinkronisasi program dan kegiatan bidang peternakan dan perikanan di wilayah Bandung Barat, DISPERNAKAN (Dinas Perternakan & Perikanan) Kabupaten Bandung Barat menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah. Acara yang berlangsung di Hotel Novena tanggal 7 Maret 2024 ini mengundang peternak, anggota koperasi, serta perusahaan farmasi ternak.

The main agenda of this event was to award those who have made positive contributions to the development of the livestock and/or fisheries sector in Bandung Barat Regency. A total of 21 recipients received awards, including individuals, farmer groups, cooperatives, and companies. Medion was one of the companies honoured for its contributions through the Egg Consumption Campaign in Elementary Schools and Integrated Health Posts (Posyandu) in the Bandung Barat Regency. The awards were presented directly by the Regent of Bandung Barat, Drs. Arsan Latif, M.Si, and received by Mr. Ripin as the representative of Medion.

Additionally, there were activities such as the Socialization of the milk-drinking movement for school-age children (GERIMIS BAGUS), the Movement to Popularize Fish Consumption (GEMARIKAN), the sale of MSME products, and the provision of free vaccines for pets. Through this event, DISPERNAKAN hopes to further advance and develop the economy of the livestock and fisheries sector in the Bandung Barat Regency.

On another occasion, Medion also received the 2023 PROPER award from the Ministry of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia. This award was given to Medion for its responsibility and direct involvement in preserving and improving the quality of the environment. This year's award ceremony took place at Gedung Sate, Bandung, and was symbolically presented by the Acting Secretary of the West Java Provincial Government. The receipt of these two awards is clear evidence of Medion's commitment to providing added value not only to all stakeholders but also to environmental conservation.

Kendalikan Infectious Bronchitis, Cegah “Petelur Palsu”

Cyst Oviduct 300x300 1

Industri perunggasan saat ini menghadapi tantangan besar dengan meningkatnya kasus Infectious Bronchitis (IB) yang disebabkan oleh virus Infectious Bronchitis (IB) dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Virus Infectious Bronchitis (IB) termasuk ke dalam genus γ-Coronavirus, famili Coronaviridae, dan ordo Nidovirales. Infeksi IB menyebabkan timbulnya penyakit pernapasan bagian atas pada ayam (Bhuiyan et al., 2023). Selain itu, IB juga dapat mempengaruhi sistem urogenital dan mengakibatkan suatu kondisi yang disebut sebagai “Sindrom Petelur Palsu”. Fenomena ini terjadi karena infeksi IB menyebabkan cystic oviduct (timbunan cairan pada saluran reproduksi) sehingga saluran reproduksi tertutup sebagian. Akibatnya kuning telur yang diproduksi oleh ovarium tidak bisa memasuki saluran reproduksi dan keluar menuju ruang abdomen. Adanya kuning telur pada ruang abdomen menjadi media pertumbuhan bakteri yang mengakibatkan radang peritoneum (peritonitis) (Najimudeen et al., 2020). Keadaan tersebut menyebabkan penurunan produksi telur hingga 70%, abnormalitas telur, penurunan berat badan ayam dan peningkatan jumlah kematian mencapai 60% (Abozeid, 2023). Kerugian yang ditimbulkan akibat penyakit ini menjadi masalah utama ekonomi pada peternakan ayam komersil.

Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1930 hingga kini penyakit IB masih ditemukan. Hal ini karena virus penyebab penyakit IB tidak memiliki mekanisme proof-reading sehingga mudah bermutasi. Saat ini, terdapat 3 jenis virus IB yang masih bersirkulasi yaitu IB Klasik (contoh: Massachusetts (M41); Connecticut), IB Variant (793b (4/91); A2 (QX-like)) dan IB Nefrotropik (Gray; Holte; Australian T). Diantara ketiga jenis virus tersebut, IB Variant strain QX-like menjadi penyebab utama kasus IB pada ayam petelur, pedaging dan pembibit. Pengendalian penyakit IB paling efektif adalah melalui vaksinasi dan biosekuriti yang tepat. Vaksinasi IB dengan vaksin IB Klasik strain Massachusetts umum digunakan di seluruh dunia. Namun vaksin IB strain Massachusetts saja tidak dapat memberikan protektivitas yang cukup terhadap strain 4/91 dan QX-like karena perlindungan silang yang rendah (Wibowo et al., 2019).

Medion berkomitmen membantu peternak dalam upaya pencegahan Infectious Bronchitis dengan menyediakan berbagai vaksin mengandung IB klasik dan variant, dalam bentuk vaksin aktif dan inaktif. Vaksinasi dengan vaksin IB klasik dan variant secara simultan memberikan perlindungan silang yang luas terhadap berbagai tantangan di lapangan, termasuk memberikan perlindungan dari gejala klinis yang parah (A.A.M. Eid et al, 2024).

Medivac IB Variant dan Medivac ND G7-IB Variant Emulsion Terbukti Memberikan Stimulasi Titer Antibodi Tinggi dan Protektivitas Maksimal terhadap Tantangan Virus IB QX-like

Medivac IB Variant merupakan vaksin IB Variant aktif mengandung strain M02 (793b). Medivac ND G7-IB Variant Emulsion mengandung kombinasi virus IB Klasik strain Massachusetts 41 sekaligus IB Variant mengandung virus yang homolog dengan isolat lapangan terkini yaitu strain M02 (793b) dan strain M01 (QX-like). Hasil trial menunjukkan vaksinasi pada DOC ayam menggunakan Medivac IB Variant 1 dosis secara tetes mata menunjukkan hasil titer antibodi yang konsisten berada di atas standar (Grafik 1). Ketika diaplikasikan secara spray, reaksi post vaksinasi yang ditimbulkan juga lebih ringan dibandingkan dengan produk serupa lainnya (Grafik 2). Medivac ND G7-IB Variant Emulsion terbukti memberikan protektivitas 100% terhadap tantangan virus IB QX-like lapang (Grafik 3). Vaksinasi kombinasi Medivac IB Variant dan Medivac ND G7-IB Variant Emulsion pada ayam pembibit pedaging membentuk titer antibodi yang konsisten di atas standar protektif dan durasi imunitas yang panjang (Grafik 4).

Dalam sebuah wawancara oleh majalah Trobos, drh. Chrisna Harianto, Manajer Kesehatan Hewan PT. Berau Unggas Sejahtera, Kalimantan Timur, menyatakan “Kami menggunakan Medivac ND G7-IB Variant Emulsion sejak awal, karena memang prinsip kehati-hatian yang diterapkan terkait pencegahan penyakit. Vaksin homolog dengan isolat lapang terkini sehingga hasil vaksinasi efektif dan dapat menghasilkan DOC yang berkualitas, dibuktikan dengan kepuasan peternak akan DOC kami”.

Kesehatan ayam merupakan pondasi kesuksesan suatu peternakan. Pengambilan langkah preventif dengan vaksinasi menggunakan Medivac IB Variant dan Medivac ND G7-IB Variant Emulsion adalah keputusan yang tepat. Selain dapat melindungi ternak dari penyakit IB, penggunaan vaksin yang tepat dapat meningkatkan produktivitas dan profitabilitas peternakan secara keseluruhan.

Ayam Sehat dan Produktif dengan VITESEL C

Bpk Minto

Entering early 2024, farmers are faced with the phenomenon of increasing poultry feed prices that soar with varying quality. Based on records from the National Food Agency (Bapanas), corn is one of the commodities that has increased above 10 percent from the highest retail price (HET) or sales reference price (HAP). This causes losses, such as for small farmers because the selling price of chickens and eggs is not proportional to the cost of goods produced incurred.

This triggered Medion to provide education and strategies to deal with the surge in poultry feed prices through the 42nd Trobos Pulpit with the topic "Optimization of Poultry Feed Nutrition". Held on Monday, 29th January, 2024 via Youtube and Zoom Live Streaming. Presenting Imam Wahyudi, S.Pt (Technical Education & Consultation Medion) as a speaker.

The topic raised is closely related to the current condition of breeders so it is not surprising that many participants participated in this seminar. This is evident from the number of participants who reached more than 200 people. In addition, the participants actively participated in the question and answer session.

In the presentation of the material by Imam Wahyudi, it was conveyed that the trend of nutritional quality of corn as poultry feed, there are still many that are not up to standard. Especially low metabolic energy content. The key to optimizing nutrition is supported by the quality of raw materials, the right formulation, and maintained digestive tract health. One of them is by using alternative raw materials added Prozyme, Freetox G and Optigrin to optimize nutrition. When using alternative raw materials, it is necessary to pay attention to:

1. Mempelajari detail bahan baku alternatif yang akan digunakan
2. Formulasi harus seimbang
3. Penggunaan/pengaplikasian secara bertahap
4. Diberikan untuk ayam yang sudah lewat puncak terlebih dahulu
5. Penggabungan beberapa bahan alternatif
6. Pemantauan dan evaluasi

It is hoped that Medion's educational contribution can help farmers in facing current conditions. In addition, farmers can also provide this information to many people so that added value is realized for all stakeholders.

Starting 2024, Medion Provides a Strategy to Optimize Poultry Feed Nutrition

Feature Image Artikel

Entering early 2024, farmers are faced with the phenomenon of increasing poultry feed prices that soar with varying quality. Based on records from the National Food Agency (Bapanas), corn is one of the commodities that has increased above 10 percent from the highest retail price (HET) or sales reference price (HAP). This causes losses, such as for small farmers because the selling price of chickens and eggs is not proportional to the cost of goods produced incurred.

This triggered Medion to provide education and strategies to deal with the surge in poultry feed prices through the 42nd Trobos Pulpit with the topic "Optimization of Poultry Feed Nutrition". Held on Monday, 29th January, 2024 via Youtube and Zoom Live Streaming. Presenting Imam Wahyudi, S.Pt (Technical Education & Consultation Medion) as a speaker.

The topic raised is closely related to the current condition of breeders so it is not surprising that many participants participated in this seminar. This is evident from the number of participants who reached more than 200 people. In addition, the participants actively participated in the question and answer session.

In the presentation of the material by Imam Wahyudi, it was conveyed that the trend of nutritional quality of corn as poultry feed, there are still many that are not up to standard. Especially low metabolic energy content. The key to optimizing nutrition is supported by the quality of raw materials, the right formulation, and maintained digestive tract health. One of them is by using alternative raw materials added Prozyme, Freetox G and Optigrin to optimize nutrition. When using alternative raw materials, it is necessary to pay attention to:

1. Mempelajari detail bahan baku alternatif yang akan digunakan
2. Formulasi harus seimbang
3. Penggunaan/pengaplikasian secara bertahap
4. Diberikan untuk ayam yang sudah lewat puncak terlebih dahulu
5. Penggabungan beberapa bahan alternatif
6. Pemantauan dan evaluasi

It is hoped that Medion's educational contribution can help farmers in facing current conditions. In addition, farmers can also provide this information to many people so that added value is realized for all stakeholders.

Eksplorasi Industri Veteriner, Mahasiswa Teknik Kunjungi Pabrik Medion

1 2

Pada Kamis, 30 November 2023 mahasiswa teknik dari berbagai universitas mengunjungi pabrik Medion di Cimareme, Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh 32 mahasiswa dari 8 universitas ternama, yaitu Politeknik Manufaktur Bandung, Politeknik Negeri Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Negeri Semarang, Universitas Jenderal Achmad Yani, dan Universitas Telkom. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan mahasiswa serta memberikan gambaran mengenai peran lulusan teknik dalam industri veteriner.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa diajak plant tour ke bagian Biological Product (Freeze Drying dan HVAC), Power House, dan Engineering Procurement Construction. Saat plant tour para mahasiswa diperlihatkan langsung bagaimana pemanfaatan teknologi di Medion. Selain itu, mereka juga diberikan penjelasan singkat mengenai proses produksi di Biological Product yang disampaikan oleh Apt. Agung Setiawan Yahya, S.Farm. sebagai Quality System Assurance Assistant Manager Medion. Selanjutnya Hermawanto Proanto, A.Md. sebagai Product & Services Management Assistant Manager Medion memaparkan materi “Transformasi Teknologi & Digitalisasi Industri Perunggasan”. Kegiatan diakhiri dengan sharing alumni dari lulusan teknik yang bekerja di Medion. Tim Medion berbagi pengalaman seputar lingkup pekerjaan, peluang karir, serta apa saja yang perlu dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja. Disisi lain, para peserta aktif dalam diskusi dan tanya jawab baik seputar materi edukasi maupun sharing session.

Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa terlihat sangat antusias dan memberikan respon positif. Mereka berharap Medion dapat terus mengadakan program-program yang menambah wawasan dan mendukung mahasiswa untuk semakin terampil. Medion senantiasa mendukung kegiatan dalam dunia pendidikan melalui berbagai program yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Hal tersebut sejalan dengan nilai-nilai Medion Care yaitu, continuous learning, open minded attitude, enthusiastic, dan equal opportunity.

Kolaborasi Medion dan UGM untuk Dunia Peternakan

1 1 qgq8qdcfhqytit77viapt4vzd7w9075abyw9974t28

Medion sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan hewan secara aktif terus mendukung dunia pendidikan. Salah satunya dengan kolaborasi bersama Universitas Gadjah Mada. Pada 1 Desember 2023, Peter Yan selaku Komisaris Medion menandatangani perjanjian kerjasama dengan Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) untuk mendukung keterampilan mahasiswa dalam program pendidikan dan juga kerjasama terkait penelitian.

Acara dihadiri oleh 31 orang perwakilan UGM, diantaranya Dekan dan Wakil Dekan 1,2,3 FKH UGM, seluruh Ketua Departemen, Staff Departemen Farmakologi, Kepala Kantor Administrasi dan pihak terkait, serta 3 orang tim Medion yaitu, Peter Yan, Sugiyantoro sebagai District Assistant Manager Medion, dan Cherri David Trisunu sebagai Technical Sales Representative Medion.

Selain itu, pada kesempatan yang sama dilaksanakan juga kegiatan Studium Generale, yaitu salah satu program edukasi Medion bekerjasama dengan universitas-universitas ternama yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan mengembangkan kreativitas mahasiswa. Prof. Dr. drh. Aris Haryanto, M.Si. selaku Wakil Dekan 3 FKH UGM memberikan kata sambutan sekaligus menjadi pembuka kegiatan tersebut. Mengangkat topik “Bisnis Peternakan dan Peran Dokter Hewan di Industri Farmasi Veteriner”, Studium Generale kali ini disampaikan langsung oleh Peter Yan dan diikuti sebanyak 130 mahasiswa.

Dengan adanya kerjasama ini diharapkan semakin membangun kolaborasi yang inovatif dan holistik antar kedua belah pihak sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Ini merupakan bentuk dukungan Medion dalam rangka memajukan serta meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) para mahasiswa.

Medion Experiential Learning Program, Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Mahasiswa

3 qgotbtl6evpe7z84s3jhem5h130jwdlgwlpoqwyl28

Pada 20 Mei hingga 25 November 2023, Medion melaksanakan kegiatan Experiential Learning Program (ELP). ELP merupakan program edukasi yang diselenggarakan secara kolaboratif dengan beberapa universitas ternama di Indonesia. Tujuannya untuk memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa mengenai penyakit viral pada unggas serta vaksin & vaksinasi melalui kombinasi antara teori dan praktik.

Materi edukasi dalam program ini berfokus pada 2 topik, yang pertama mengenai penyakit viral yang menyerang unggas. Topik ini mencakup identifikasi dan penjelasan berbagai penyakit viral pada unggas, pencegahan dan penanganan, serta teknis bedah (nekropsi) yang digunakan dalam mendiagnosis penyakit yang menyerang unggas. Topik kedua mengenai vaksin & vaksinasi yang mencakup pentingnya vaksin dan vaksinasi, penyusunan program, pengukuran keberhasilan, serta praktik vaksinasi. Tahun ini ELP dilaksanakan di 8 universitas, antara lain Universitas Padjajaran, Universitas Jendral Soedirman, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, dan Universitas Sebelas Maret.

Terdapat 872 mahasiswa yang mengikuti program ELP Medion. Berdasarkan tanggapan peserta, program ini dinilai positif dan sangat bermanfaat. Selama kegiatan berlangsung peserta nampak antusias dan berpartisipasi secara aktif. Para peserta pun merasa mendapatkan manfaat yang cukup signifikan dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Mereka berharap agar program ELP dapat tetap terlaksana secara berkelanjutan di tahun mendatang.

Melalui Experiential Learning Program, Medion berharap dapat memberikan dampak positif serta nilai tambah bagi dunia akademis Indonesia. Dengan meningkatnya kualitas SDM peternakan dan dokter hewan, diharapkan dapat menjadi modal utama bagi kemajuan industri peternakan Indonesia di masa yang akan datang.

Cara siasati permasalahan penyakit pada ayam tanpa antibiotik

WhatsApp Image 2022 11 16 at 15.00.18 1 230x230 1

Surya Bintang Sejati Kudus Farm merupakan salah satu peternakan broiler (ayam pedaging) yang berlokasi di Kudus, Jawa Tengah. Dirintis sejak 2014, Surya Bintang Sejati Kudus Farm terus berkembang dan kini populasi mencapai ratusan ribu ekor. Sugito, pemilik farm bercerita berawal dari keisengan dan ia menyadari bahwa usaha peternakan broiler cukup mempunyai prospek. “Dari situ saya semakin tertarik dan hingga saat ini masih terjun berbisnis di dunia peternakan,” terangnya.

Pria yang kerap disapa Gito ini, mengungkapkan sangat tertantang untuk terus mengembangkan peternakannya menjadi lebih baik ke depan. Awalnya Gito mengakui masih kurang memahami manajemen peternakan di kandang yang tepat apalagi latar belakangnya bukan dari peternakan. Namun setelah sering berdiskusi, berbagi informasi dengan tim lapangan Medion ia mulai mendapat pencerahan. Gito mulai membangun manajemen yang baru di kandang dengan tujuan untuk performa ayam yang lebih optimal.

Selama 6 tahun beternak, Surya Bintang Sejati Kudus Farm tidak luput dari permasalahan yang dialami. Salah satunya penyakit koksidiosis yang menyerang ayam milik Gito di kandang. “Semenjak pelarangan penggunaan AGP (Antibiotic Growth Promotor) di awal tahun 2018, ayam di kandang saya sering terkena penyakit koksidiosis,” ungkapnya.

Penyakit koksidiosis diduga Gito akibat kandang lembab. “Biasanya kalau kandang basah dan sirkulasi kandang kurang baik penyakit ini cenderung muncul, apabila musim penghujan. Namun saat ini kurang bisa diprediksi peningkatannya karena perubahan musim yang tidak menentu,” paparnya.

Produk Herbal Andalan

Sejak larangan penggunaan AGP, Gito selalu melakukan berbagai cara untuk mensiasati permasalahan penyakit pada ayam peliharaannya di kandang tanpa obat kimia. Sebelum mengenal produk herbal dari Medion, ia masih menggunakan racikan sendiri dari bahan-bahan herbal yang dicampurkan dan diberikan ke ayam peliharaannya. Setelah mengetahui Medion menghadirkan produk FITHERA, Gito tanpa berpikir panjang langsung beralih ke produk tersebut untuk peternakannya. FITHERA adalah produk herbal produksi Medion berbentuk cair, diformulasikan untuk membantu penyembuhan infeksi bakteri seperti Chronic Respiratory Disease (CRD), Coryza, Colibacilosis, dan koksidiosis pada unggas. Produk ini aman digunakan pada unggas dan tidak menghasilkan residu pada hasil ternak.

Sudah satu tahun Gito menggunakan produk FITHERA. Ia mengenal FITHERA dari personil lapangan Medion dan setelah mencobanya merasa sangat cocok. “Awalnya saya coba pemakaian FITHERA hanya di satu kandang, dan mencoba dibandingkan dengan kandang yang tidak memakai produk FITHERA. Hasilnya, kandang yang menggunakan produk FITHERA dengan dosis pemberian yaitu 0,2 ml per kilogram berat badan ayam atau 1 ml per liter dalam air minum dapat menurunkan permasalahan koksidiosis. Akhirnya saya memutuskan untuk memakai produk ini di seluruh kandang yang terkena koksidiosis,” jelasnya.

Selain itu, penggunaan FITHERA lebih simpel dibandingkan herbal racikan sendiri. Pemberian FITHERA selama 5 hari berturut – turut di kandang dapat mengatasi penyakit koksidiosis secara tuntas tanpa atau dikombinasi dengan obat kimia lainnya. “Nafsu makan ayam di kandang kembali normal sehingga bertambahnya berat badan dan produktivitas menjadi optimal,” ucap Gito.

Menurut Gito produk FITHERA sudah cukup bagus dan sangat efektif. Ia berharap, agar kualitas FITHERA tetap terjaga dengan baik dan dapat ditingkatkan. Sehingga peternak tetap merasa aman dari berbagai penyakit yang menyerang ayam khususnya di era setelah larangan penggunaan AGP. “Tidak hanya itu, saya juga merasa sangat puas dengan pelayanan yang diberikan selama ini dari tim Medion, mereka selalu cepat dan siap kapanpun saya butuhkan,” jelasnya.